Manual Guidance of PTT to Papua



Well, postingan ini ditujukan bagi dokter-dokter yang berkeinginan untuk mendaftar PTT ke Papua. Aku tidak mengulas secara lengkap, ini cuman gambaran umum tentang keadaan PTT di Papua

So, lets start…

Biasanya dalam setiap periode PTT, Papua buka banyak kuota PTT. Walaupun mungkin hanya setengah dari seluruh kabupaten yang ada di Papua

Contoh, periode November 2007 ini, Papua mempunyai kuota PTT hanya di kabupaten Biak- Numfor, Supiori, Nabire, Mimika, Yapen Waropen, Jayapura, Keerom, Asmat dan Jayapura. Sementara untuk kabupaten Pegunungan Bintang, Paniae, Tanah Merah, Merauke, Sarmi, Wamena nggak ada kuota, karena sudah terpenuhi pada periode PTT bulan September. So… kalau daerah yang kamu minati ga ada di periode awal, check pada 2 bulan sesudahnya [periode berikutnya]

Kuota tiap kabupaten pun berbeda. Tahun ini yang terbanyak Biak Numfor [12 ST, dan 4 T], Mimika [12 ST, dan 4 T], sementara paling sedikit kabupaten Asmat [2 ST, yang kebetulan didapat oleh Ritom n Owen]. Lain2nya rata2 buka 5-7.

So… kalau pengen dapet PTT ya… pilihlah kabupaten dengan kuota terbanyak… Abis saingannya lumayan juga…

Rata2 temenku yang ketrima PTT tuh sudah ke 3 kali nya ini daftar PTT [aku juga ke 3 kali ini daftar], bahkan ada yang sampai 5 kali daftar!, dan rata2 udah lulus setahun sebelumnya… [sumpah dokter pada tahun 2005-2006 an], special case buat anak USU ’01 yang bisa sumpah pada awal 2007

Selain liat kuota, lihat juga keadaan geografisnya [peta!!], dan rajin baca Koran untuk mengetahui keadaan umum daerah. Seperti Mimika yang katanya kaya dan kuotanya banyak, tapi sekarang dalam keadaan rusuh, jelas ketar-ketir dung…

Lebih bagus lagi klo punya kenalan yang udah PTT di Papua, mereka bisa ngasi gambaran sekilas tentang keadaan PTT disana mulai dari penempatan ke Pkm, insentif, fasilitas, transport, makanan, biaya hidup, barang2 yang perlu dibawa… etc, lebih baik lagi kalau tanya2 kepada teman/senior yang pernah/sedang berada di daerah [kabupaten] yang dituju.

Ada cerita, kemarin pas anak2 yang berangkat dari Jakarta nyampe di bandara Sentani. Kebetulan mereka bertemu dengan senior mereka yang periode kemaren dapet PTT di Asmat. Mereka bilang “kami barusan aja turun gunung, ngelakuin SC”. Haaa… dan pucat pasi-lah si Ritom dan Owen… [seram, seram… tapi disisi lain, begitu selesai PTT, kamu jadi skill-full banget lho hehehe]

Secara geografis, lebih disarankan untuk memilih daerah yang mempunyai pantai atau sungai [selain “liburan” ke pantai terus, juga menyangkut masalah transport kita]. Kebanyakan dokter PTT di Papua ditempatkan di Puskesmas [Pkm] yang ada di pinggir pantai atau pinggir sungai [transportasi lebih mudah lewat air daripada jalan darat]

Kalau milih di daerah dataran tengah Papua yang mayoritas pegunungan [Jayawijaya, Oksibil], lembah [Baliem], perjalanan untuk sampai ke Pkm berat, begitu juga untuk mencapai kampung satu ke kampung lainnya, bisa 1-2 hari perjalanan darat [sangat2 tidak disarankan bagi cewek!]

