Bubble in My Mind

Nyambung ma postingan sebelumnya...

Klo ga salah Nietszche pernah bilang "Agama adalah candu masyarakat". Dia melihat ini akan "kesalehan" orang Katholik pada gereja. DOin evrything in the name of God

Itu bukanlah hal yang terjadi secara lokal ajah...

Liat ajah dimanapun... di Indo, ada terorisme mengatasnamakan agama... perang Salib antara Kristen n Islam pada jamannya Salahuddin, perang antara umat Hindhu n Muslim di Kashmir, perang Kristen-Katholik di Irlandia...

Ok, its wrong... But still... isnt it amazing... dengan latar belakang berbeda2... tapi dengan percaya pada agama [Bahkan, dengan kepercayaan buta pun!!-->kasarnya agama KTP gitu], u can manage it to a great power...

***

Yaks... pada dasarnya... semua agama mengajarkan kebaikan... Tapi, manusia yang menjalankan... mungkin pilih2 dalam menjalankan kebaikan itu...

"Kebaikan INTRA" bukan "Kebaikan INTER" religion...

Not all people... but... nyatanya pada abad 21 gini... manusia masih terkotak-kotak kan

Dan... parahnya lagi... ada orang yang emlakukan tindakan2 buruk didasarkan atas agama. Its a big nonsense...

Mulai dari menyalahgunakan ajaran agama demi kepentingan pribadi [material etc...], sampai menyalahgunakan agama demi kepercayaan orang lain dan mengarahkannya untuk berbuat hal2 yang ga bener. Memanfaatkan agama buat menghimpun massa, mendoktrinasi dengan pikiran2 yang [sebenarnya] tidak sesuai dengan ajaran agama, melakukan pembunuhan-terorisme-kekejaman lainnya atas dasar agama


Gak ada agama yang menyatakan "BAIK" untuk melakukan GENOCIDE, agak ada agama yang mengahruskan kita bertindak buruk kepada umat yang lain... Tapi manusia-nya lah yang salah menafsirkan dan salah memahami-nya...

Semangat gospel yang salah.

***

Bila dipikir2 lagi... agama2 besar didunia ini tumbuh kuat dengan berlumuran "darah". Kebanyakan disebarkan melalui ekspansi, penjajahan, pemaksaan... Kebencian akan kepercayaan lain...

Nggak indah

***

"Bagimu agama-mu, bagiku agama-ku"

Bukannya "kecuekan", tapi saling menghargai satu sama lain

My GOD

"Tidak ada yang otentik dari kebenaran. Kebenaran adalan kebenaran. Sama bunyinya dan sama gaungnya sejak semesta ada hingga hari ini. Namun pengalaman setiap individu atasnyalah yang selalu otentik dari zaman ke zaman. Ini yang telah menjadi langka di sekitar kita. Otentisitas"

Taken from Dee's word in her blog : http://dee-idea.blogspot.com tentang Brunch and Lunch with God

Brunch and Lunch with God, Its Dee's consept bout God

Bukan konsep tentang Tuhan ribuan tahun yang kita yakini [konteks samawi atau seperti agama2 besar yang exist sekarang]. Ini konsep tentang Tuhan yang everyday-around us, Tuhan yang asyik2 aja, Tuhan yang trendi, Tuhan yang gaul [bahasanya Dee]

How bout me?
Pada suatu waktu I believe that Religion is the only answer...

Pada dasarnya manusia mempunyai suatu kekosongan besar, kebingungan, keinginan untuk mengetahui mengapa mereka ada, exist, mengapa ada kehidupan yang kita jalani. dan tentu saja tentang ide after-death-life. tentang keselamatan juga...

How come?Why?

Mengingat beberapa bulan yang lalu, perbincangan dengan seorang teman di sebuah cafe di Stasiun Tugu... Pertama kalinya gw mengakui ke-agnostik-anku

My religion is Islam, I am Moslem. I did believe tentang konsep keselamatan yang ditawarkan oleh agama [in my case-Islam]. Orang Islam tuh bakal masuk surga, etc...

N then... Ada pertanyaan lain muncul?Akankah orang beragama selain Islam semuanya masuk neraka?

