Yest, Thursday 25 August 2005

jam 1.30

Damned!!sial banget, ga nyangka klo dia pas kebetulan jaga juga :<
Sebetulnya bukan giliran jagaku sih, tapi tukeran ma Mb Lina. Dan ternyata... pas dia jg juga.

Sebenernya gw dah bete sejak Selasa, dicuekin bo!!trus, i heard "sumthing" Rabu-nya, whoahhh... tambah berkobar2 deh jengkelnya.

So... Kamis gw dah ga bisa bersikap biasa ke dia. Ngeliat dia bawannya dah temper tantrum n sebel banget. Tauk deh, klo tiba2 ketemu dia, jadi bener2 afek datar, "raising eyebrow"'s style da...

Uhh, emang enak dicuekin. Emang cuman dia aj yng bisa moody seenaknya... bisa bete n bertampang jutek seenaknya... ga nyadar pa klo bersikap gitu juga ngefek ke orang laen, tambah bikin bete.

Whoahhhhhh!!
Biar dibilang galak, sombong or whatevah!!dari dulu juga gw galak, jutek, sombong n nyebelin. So whaatt!!

BT vs BT

Huhhhhh!!


Le Petit Prince

The Little Prince

The Little Prince

by Antoine de Saint Exupery

BAB XXI

Saat itulah muncul si rubah
'selamat siang" sapa rubah
"Selamat siang" jawab pangeran kecil sopan, mendongak tapi tidak melihat apa-apa.
"Aku disini" kata suara itu, "dibawah pohoh apel"
"Siapa kau?" tanya pangeran kecil. "Kau cantik sekali"
"Aku rubah" jawab si rubah.
"Kemarilah, dan bermain denganku" pangeran kecil mengusulkan. "Aku sedang sedih sekali..."
"Aku tak bisa bermain denganmu" kata si rubah. "Belum ada yang menjinakkan aku"
"Oh! Maaf" ujar pangeran kecil.
Kemudian, setelah berpikir sejenak, dia menambahkan :
"Apa artinya 'menjinakkan'?"
"Kau tidak berasal dari daerah sini" kata si rubah. "Apa yang kau cari?"
"Aku mencari manusia. Apa artinya 'menjinakkan'?"
"Manusia" kata si rubah, "mereka punya senapan,dan mereka berburu. Sangat mengganggu! Mereka juga memelihara ayam. Hanya itu yang menarik dari mereka. Apa kau mencari ayam?"
"Tidak" kata pangeran kecil. "Aku mencari teman. Apa artinya 'menjinakkan'?"
"Sesuatu yang seringkali diabaikan" kata si rubah. "Artinya 'menciptakan ikatan'"
"Menciptakan ikatan?"
"Tepat" kata si rubah. "Bagiku, kau sekarang hanyalah seorang anak laki-laki kecil, sama seperti seratus ribu anak laki-laki lainnya. Dan aku tak membutuhkanmu. Dan kau juga tak membutuhkanku. Aku hanyalah seekor rubah seperti seratus ribu ekor rubah lainnya. Tetapi jika kau menjinakkanku, kita akan saling membutuhkan. Bagiku, kau akan unik di dunia ini. Bagimu, aku akan unik di dunia ini."
"Aku mulai mengerti" kata pangeran kecil. "Aku kenal setangkai bunga..., kurasa dia telah menjinakkan..."
"Mungkin sekali" kata si rubah. "Di Bumi ini kita menyaksikan segala macam hal"
"Oh! Tetapi itu tidak terjadi di Bumi" kata si pangeran kecil.
Si rubah tampak sangat berminat.
"Di palnet lain kalau begitu?"
"Ya"
"Apa ada pemburu di planet lain ini?"
"Tidak"
"Menarik sekali. Dan ayam?"
"Tak ada juga"
"Memang tak ada yang sempurna di dunia ini" kata si rubah menghela nafas.
Tetapi si rubah kemabli pada pemikirannya.
"hidupku sangatlah datar. Aku memburu ayam-ayam, manusia memburuku. Semua ayam itu sama, smeua manusia itu sama. AKibatnya aku agak bosan. tetapi jika kau menjinakkan aku, hari-hariku akan jadi seperti dipenuhi sinar matahari. Aku akan emngenali bunyi langkah kaki yang berbeda daripada bunyi langkah kaki lainnya. Langkah-langkah kaki lain akan emmbuatku melarikan diri kedalam lubanku di tanah. Langkah kakimu akan memanggilku ke luar, seperti musik. Lagipula, lihat disana itu. Kaulihat ladang jagung itu? Nah, aku tak makan roti. Jagung tak ada gunanya bagiku. Ladang jagung tak mengingatkanku pada apapun. Itu menyedihkan. Sebaliknya, rambutmu berwarna emas. Jadi bayangkan, betapa menyenangkannya jika kau etlah menjinakkanku. jagung, yang keemasan, akan mengingatkanku kepadamu. dan aku akan menyukai desau angion di ladang jagung..."
Si rubah terdiam dan menatap pangeran kecil lama sekali.
"Ayolah" katanya, "jinakkan aku"
"Aku ingin menjinakkanmu" jawab pangeran kecil, "tetapi aku tak punya banyak waktu. Aku harus emncari teman dan memahami banyak hal"