Soal keamanan, secara umum kabupaten yang paling aman di Papua ialah Biak – Numfor. Jarang kerusuhan, kultur masyarakatnya pun hamper seperti di Jawa.

Kabupaten2 yang “agak kota” n “agak maju” di Papua tuh kabupaten Biak Numfor, Jayapura, Merauke, Mimika

Tapi jangan salah… kita mikirnya Jayapura tuh ibu kota Provinsi Papua, so mikir daerah ST-nya pasti ga terpencil amat2… But… in fact, keadaanya bisa jauh lebih parah daripada daerah ST ditempat lain.

Ada 1 tempat ST yang sangat-sangat-sangat terpencil!! ? Pkm Airu, yang baru dibuka 7 bulan lalu. Pkm Airu ini terletak di pinggir sungai Mamberamo. Hanya bisa diakses lewat jalur air [sungai]. Dan sekali ditempatkan kesana, kamu akan tetap disana sampai 6 bulan [tiba waktu untuk pulang], karena… there’s no transportation… Jadi datang kesana diantar kepala Dinas, menetap disana sampai waktu dijemput kepala dinas lagi [speedboat-nya kepala dinas-lah satu2nya alat transportasi yang mengantarkan kembali ke peradaban].

So… it’s really2 tough life to do… No transportation, no signal, no electricity [mungkin ada genset juga?tapi kayaknya nggak deh, soalnya jelas ga ada transport buat solar-nya], n u are the only outsider between the natives![tapi sangat2 dihormati lho… ]. Bener2 PTT deh, pasti akan jadi pengalaman tak terlupakan dalam hidup :P [for me, no thank you!]

Kalau seperti Biak sendiri, infrastrukturnya bagus, jalan rata2 aspal-an, mudah mu kemana2. Pkm di Pulau Biak yang pelosok pun bisa di-PP dari Biak Kota [sekitar 1 jam-an ? Warsa dan Korem]. Ada sinyal HP [Telkomsel n Indosat]. Pkm-nya rata2 di pinggir pantai [terutama yang di pulau Numfor dan kepulauan Padaido]

Soal insentif daerah… masih ga jelas. Habisnya sering berubah2 antar periode sebelumnya dengan periode kini. Yang jelas Biak ga dapet insentif [katanya insentif-nya berupa kebebasan buat cuti,pulang elbih awal>, yeahhhh… :P]. Supiori periode ini dapet insentif 1,9 juta/bulan. Yapen sekitar 3-5 juta-an, Nabire gak ada [ga tau yak lo tahun depan sudah masuk anggaran daerah lagi], Mimika juga ga jelas. Kalau dari denger2 sih, kabupaten2 di Papua Barat ngasih insentif yang lumayan buat dokter PTT

Kalau milih PTT Papua, biar ga berangkat sendirian ke Jayapura seperti yang aku alamin, aku saranin barengan ma temen buat ngambil kabupaten yang sama, or at least provinsi yang sama. Trus, klo dah liat pengumuman ga ada temenmu yang ngambil provinsi yang sama, lebih baik berangkat lewat Jakarta, barengannya lebih banyak.

Aku nih termasuk ngenes banget. Coz berangkat dari Semarang ke Jayapura cuman berdua, n karena suatu hal, akhirnya malah aku berangkat sendirian ke Jayapura [huwaaaa…]

Trus… biasanya kan dapet jadwal kapan kumpul di DinKes Provinsi tujuan tuh… usahakan datang kesana sesuai jadwal. Emang sih ga bakal kena sanksi kalau telat sehari-2 hari, tapi ini menyangkut transportasi kamu ke kabupaten tujuan, ada temen barengannya untuk ke kabupaten. Seperti aku, yang tetep nekat berangkat sendiri agar isa sampai Jayapura tepat waktu, dan terbukti keputusanku nggak salah. Karena keesokan harinya tim Biak langsung terbang ke Biak. Seandainya aku delay, dan baru tiba keesokan harinya, pastilah “ngaplo…”, ngurusin apa2 sendirian [duhhh, nggak banget deh!]

