Yang Terlewatkan

hai hai, lately im in "deep thinking" mode. so i felt like i should put whats on my mind into words :)

I put this into my blog, karena akhir-akhir ini aku menemui topik topik seperti ini disekitar

Lelucon hidup, ketika kamu ketemu dengan orang yang perfectly fit you, tapi pada waktu yang salah. 

Definisi soulmate buatku : belahan jiwa. seperti Ferre ke Rana di Supernova, person thats not perfect, but fit you perfectly. somehow you click. seperti kepingan puzzle yang tepat pada tempatnya, seperti anak kunci ke lubang kunci. Perfect fit

Jodoh menurutku bukan soulmate, its just a person in the right time :) If you got belahan jiwa + jodoh in the same person, lucky you!

there some of people who believe that they had choosen wrong person to be with, to marry with.

First case perempuan yang sedang patah hati karena mantan pacarnya akan menikah lagi. she thinks that he is her soulmate and cant stand that he will marry someone else.

second case seseorang yang menikah dengan pilihan orang tuanya, but then ga happy, dan menjalin affair dengan mantannya. klise ya?

Third case Pasangan sudah menikah puluhan tahun dan mempunyai anak-anak yang sudah besar, kemudian kehidupan mereka tergoncang karena si bapak ternyata mempunyai wanita lain bertahun-tahun. si bapak ini kelihatan cinta banget sama selingkuhannya ini. si IBu, diminta ga berpisah (oleh keluarga2nya, dengan alasan malu, social judgment etc).

How i see that??

first - menurutku, takdir itu ga bisa dipaksakan. memang ada hal-hal yang bisa kita usahakan, tapi ada juga hal-hal yang "meant to be like that". JAdi jika ternyata memang harus berpisah dan tidak bisa bersama, ya sudah, he's not for you. tapi dalam kondisi masih lajang, i will take any courage to tell him that i like him. sehingga ga ada penyesalan di kemudian hari bahwa kamu "kurang keras berusaha". Never push your self into a marriage just because you have to. But if you think you already find the right person, go get her/him. because to be with the right person will make you feel "complete" :)

second case
i ask those man, why? dia bilang, at some length, he felt they fit to each other (with the other woman). I dont know, mungkin "fit" ini dia rasakan karena dia menjalani hidup dengan yang "sangat tidak fit". I categorize this, istrinya jodohnya, tapi bukan belahan jiwanya, thats why he still feels something missing. Dan apakah the other woman ini soulmate nya? maybe she is, tapi waktu ga berpihak pada mereka, they met at the wrong time, and (maybe) there will never be a right time (to be together - officially). So, kenapa dipertemukan?? mungkin, hanya untuk menunjukkan bahwa there's someone like that out there, although you cant be together, tapi kamu tahu bahwa kamu punya belahan jiwa.

pada kasus kedua, ada 2 versi lagi. dimana pada 1 versi, the other woman finally cut out all relationship AND MOVE ON. she felt that they're not belong together and left those man, and the man still with his family. Dalam hal ini yang ga happy cuman yang laki-laki :) Versi ke 2, perempuannya ga mau berpisah, dan yang laki-laki bingung antara mau divorced atau ga. In my opinion, he doesnt happy, his wife doesnt happy, the other woman doesnt happy. Then what are you looking for? For the sake of the children?? got divorced isnt a good thing i know, but to raise kids in unhealthy marriage (family) isnt a good thing either.

third case this is soooo wrong... ini versi extendednya kasus kedua. versi dimana everybody is not happy. yang laki-laki feel get trapped, dan si ibu juga ngerasa deceived, dan si other woman ini juga merasa dikorbankan. actually i saw that everybody felt that they are the victims, bahkan anak-anaknya.

In my opinion, your life should not constructed based on whats right in society views. it is your life, bukan mereka yang menjalani hidupmu. I told my friend, to let their parents got divorced. kenapa harus dipertahankan hubungan dimana semua orang merasa mereka berada di tempat yang salah, kalopun ada yang bilang for the sake of their children, hallloooo... meskipun anak-anak sedih melihat orang tuanya berpisah, lo kata mereka bakal tinggal diam melihat ibunya ga happy?? at some point, there's a time to let go... jodohnya (waktunya) mereka bersama sudah berakhir. And maybe the father has found his other half in that other woman (at the wrong time)

*Sigh*
Nulis ini sambil dengerin lagunya Sheila on 7 "Yang Terlewatkan"

Life is complicated ya, and love matters also complex in adult world. Hope you could be with your other half, not just found it, but can spend your life time with him/her :)

Supernova

Entah kenapa tiba2 pengen nulis lagi

Its about Supernova
Yess, after 13years finally they made it into movie. Of course aku nonton dong ya, secara Supernova is one of my favourite books.