Its not fair right... Ada temen gw yang baekkkk bangetttt, Eka Natalia yang beragama Kristen, will she going to hell later?how bout her goodness?

Ok, its not my right to judge that...

but still... thinking bout that is perplexing...

***

All religion is good...

***
Ada sepenggal cerita dalam bukunya Dee yang Supernova-Petir, tentang Watti yang mu pindah agama [dari Kristen ke Islam], trus bilang ke Etra klo dia takut masuk neraka. Etra jawab [kira2 ajah kayak gini jawabannya} "Well, anggap aja kakak mendapat jaminan surga-nya Islam"

Artinya, ketika lo pindah agama, lo dapat jatah neraka from ur former religion, tapi disis lain juga dapet jatah surga from ur new religion

***

back to my self... Well, mungkin karena diriku ini kurang puas, atau... tidak mau memahami agamaku lebih dalam... Entahlah...

But... Nowadays... I do believe in GOD, n less in my religion... Agama adalah suatu cara "menuju" Tuhan, "memahami" Tuhan, agama adalah "cara"

Konsepku tentang Tuhan bukanlah "Above God", "Tuhan diatas Sana"

Tuhan ada disekkeliling kita, disekitar kita, bahkan dalam diri kita. Okay, im not talking bout Syekh Siti Jenar's Manunggaling Kawulo Gusti

But... Jika Tuhan tau segala tindakan kita, segala ucapan kita, segala yang kita pikirkan, segala yang kita doakan... Mau gak mau, ide itu muncul kan? "Bahwa Tuhan ada disekitar kita, bahkan dalam diri kita"

If i can say... God is the universe it self... including me, including u, including the ants, including the trees, inclunding the earth... everything...

Untuk berpikir itu, we dont need a specific religion. Its universal's thought...

***

Ok, bahkan ada yang bilang bahwa Agama itu adalah "kebudayaan", terbentuk oleh kultur dan suatu "kebutuhan". Pada dasarnya gak ada agama yang bener2 "pure". Terutama agama samawi, bila ditelusuri, ada hal2 yang hampir sama... Mungkin sistem "pembentukan" agama tuh seperti ketika Islam masuk ke Jawa, akulturasi dengan budaya Hindhu [akulturasi dengan agama sebelumnya].

Atau... in my opinion... Dari dulu kala terdapat suatu kebutuhan dari diri kita akan sesuatu "yang lebih2 BESAR dan MAHA dari kita", the Creator. Kita butuh "something" untuk dipuja, untuk temapt berdo'a, tempat meminta dengan segala Super-duper-power to grant our wishes...

Kita Butuh Tuhan. Dan agama, menurut gw terbentuk dari kebutuhan akan Tuhan tersebut serta... keadaan lingkungan sekitarnya. Maksud gw... pengetahuan sebelumnya, kultur-nya, kebiasaan2nya, adat istiadat-nya... dan... its what we see now...

***

Ok.
Salah atau benar itu tergantung dari perspektif-mu...

Until this time, I am a moslem, aku sholat, puasa, "berusaha menjalankan perintah-Nya"

Dulu, aku sangat2 percaya bahwa Islam adalah agama yang paling benar...

Tapi... skr konsep-ku berubah... religion is a way... Point-nya adalah Tuhan. Dan ketika sampai pada pemikiran itu... aku pun mulai mempertanyakan "sistimku", "caraku"

But... Tuhan Maha Pengasih bukan? jika Dia benar2 menginginkan suatu agama menjadi satu agama utama di bumi ini, its very easy for Him to destroy people who dont convert to His delighted religion...

***

Agama ialah salah satu warisan lahir, dan bahkan ketika kamu mulai tidak mempercayai-nya, mulai mempertanyakan keabsahannya-kebenarannya, sangat2lah sulit untuk "convert", bahkan ketika kamu bukanlah seorang yang sangat religius...

Its coulture-nilai yang ditanamkan dari lingkungan sekitar kita...

***

But for this time [I just warn u, my thought oftenly change...seiring dengan pengalaman dan pengetahuanku]...

my religion's consept already changed...