Tiket perjalanan ditanggung Depkes, sesuai tiket pesawat yang dipesan .Info yang dulu2… dokter PTT periode2 sebelumnya dapet uang lumpsum plus uang tiket [dengan standart Garuda klas ekonomi] plus uang penginapan

Tapi… kenyataannya, dokternya pake flight dari maskapai yang lebih murah, agar ada uang sisa. N Depkesnya sendiri lagi mengetatkan “ikat pinggang” [denger2 buat nombokin AskesKin gitu deh], so ya finally, pengeluaran uang transport kita akhirnya dengan tiket termurah yang bsia didapatkan [langsung dalam bentuk Tiket perjalanan, untung buatku… karena kalau dengan jatah, aku musti nombokin tiket ke Jayapura!]. Depkes kerjasama dengan travel, dan mereka langsung nyariin flight ke bandara terdekat kota tujuan sesuai keinginan kita [maksudnya nyesuain dengan waktu yang kita inginkan].

Ini lebih ok buat kita, coz kita bisa minta connecting flight [palagi buat aku yang berangkat dari Smg, yang notabene musti via Jakarta or Surabaya dulu] sesuai keinginan kita. Oh ya, sebenernya waktu itu kita dikasi tahu klo kita cuman dikasi uang jalan 150rb untuk perjalanan dari Smg ke Jkt or Sby, tapi setelah complain, akhirnya tiket pesawat dari Smg ke Jkt or Sby dibayarin juga oleh Depkes [Alhamdulillah…]

Uang lumpsum bervariasi, tergantung provinsi tujuan. Ke Papua kita dapet 970 rb, ke Sultra, dapet 670rb, Maluku 670 rb, NTB 770 rb [cuman itu yang aku tahu]. Rata2 sih ya dapetnya 670 rb, untuk 2 hari perjalanan. Sedangkan untuk penginapan, kita dapet jatah 1 hari nginep di hotel. Katanya sih jatah per orang tuh 200 rb, diklaim ke orang Depkes yang udah ada di Provinsi tujuan [klaim!!jangan mau ditempatin di hotel yang buluk!palagi klo sekamar ber-2 or ber-3, coz… ada aja yang tega manfaatin keadaan dokter PTT. Tegesin, tegesin!!]

Orang Depkes ini ada di provinsi tujuan untuk 2hari, so kalau kamu nyampe provinsi tujuan, tapi mereka udah pulang, klaim-lah ke bagian bendahara Depkes [nanti dikasih SPPD – Surat Perintah Perjalanan Dinas; nanti disana ada alamat tempat berkas2 dikirimkan, kirim aja ke bendahara keuangan; receipt hotel plus copy halaman depan buku tabunganmu].

Di Jayapura, kemarin kita nginep di Hotel Permata. Ni hotel termasuk mahal n jauh dari Dinkes provinsinya [not recommended, mahal di biaya transport]. So, kalau mau ngirit, bisa nginep di asrama haji, or gedung BKKBN yang dekat dengan DInkes Provinsi Papua [murah kok, 25rb/malam, 1 kamar bisa 4 org, tapi ya fasilitas seadanya gitu…]

Oh ya, transport di Jayapura lumayan mahal. Dari bandara sebenarnya ada pilihan mu naek angkot, or naik taksi bandara [yang Avanza]. Kalau naik angkot sih sekitar 5-10rb an kayaknya buat nyampe ke kota, tapi aku juga ga tahu trayek-nya kemana aja. Kalau ada barengannya, lebih baik naik taksi bandara aja, mahal sih [200rb-an, di-nego yah!], cepat, nyaman dan langsung dianter ke tempat tujuan. Jangan lupa nanya no hp pengemudi taksi-nya, in case u need it [buat nganterin ke bandara lagi]

