GADIS JERUK



Jostein Gaarder ialah salah satu pengarang favorit saya. Bukunya yang sangat terkenal, Dunia Sophie ialah karya Jostein Gaarder yang pertama kali saya baca [saat itu saya pinjam dari teman kuliah saya, Ika Maruta]. Semenjak itu saya mulai mengoleksi karya-karya Jostein Gaarder yang terbit di Indonesia, such as ; Misteri Soliter, Gadis Jeruk, Petualangan Ajaib Bibbi Bokken, Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng, dan yang terakhir rilis ialah Maya. Dan ternyata sampai sekarang malah saya tidak punya buku Dunia Sophie :D

Gadis Jeruk [Atau judul aslinya The Orange Girl, ditulis Jostein Gaarder pada tahun 2003]. Gadis Jeruk ini diterbitkan di Indonesia pertama kali pada bulan Maret 2005 oleh Penerbit Mizan. Buku ini termasuk tipis dan "ringan" bila dibandingkan dengan Dunia Sophie, Misteri Soliter dan Maya, tapi tetap khas Jostein Gaarder. Make us questioning again about our life. Its very good book indeed!

Saya sudah pernah meresensi-nya di blog ini. Tapi sesudah saya membacanya lagi, saya ingin me-re-post kan lagi pendapat saya tentang buku itu [Dan maaf, bahasanya tetap saya biarkan seperti postingan aslinya dulu].

***

Buku ini nyeritain ttg seorang anak(Georg) umur 15 taun yang tiba2 dapet warisan "surat" dari ayahnya yang udah meninggal dunia 11 tahun yll.

Isi suratnya ini terutama ttg kehidupan ayahnya(Jan Olav), kehidupan cintanya.

Yah, bisa dibilang ni sebuah surat cinta, yang nyeritain pengalaman ayahnya yang ketemu n fallin luv dengan gadis yang baru ditemuinya di trem, the one who he called "Orange Girl", coz saat itu si cewek membawa sekitar 10 kilo buah jeruk bersamanya, yang accidentally-nya dijatuhkan oleh dia (oupss!)

Dia yang saat itu juga fallin luv ma si Gadis Jeruk, mulai mencari2 keberadaan ce itu di Oslo. Tiada hari terlewat tanpa mencarinya atau sekedar memikirkannya. Sampe sering naek trem bolak-balik, pergi nonton bioskop, sampe berkeliaran di kafe2 cuman buat cari tu cewek.

Setelah beberapa kali pertemuan yang ‘kebetulan’ (dia ketemu ce itu pas dia bawa jeruk sekantong besar lagi, tapi mereka ga pernah kenalan, aneh kannnn!!), mereka ketemu juga di katedral pas malam Natal.

Dia akhirnya bilang klo sepertinya dia jatuh cinta ma ce itu. Ce itu bilang, tunggulah aku 6 bulan, sesudah itu kita akan selalu bersama tiap hari. Si Jan Olav ni bingung, why??kenapa musti nunggu sampe 6 bulan?Akhirnya dia setuju, n dia kaget sekali pas ce itu pulang, karena saat bilang pamit ce itu nyebutin namanya ‘Jan Olav’, walo mereka belum pernah kenalan dan dia juga belum tau nama ce itu (dasar orang aneh!)

Dia tetep nyari2 ce itu, tapi kemudian sadar klo dia emang musti nunggu 6 bulan. Tapi ga sampe 6 bulan, dia nerima post card bergambar perkebunan jeruk dari Sevilla, Spanyol, yang bergambarkan wajahnya. Then he knows!it must be her!

Tanpa pikir panjang dia langsung ke Spanyol, disana dia langsung ke perkebunan jeruk itu untuk nyari dia. Klo dinalar sih itu tindakan yang so stupid yah. Tapi.. ya untungnya mereka ketemu… [serendipity banget he2, yeah, namanya juga crita pixi!]

Setelah itu barulah dia tau klo ternyata si Gadis Jeruk itu namanya Veronika, dan tau Jan Olav karena sebenere mereka tu temen masa kecil (poor her, dia ngerasa dilupain ma Jan Olav, karena dia ga inget si Vero niy waktu 1st time ketemu, meanwhile si Vero lgs inget dia). Vero bilang klo sebenernya dia juga nyari2 Jan Olav mulu, tapi dia sengaja ga bilang klo mereka tu sohiban waktu kecil, so agar Jan Olav "menemukannya kembali" (huhuhu… manisss bangettt)

So gitu deh… mereka barengan, hepi ending gitu, sampe akhirnya menikah n punya anak (Georg itu). But then, ketika Georg berumur 4 taun, si Jan Olav didiagnosa hidupnya tinggal bentar. So he spent his time with his fam n pengen nyeritain segalanya pada anaknya. Cuman karena Georgnya ndiri masih so small waktu itu, then he decide to write a future letter buat anaknya, ttg gimana si Jan Olav sangat2 mencintai si Gadis Jeruk alias maminya Georg (Cinta Sejatiku, he called her dat way).

Dia share ttg si Gadis Jeruk, share his thought bout evthing, terutama ttg hidup (ini kan benernya surat cintaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa)

Si Babe juga ngelontarin pertanyaan
Bayangin hidup didunia ini seperti sebuah dongeng. Seandainya kita sebelum ada di dunia ini diawal dikasi kesempatan buat milih, apakah akan dilahirkan didunia [menjalani dongeng] ini or not. But u don’t know when u will get born, tidak juga bagaimana kamu menjalaninya ataupun berapa lama kamu akan hidup.