Im sorry if my post is annoy some people...

I do believe in GOD...

Pasangan Seratus Persen Sempurna-ku

Hari minggu lalu, aku baca cerpen ini di Suara Merdeka [yeahhh... i read both Kompas n Suara Merdeka]. These story has been written by some of Japanese author [forget... his name is Murakami or Harukami... something kinda like that]


I was struck... He has the same idea with me. Maksudku... persepsi tentang jodoh-pasangan-soulmate-orang yang kita temui-hubungan yang kita jalani.

He said... Pasangan seratus persen sempurna-KU! yang mungkin bagi orang lain tidaklah sempurna, biasa2 saja... tapi buat kita, he/she is the perfect one. In life we will meet this kinda person... dan mungkin bakalan ada juga pasangan 75 % sempurna or 85 % sempurna or 50 % sempurna... But there's... my-100 %-perfect-soulmate outta there...

I was happy... Its good to know that there's other people in other side of world had the same thought like you... but i guess thats coz of soulmate's consept is an universal's thing...

Be a "bakoel"

After few hectic days...

Finally i can do some blogging :D

Yeah...

I was so busy...
Aku dapet jadwal jaga hampir 10 hari berturut2. Well, emang sih ga full time... tapi tetep ajahhh... biasanya kan nyante hehehe...

Beside that... i have some side activity... be a merchant :P hohoho...

Iyah... sedang mencoba menjadi "bakul", yep2 bakul pakaian...

Iseng aja sih awalnya... Beli pakaian trus kujual lagi di RS. ternyata laku... Trus... kebetulan ditawarin ama mama bwt ambil dari Surabaya [well, mama kan skr semacam grosir gitu... dapet kiriman barang dari pedagang dari Pasar Atum, Pasar Turi, JMP Surabaya gitu...]. Kan lumayan... barang2nya ok, dapet harga bagus... Jadi aku isa jual hampir sama dengan harga pasar, amsih untung pula... N klo ga laku... aku isa retur... jadi ga rugi2 banget

Juga sempet ambil barang via internet [grosir online gituuu], tapi kadang barang dalam gambar kan beda ma barang in fact... tapi ya Alhamdulillah laku... walo some of juga di-bak-buk harganya [harga jual = harga beli]. Cuman... yang ini kan aku ga isa retur... jadi yah... harus laku, or at least... dipakai sendiri hahahaha :D

Trus... demi... mencarikan pesanan... rela2in PP Pwdd-Solo bwt cari baju di PGS. Ngotot nawar... heuheuheu... N klo ga turun2 juga harganya... Cabut!

Capek... tapi seru deh... Seneng klo dapet barang dengan harga murah, isa jual dengan untung yang lumayan. Lebih seneng lagi klo banyak yang beli hehehe :P

Oom-ku sempet komentar, dokter kok jualan!

yee... emang ga boleh? Lha wong halal kok... Lagian mengakomodasikan hobi belanja :P hahaha. KLo dihitung untung sih yah not so big... Tapi puas dan juga untung dalam bentuk barang n isa dapatin barang dengan harga murah daripada pasaran. Lumayan kan bwt Lebaran ntar... Isa bagi2 rejeki ke sodara hehehe

Ada yang komen... Ternyata dr Luluch punya bakat dagang yahhh. Secaranya... ya iya lahh... Ortu-ku selain PNS juag pedagang, kakek nenekku dulunya juga pedagang...

Tapi menurut temenku... Klo orang butuh [kepepet, didesak kebutuhan], dengan sendirinya ia akan usaha... ya salah satunya ya aktivitas purba itu, jual-beli...

Nih salah satu smsnya : Semua orang itu punya bakat itu. Orang lapar pasti cari makan. Bisnis itu sistem/cara. Dikatakan berhasil, tergantung gimana dia mengolah or me-managerial-kan sistem itu.

N...

Yang lebih penting, tau kebutuhan pasar, bisa membangun, mendorong dan membentuk reputasi produk, apalagi untuk investasi jangka panjang. Strategi pemasaran dan me-maintain-nya..

Whoa... ribet amattt yahhh...

***

But yah... ga ada salahnya belajar... Why not...