resensi buku The Time Traveler's Wife
Author : Audrey Niffenegger, 2003, USA

Penerbit Indonesia : Gramedia, Mei 2007

Its a love story... so jangan ngarepin ceritanya bakalan kayak Back To The Future or science fiction gitu yah...

Buku ini menceritakan tentang kehidupan Henry DeTamble, penderita CDP [Chrono-Displaced-Person], suatu kelainan genetis dimana hidupnya meloncat dari suatu waktu ke waktu [penjelajah waktu]

Kemampuan ini “automatically” and “uncontrolled”, jadi dia tidak bisa pergi ke waktu yang dia inginkan ataupun menolak untuk pergi. Dia bisa pergi ke masa lalu maupun ke masa depan [masing2 dengan rentang 50 tahun terjauh], dia mulai menjelajah waktu saat berusia 5 tahun dan bertemu dengan dirinya sendiri yang berumur 24 tahun, dan dengan segera... old Henry mengajari little Henry how to survive...

Coz... Tiap kali Henry menjelajah waktu, dia pergi dengan telanjang, tanpa membawa apapun [no clothes, no money, no identity card], dan dalam keadaaan lapar, benar2 menyulitkan. Segera saja Henry harus menguasai seni mencopet, membongkar kunci dan gembok, berlari, seni bela diri, seni ngeles etc... Its all the matters how to survive without nothing....

Ketika Henry berusia 28 tahun, he met Clare Abshire [20 th], yang langsung mengenalinya, dan mengajaknya kencan! Clare bilang kalau dia sudah kenal Henry sejak kecil [sejak umur 6 tahun!], meanwhile that’s the first time Henry meet her...

Awalnya Henry ga percaya, tapi kemudian Clare nunjukkin catatan tanggal sejak mereka bertemu pertama kali sampai ketika Clare berumur 18 tahun. N... ternyata Henry masa depan lah yang ditemui Clare kecil... [Bcoz Henry loves her so much, kadang kalau menjelajah waktu, Henry pergi ke rumah tempat Clare berada]

Henry langsung jatuh cinta dan stuck on her... Pacaran, trus married, n mencoba punya anak... Clare hamil 6 kali tapi selalu keguguran [mekanisme tubuh menolak benda asing  Kayak reaksi Hipersensitivitas Rh+ ketemu Rh – gitu deh].

Karena kasihan pada Clare, Henry mutusin bwt vasektomi biar Clare gak hamil lagi [resikonya terlalu besar]. But ketika udah divasektomi, Clare hamil untuk ke 7 kalinya!

How come??

Thanks to Henry from past time...[quite weird yahh...] But finally they had a daughter... yang sayangnya juga nurunin warisan genetis Henry, be a CDP juga...

Sad ending-nya... Henry meninggal saat berusia 43 tahun [cara meninggalnya tuh perplexing deh... bener2 tak terduga], Clare 35 tahun...

Tapi ketika Clare berumur 82, dia isa ketemu ma Henry lagi [Henry umur 43, yang sempet menjelajah waktu ke masa depan sebelum dia meninggal]...

So sweet...

***

Well, ceritanya agak membingungkan yah? Hehe...

Hiyaa... abis tipikal flashback gitu... setting waktunya meloncat2... Dan walau diawal kesannya ga beraturan, tapi ternyata ntar ketauan kalau saling berhubungan.

Kehidupannya Henry tuh sebab-akibat yang membingungkan.... Well sulit ngejelasinnya [u should read it...]. Kita mikirnya “wah keren yah, isa menjelajah waktu”, tapi bagi Henry, “its not good...”

Karena... walaupun isa pergi ke masa lalu, dia ga bisa ngubah apa yang udah terjadi [Semua terjadi hanya sekali], dan kadang2 lo hanya bisa ngeliat kehidupan lo dari sudut pandang orang ketiga gitu [penonton doang], cant do anything... although it may harms u [dipukuli, dikerjain, etc... unless lo emang ditakdirin ” untuk diselamatin by ur another u”]

Its just like, everything has been determined, n u just have to undergo... Cant deny it... bahkan ketika Henry tahu bahwa dia akan segera meninggal... Then he knows that his time is over...

Sisi oke-nya, dia isa ketemu soulmate-nya, si Clare sejak Clare berusia 6 tahun [Henry berusia 36 tahun ketika ketemu dengan Clare 6 tahun]. Ok.... Its very cool!! Well, seberapa banyak orang sih yang ketemu soulmate-nya sejak dia umur 6 tahun?

Dan sejak saat itu, Henry sering nemuin young Clare [coz Clare is his home... tempat buat kembali --> romantis sekali...], walopun yang ditemuin tuh little Clare --> a bit Lolita complex yah :P

Seru... kadang2 Clare isa ketemu Henry saat ini dengan Henry kecil ataupun Henry masa depan secara bersamaan, isa tau hal2 yang akan terjadi nanti [walau kadang Henry pelit bicara]. Sedihnya... karena Henry sering pergi tiba2 [langsung hilang gitu], Clare ga menjalani kehidupan normal selayaknya orang lain...

Selalu nunggu, nunggu dan nunggu... sampai Henry kembali...

Umurnya Henry pun ga jelas... klo menurut standart waktu normal, usianya Henry is about 43 tahun, tapi dengan kepergiannya menjelajah waktu [ketika dia pikir dia sudah berjalan2 di masa depan or masa lalau untuk beberapa jam or hari, pada kenyatannya dia meninggalkan masa kini hanya beberapa menit saja, kadang2 begitu juga sebaliknya]. So... bisa aja usianya 45thun, 50 tahun or bahkan 39 tahun. meanwhile... Clare terus menua...

***

Hmmpppffh....
Jadi bingung ngejelasinnya lagi.... Coz... its WOW!! Its kinda book that u have to read by your own self to understand

Keren... isa tau n ketemu soulmate since young... benar2 suatu kemewahan... jadi iri ma Clare...

Rating [5 dari 5]

0 Comments:

Post a Comment