"Kita hanya bisa memahami apa yang telah kita jinakkan. Manusia tak lagi punya waktu untuk memahami segala hal. Mereka membeli segala barang yang sudah jadi ditoko. tetapi tak ada toko yang menjual teman, maka manusia tak lagi mempunyai teman. Jika kau menginginkan teman, jinakkanlah aku!"
"Apa yang harus kulakukan?" kata si pangeran kecil.
"Kau harus sabar sekali" jawab si rubah. "Mula-mula, kau duduk dalam jarak yang tak begitu jauh dariku, seperti itu, di rumput. Aku akan memandangmu dari sudut mataku dan kau tak akan emngatakan apa-apa; kata-kata adalah sumber kesalahpahaman. tetapi setiap hari kau boleh duduk lebih dekat kepadaku."
Hari berikutnya pangeran kecil datang lagi.
"Sebaiknya setiap hari kau datang pada waktu yang sama" kata si rubah. "Misalnya saja, jika kau datang pada pukul empat sore, sejak pukul tiga aku sudah mulai senang. Makin dekat waktu pertemuan kita, makin senang aku. Pukul empat aku akan mulai resah dan cemas; aku menyadari nilai kebahagiaan! Tetapi jika kau muncul sembarang waktu, aku tak akan pernah tahu kapan harus mulai menyiapkan hatiku untukmu... Kita semua memerlukan ritual"
"Apa artinya ritual?" tanya pangeran kecil.
"Itu juga sesuatu hal yang sering diabaikan" kata si rubah. "Rituallah yang membuat satu hari berbeda dari hari-hari lainnya, satu jam berbeda dari jam-jam lainnya. Ada ritual, misalnya para pemburuku. Pada ahri kamis mereka berdansa dengan gadis-gadis desa. maka hari Kamis adalah hari yang luar biasa menyenangkan bagiku! Aku bisa berjalan-jalan sampai ke kebun anggur. Jika para pemburu itu berdansa pada hari apa saja, semua hari akan sama, dan aku tak akan pernah punya hari libur"
Maka pangeran kecil menjinakkan si rubah. Dan ketika saat kepergiannya sudah semakin mendekat:
"Ah!" kata si rubah. "Aku mau menangis"
"Salahmu sendiri" kata pangeran kecil. "Aku tak pernah bermaksud menyusahkanmu, tetapi kau ingin aku menjinakkanmu..."
"Ya, memang" kata si rubah.
"Tapi sekarang kau menangis!" kata pangeran kecil.
"Ya, memang" akta si rubah.
"Jadi kau tak mendapatkan keuntungan apapun dari hubungan kita ini!"
"Oh, aku mendapatkan keuntungan" kata si rubah. "Sehubungan dengan warna jagung"
Kemudian dia menambahkan,
"Pergilah lihat mawar-mawar itu lagi. Kau akan mengerti bahwa, bagaimanapun juga, mawarmu unik di dunia ini. Kemudian kembalilah dan ucapkan selamat tinggal padaku. Sebagai hadiah, aku akan memberitahumu suatu rahasia"
Pangeran kecil pergi melihat mawar-mawar itu lagi.
"kalian sama sekali tidak seperti mawarku" katanya kepada mereka. "Kalian tak berarti apa-apa bagiku. Tak seorang pun penjinakkan kalian, dan kalian juga tidak menjinakkan siapapun. kalian seperti rubahku sebelum ini, waktu itu dia hanyalah satu dari seratus ribu ekor rubah laiinya. tetapi aku membuatnya menjadi temanku, dan sekarang dia unik di dunia ini"
Dan mawar-mawar itu merasa sangat tak nyaman.
"Kalian cantik sekali, tetapi kalian hampa" dia melanjutkan. "Tak ada orang yang bersedia mati untuk kalian. Tentu saja, oarng yang sekedar lewat akan mengira mawarku sama persis dengan kalian. Tapi mawarku, walaupun cuma setangkai, jauh lebih berarti daripada kalian semua, karena dialah yang kusirami. Karena dialah yang kututup dengan kubah kaca. Karena dialah yang kulindungi dengan tabir. Karena dialah yang ulat-ulatnya kubunuh (kecuali dua atau tiga yang kami biarkan hidup agar menjadi kupu-kupu). karena dialah yang kudengarkan, waktu dia mengeluh, atau menyombongkan diri, atau ketika cuma membisu. karena dia mawarku"
Dan apngeran kecil kembali pada si rubah.
"Selamat tinggal" katanya.
"Selamat tinggal" kata si rubah. "Inilah rahasiaki, sangat sederhana: Kau hanya bisa melihat jelas dengan hatimu. hal yang penting tak terlihat oleh mata"
"Hal yang penting tak terlihat oleh mata" ulang pangeran kecil, agar ingat.
"Waktu ayng telah kau habiskan untuk mawarmulah yang membuat mawarmu begitu penting"
"Waktu yang telah kuhabiskan untuk mawarku..." ulang pangeran kecil, agar ingat.
"Manusia sudah melupakan kebenaran ini" kata si rubah. " TEtapi kau tak boleh lupa. Kau harus bertanggung jawab, selamanya, atas apa yang telah kau jinakkan. Kau bertanggung jawab pada mawarmu"
"Aku bertanggung jawab atas mawarku..." ulang pangeran kecil, agar ingat.


