The White Castle



The White Castle, by Orhan Pamuk, 1991, versi Indonesia diterbitkan oleh Serambi-Gita Cerita Utama, April 2007

*covernya bagus*

Well... buku ini nyeritain tentang seorang "aku" [tidak ketauan namanya sampe akhir, kayak di Va' Dove ti Porta Il Cuore-na Susanna Tamaro ajah], which is an Italian... yang sedang berlayar dan entah gimana terjebak dalam perang dan ketangkep... trus dijadiin tawanan [budak].

karena... pinter ngibul [ngibul klo dia menguasai ilmu kedokteran, well sebenere dia orang terpelajar-->menguasai astronomi,matematika, fisika, lukisan... but he's not a doctor actually]], dia dapet privilege di penjara, ngobatin orang2 [tawanan] yang sakit etc... Trus suatu hari dia dipanggil sang pasha untuk konsultasi penyakitnya, ehhh... sang pasha sembuh!!

Walopun rewardnya tidak sesuai harapannya -which is pengen dibebasin dan dikembalikan ke Italia], tapi malah dikasi uang n jadi "kesayangannya " Pasha... Trus suatu hari... dia dikenalin ama "HOJA". Dia kaget banget waktu ketemu Hoja ini, coz... mukanya persis dia, seperti kembaran [dan anehnya si Hoja tidak menyadari kemiripan ini]

For short, karena si "aku" ini ga mau pindah Islam, dia bakal dipenggal, tapi diselamatin ma si Hoja, n dia dijadiin budaknya Hoja. Bersama mereka merancang proyek "kembang api" yang keren, penemuan2 jam salat etc... Oleh Hoja, si "aku" disuruh untuk mengajari semua ilmu yang diketahuinya, bahkan menceritakan semua kehidupannya [semua yang dialaminnya].

N well.. si Hoja nih agak "sakit" deh, dia melakukan "game-tell me everything" yang bener2 menyiksa si "aku". dan entah gimana, mereka saling bercerita tentang kehidupan masing2. Dan... karena saking diforsirnya sama si Hoja, si "aku'nih sampe ngarang2 cerita tentang kehidupannya dulu semasa di Italy...

Trus... si Hoja nih dikenalin pasha ke sultan [a young boy who love to hunt!!percaya ramalan n tafsir2 mimpi], si Hoja jadi kesayangan sultan!Trus... setelah beberapa tahun, si Hoja akhirnya jadi peramal Istana, dan dia berkesempatan untuk menciptakan "senjata".

Setelah periode stress, dan saling "tidak nyaman" dengan keberadaan masing2, akhirnya mereka nyelesein senjata itu, dan berkesempatan untuk "trial" di arena perang. The sultan berencana untuk berperang dengan Polandia...

Well, too bad... evrything not doin well... bala tentaranya kalah, dan senjatanya ga bekerja sesuai harapan. Hoja panik... coz dia udah dijadiin sasaran oleh petinggi2 yang ga suka padanya...

N then...in one night... he slipped out from the tent... dia kabur ke Italy dengan menyamar sebagai "aku" --> mereka bertukar peran, si Hoja ke italy, dan si "aku" kemabli ke Turki, menajdi "Hoja"

Untungnya... si "Hoja" ini dilindungi sultan, somehow masih ebrtahan hidup [for a long2 time...]. dan kemudian ada kabar dari seorang perantau bahwa "si aku-palsu" udah balik ke Italia, publish a book bout his life in Turkey-sebagai tawanan dan menceritakan tentang Hoja "yang baik-keren" -->"si aku" palsu nih jadi terkenal dan kaya... Dan "si aku" asli menjalani hidup sebagai Hoja di Gezbe bersama istri dan anaknya sampai umur 70 tahun...

***
Mayan menarik... but... gw ga begitu suka cerita yang berbelit2 gini [maksud gw, banyakan sisi psikologisnya-2 orang yang bukan kembar tapi sangat mirip, menjalani kehidupan bersama2-saling terintimidasi satu sama lain-dan akhirnya bertukar kehidupan]. Saking gila-nya, sampe2 memori masa lalu pun ga ketauan mana yang beneran nyata n mana yang merupakan khayalan-bohong belaka.

Dan... the question is...???emangnya enak menjalani kehidupan orang lain??

*mungkin tidak seenak-senyaman yang kita bayangkan lhoooo*

*trus ada kata2 bagus di Bab Satu :
[banyak orang meyakini bahwa kehidupan tidak bisa ditentukan sebelumnya, bahwa semua kisah pada intinya adalah serangkaian kebetulan. Namun, bahkan mereka yang meyakini hal itu, saat mereka menengok kembali ke belakang, akhirnya menyimpulkan bahwa berbagai peristiwa yang mereka alami memang benar-benar tidak bisa dihindari]

Wewww... *manggut2 setuju* --> that's what i am thinking of...klo lo baca Misteri Soliter-nya Jostein Gaarder, bakalan nemu kalimat yang hampir serupa

*Ah well, The White Castle nih ngingetin gw ma bukunya Amin Malouf-Baldassar's Odissey. Tauk deh ya, mungkin karena style penulisannya hampir sama [karena Far east's people kah?], atau karena tokoh utamanya sama2 an Italian hehe...

Hmmm... selamat membaca!!

rating *** [dari 1-5 hehe]

0 Comments:

Post a Comment