Kemarin aku nonton ma Santi, yang juga demen banget ma bukunya. So pastilah akhirnya mereview film based on our interpretation about the books (during the show) hahaha

First impression, awal2 film jijay... Karena adegan pdkt n mesra2annya tokoh Ruben n Dhimas (Arifin Putra yang meranin Ruben, duh cakep bangetttt, aku sirik pas Ruben cium kening Dhimas hahaha). Plus tokoh Dhimas nya msh agak kaku, dan dialognya drama banget...

Trus muncul Ferre, Rana dan Arwin. Hmmm... Si Ferre kan diperanin ma Herjunot, Rana by Raline Shah, Arwin by Fedi Nuril. Menurutku Ferre ma Arwin nih salah casting yaa... Arwin kan wlo digambarin muka biasa aja tapi kan tajir abis. It shouldn't be Fedi there, krn terkesan ndeso... Malah menurutku harusnya Herjunot yg jadi Arwin, Herjunot kan muka baik gituu...
Trus yg jadi Ferre harusnya Vino Bastian aja, cakep n tampang sombong, cucok banget jd Ferre hehehe.

Teruuuusss... Yg jadi Diva yg paling ga banget, kenapa musti si Paula Verhoeven yg jadi Diva, mana suaranya jelek lg, ga cocok bawain narasinya, kaku. Menurutku klo ga Sophia Latjuba (mungkin ketuaan ya), atau malah Luna Maya aja, cucoookk...

Well, sekian ttg pemeran2nya
Sekarang ke jalan cerita. Jadi ceritanya Ferre ini susah banget nemu cewek idamannya, tpi tyt dia nemuin soulmate di Rana which is ordinary woman yang ternyata malah udah menikah. Duh pedih ga siiihhhh... Dan Ferre mau2 aja jd PIL nya Rana. Sementara Rana yg plin plan ini, ketika akhirnya Arwin udah bersedia ceraiin, malah balik ke Arwin tapi diakhir cerita tetep curhat ke Supernova (yg akhirnya di-co-in ama Ferre) klo dia ga bs mencintai Arwin dan tetap cinta ma Ferre. Huh, gemessss... Maksud lo apaaa!!!!! (pikirku hahaha), lha wong udah dikasi kesempatan pisah baik2 dan ketemua ma soulmate kok malah dilepas dan nyesel. Pedih juga ngeliat Ferre jawabin curhat2nya Rana...

Aduh nulis ga jelas nih :)

Tapi overall aku cukup seneng Supernova ada versi filmnya...

Hello 2013 january

Face of internal medicine junior resident hahaha
Ga kerasa sudah 1tahun menjalani masa residensi interna, saat yang ditunggu2 pun tiba, byebye bangsal interna, welcome putaran jantung paru #happy yayayayy
Lega rasanya sudah lewat masa keset :D
Facing 3years or more (dont!!!), semoga lancarrrrr sekolahnya, cepet kelar n cepet jadi internis :)


My precious little boy

My son, Danish :-)

Tak terasa hampir 3 tahun umurnya, big boy hehehe. My cute little boy, i adore him very much


Life Must Go On

Just watching "JUST ALVIN", padahal klo dirumah jarang2 tuh nonton tivi :D *mendingan kelonan ama mas Danish tersayangggg...

Topik Just Alvin episode ini : Life Must Go On ; well, narasumbernya ada 5 seleb perempuan yang batal menikah. Yess, ada Ayu Dewi, Anya dwinov, Shandy Aulia dkk.

Watching Ayu Dewi, saya sangat kagum dengan dia. Sebagai seorang wanita yang pertunangannya diputuskan secara sepihak dan mendadak sebulan sebelum acara pernikahan, waowwwwwwww... she's so tough!

Bila saya menjadi dia, pasti sakit hati banget lakhhhh... rasanya dicampakkan begitu saja, setelah segala effort yang dilakukannya untuk men-support si lelaki (-bodoh) itu.

lain pula kisah Anya dwinov yang berpisah dengan mantan pacarnya, tapi still loving him n still keep in tocuh!! Waowwwwww!! cinta yang besar :) dia sudah mengalami "Cinta Tak Harus memiliki"

Pada kisah2 mereka, mereka telah melewati tahap menemukan pasangan yang dirasa "cocok/kompatibel" dengan mereka, tapi ternyata Tuhan menunjukkan bahwa pasangan tersebut bukanlah yang terbaik bagi mereka. Dan mereka bisa menghadapinya.

Dalam kehidupan saya sendiri pun saya menyadari, suami saya bukanlah yang terbaik dan sempurna, tapi dia lah yang kompatibel dengan saya, terbaik untuk saya, dan menyempurnakan saya.

Well, things that cant kill you will makes u grow stronger

So, buat ladies2 diluar sana (n gentleman2 juga), janganlah puttus asa klo diputus pacar/tunangan, ga perlulah sampai ada acara trial bunuh diri (pke Molto??) segala. Life is too precious... Just believe that there's someone out there that compatible to complete your life :)