Yang kamu ketahui hanyalah, jika kamu memilih untuk ada disuatu tempat didunia ini, kamu juga harus meninggalkannya suatu hari nanti dan meninggalkan segalanya. Apakah kamu akan memilih untuk tinggal dibumi pada suatu tempat tertentu, entah untuk waktu yang singkat atau panjang, dalam seratus ribu atau seratus juta tahun?

Akankah manusia akan tetap memilih bila telah mengetahui dengan pasti bahwa akan tiba2 tercabut dari dunia ini, dan barangkali pada saat kita dalam keadaan sangat bahagia?

Atau, bahkan sejak dari awal akan menolak pilihan ini?Karena kita datang ke dunia ini hanya sekali.

Tapi jika enggak milih buat dilahirkan, then we will never taste the life, never taste the world, n never know what will u get?completely a lottery!

Kadang-kadang lebih terasa menyakitkan bagi manusia untuk kehilangan sesuatu yang disayanginya daripada tak memiliki sama sekali

So, d question is?

Apa yang akan kamu pilih seandainya kamu punya kesempatan untuk memilih?Akankah kamu memilih hidup yang singkat dibumi kemudian dicerabut lagi dari semua itu, tak pernah kembali lagi?Atau, apakah cuman akan bilang No, thank you?

Hoho... nice book
Walopun ini sebuah buku tentang "surat cinta" kepada "Gadis Jeruk" lewat anak lelakinya 11 tahun kemudian, tapi juga membahas tentang keajaiban kehidupan, keajaiban manusia sendiri. Emang manusia itu kerennn... unik!

Jostein Gaarder, iou!

Luluch's opinion ndiri:

Well, Hidup ini cuman sekali. Dan gw sering berpikir kenapa Tuhan nyiptain manusia klo emang takdirnya dah ditentuin dari awal, so kita sekedar menjalankan scenario dunk?

Whateverlah, menurut gw Tuhan dah punya Big Master Plan buat kita. Dalam artian, hidup kita masing2 sebenernya punya jalur sendiri2 yang harus dilalui, it depends on ur choice. If u choose dis way, lo bakal gini, but if u choose dat way, hidup lo bakal gitu. So many options! Dan hidup yang gw jalanin sekarang ialah konsekuensi dari pilihan2 gw sebelumnya

Tapi… gw pikir, mungkin ada beberapa hal yang emang ‘udah harus gitu’, dan ada juga hal yang bisa kita ubah. Dan gw percaya ada dimensi lain (dimensi 2,3,4 etc selain dimensi real kita skr ini (i call it dimensi 1, yang at least real buat kita kan hehe :P), yang mana, mungkin disana ada Luluch yang berbeda dengan Luluch didimensi 1 (yang mungkin saja live happily ever after dengan Zen [!] :P, atau dengan Orlando Bloom [haha!evthing possible kan :P]. If life has so many dimension, bayangkan berapa trilyun sebenernya manusia yang hidup saat bersamaan walo beda dimensi?ada berapa banyak Luluch yang ‘sebenernya’ pada saat ini?

Ada berapa banyak saat ini?
Ada lebih banyak lagi masa depan?
Only God knows…

Manusia nggak tau
‘Karena itulah ada Tuhan yang memahami kita’

Life offer options
U have to choose, choose n choose…

Kenapa memilih?
Segala hal ada resikonya. Just take it or leave it. Just dat simple! :P [cant believe i can say this kinda things hoho!]
Seandainya gw diberi pertanyaan serupa, gw tetep memilih kehidupan di dunia ini.

Gw pernah bete, pernah kesel, pernah marah, pernah sedih.

Tapi gw juga pernah hepi, hepi dan heppy…

Klo gw ga memutuskan untuk ‘hidup’, mungkin gw ga akan pernah tau gimana rasanya patah hati (:P), gimana rasanya hepi, gimana rasanya sedih…

If I choose not to be here, I will never feel all this big & small things, all this nice things in this world. Roller coaster's life.

Mungkin saja ‘dunia Apel’ ini bukanlah dunia yang terindah. Tapi bagaimana aku akan tahu bila aku ga mencobanya?ga nyicipinnya?

Hidup itu karunia

I am here now
I am live!I take ‘the apple’, I eat it
Bahkan bila pun kita ‘terlempar’ dari ‘atas sana’, in fact God still bless us on n on kan.

Even if there’s a chance to reborn n can choose to be someone else, I still want to be a Luluch

Luluch, Luluch and Luluch

Me,me and me!
However, I [still] love this life

Thank You God

Gw [lumayan] suka jeruk, so bisa jadi gw juga Gadis Jeruk [-nya someone else out there] hehe2 :P maksa…

1 Comment:

  1. Andri Kusuma Harmaya said...
    Luch,aku adalah orang yg sangat percaya pada yg namanya takdir.Kisah manusia itu sudah tertulis di Kitab,kita tinggal menjalani..Apa pun yg terjadi,itulah yg terbaik untuk kita.Tuhan sangat sayang pada hamba-Nya..hiks..
    BTW,yuni nikah mbek sopo luch?Dokter po dudu?

Post a Comment