*****
I like dis part :D he he he

capek

Something's wrong

Lets make it right

------------------

Must in the morning for Luluch
1. Coffee : nescafe instan aja dah cukup, walo sebenernya setelah ngerasain espresso-nya Lilly... whoaaa... its very good... Spirit banget!!yap, coffe is spirit for me, without coffee i wont really2 wake up in d morning

2. Sun block. I need it, in order to keep my skin brighter ;P ha ha. Abisnyaaa... skala 1-10, paha gw 9, lengan bagian dalam 7, lengan 3, n muka 5. Belang!!pasti aneh banget pake swimsuit yah ;P he he. Sial nih, walo aslinya putih tapi pigmen gw cepet banget produksi melanin klo terpapar sinar matahari. Huh!!!


Aku lagi pusing.... capek banget ;<

Metallic Sound

We r not living in d kinda happily ever after world

Thats why we must deal it

U r so complicated. N im just kinda like corner stone for u

I just dont get it. Why u often tried to make me jealous, angry, n other stupid things... If u just think of me as fren, so stop dat. Fren is fren. No jealousy. Iel is right, u r kinda addicted of my emotion. Dats stupid. I can be ur best mate, so please, stop act like dat. Just play at my feeling. Just go around n hang out with ur chicks okay, n just try to make them jealous okay, not at me.

BouHOu!!

my old blog(blog before dis one)is dedicated to Zen he he ;P

It seems dat 80% from dat blog is all about Zen. Zen, Zen and Zen... N till now i just keep wondering, why do i luv dis guy... (he called himself unique(?)-->of course u are...) ;P

Zen
Plain
Nothingness
Calmness
Emptiness


Bye bye, wanna recolor my life
I enjoy my life more n more now...
U cant even stand when i keep my view straight on u, just fixed my eyes on u


Bram "Makna Cinta"

Pipel around me

Pipel who boost me up n help me :

1. Iel My Luvly Angel, damned luv u so much... Lot of advise, lot of support. U're really2 an angel for me Babe. One who call me princess. Although a bit "spicy" sumtimes... but u made me see realitiy, made me see from diff view. U have great part...

2. Mb Sinta, tenkyu sista. Our last conversation bring me to diff path of life. Although u dont realize it maybe, u release me... it means a lot

3. Ranti, sista... who else... pipel who also keep supporting me. Thanks atas sharing-nya, u boost me up more than u expect

4. Hendut, hen... i appreaciate all... tenkyu

5. Dear Ratih, best fren who can see thru my heart

6. Mita, we share our heart ya... Sister of my heart. I hear ur callin thru d distance. Thanks...


Tenkyu all...

CINTA

Well

We were watching wayang orang last nite : Me, Ratih, Habibie, Katrin, Lilly, Gwen n Oom. Its really nice... Walo sebelumnya gw pikir bakal ngebosenin banget, but after i saw it... wahhh.... kangen juga dah lama ga nonton wayang orang. Mana lagi ada tari2nya getu... bagus de...

N... i saw behind me, there was a old man. Sitting in achair, n when the music went on, his finger moving, just like playing gamelan, n he hissed (sounds like music). N... that time i just realized the other kind of love... I understand his love to wayang orang, his passion just by saw he moved his body along the music, the way he enjoy all of that.

I envy him

i havent feel dat passion in medical. Yap, maybe later... Now im just trying to be sincere when im working. Trying to be sincere also in evthing. But its hard, really2 hard...

I thought dat my passion is reading n writing. Im totally absorbed when im reading, im not belong to d world anymore when im reading... I ignore all...

wahh... i think i've seen lot of new things this recent days :>

Furiouszzzzzzzzz

Uhhhhhh

I think dat im goin to kick someone!!
Kick, kick n kick him!!

Damned!!

Whoahhhhhhhhhhh!!Im really2 outraged now!! So furious!!

Mb Titik said, when she see me, it just looks that like im goin to cry...

Yah... defuinitely right actually...