Kata temenku, yang periode kemarin tuw nungguin SK dari provinsi-nya lama [2 hari- 1minggu gitu], tapi Alhamdulillah, kemaren tuh begitu kita datang, SK langsung dibagiin, so esoknya kita bisa langsung berangkat ke kabupaten

Dari Jayapura, untuk ke Biak, Mimika, Merauke, Yapen bisa ditempuh dengan pesawat langsung. Sedangkan untuk beberapa kabupaten lainnya, harus naek lagi pesawat perintis. Seperti ke Asmat yang harus terbang ke Merauke dulu, baru kemudian dari Merauke harus naek pesawat perintis ke Asmat. Paniae juga gitu, terbang berkali-kali. Sedang untuk kabupaten lain yang ada pantai-nya, lebih mudah naik kapal [seperti Nabire, Sarmi], dan ada juga yang via darat [such as Keerom]

Untuk transport dari provinsi ke Kabupaten tuh ntar pake uang pribadi dulu, ntar diganti oleh Dinkes Provinsi langsung ke rekening kita [ntar kita disuruh ngisi daftar isinya no hp n no rekening kita]

So ya… siapin uang lebih. FYI, harga tiket pesawat ke Biak [Merpati] sekitar 650rb, klo Garuda 750rb. Harga tiket pesawat ke Mimika juga sama… Kalau emang waktunya sela dan memungkinkan, ke Biak bisa ditempuh dengan naik kapal, biayanya lebih murah, tapi jarak tempuhnya juga lebih lama [don’t worry, uang perjalanannya sama kok dengan yang naek pesawat, karena tiketnya diitung berdasar standart harga pesawat].
Oh ya biaya makan di Jayapura lumayan mahal, sekitar 11.000-15.000 sekali makan. Harga2 barang juga tentu saja lebih mahal daripada Jawa…

Bagasi… rata2 kita dapet bagasi gratis 20-25 kg. Klo packingnya bagus, bisa cuman bawa 2 tas ajah [like me, cuman tas dorong ma backpack]. Klo mu sekalian bawa bagasi banyak, sekalian ajah bawa peralatan masak [soalnya belum tentu didaerah udah tersedia peralatan masak]. Sekali lagi, packing yang bagus, biar ga ribet bawanya… kalau mau, bawa barang secukupnya, trus ntar barang2 lainnya dipaketin aja begitu nyampe kabupaten [mehel siyyyy… ]

Please, jangan bawa barang2 yang ga perlu [such as ; BAWA 6 GALON AIR!! ==> ada tuh yang bawa 6 galon air dari Jkt ke Biak, wakakakaka... or... BAWA LAMPU TEPLOK ==> ada di Papua kok... apalagi Biak... Dan juga ga usah bawa RINSO 5 kg!! --> FYI, ini beneran lhoh... aneh2 aja...]

Secara umum, apa2 yang lo butuhin tuh ada di Papua, cuman ya emang harganya jatuhnya lebih mahal... Tapi klo sampai bawa barang2 seperti diatas, aduhh... enggak banget dehhh... Papua ga sampe segitunya kok...

Kalau mu berangkat, minumlah anti malaria sebelumnya buat preventif ya...
Barang2 yang disarankan bwt dibawa:
1. Mosquitos repellent yang buanyakkk… jelaslah… malaria-nya ganas2… sekalinya kamu ke Papua, berarti udah nempatin parasit malaria ke tubuh
2. Senter plus batre cadangan, disarankan beli batere recharge-able, abis batere sekali pakai tuw mahal banget disini [untuk daerah yang tanpa listrik, maaf ya…]
3. Buku!!protap2 tuh lumayan berguna. Kapita Selekta juga boleh… E-Book juga ok...
4. Minor set [klo di Biak siy ga usah… ada di Pkm kok], handschoen yang banyak [ingat2! Papua tuh endemis HIV/AIDS], antiseptic cair
5. Tisu basah, didaerah yang susah air, tisu basah tuh sangat2 berguna… [gantinya mandi!]
6. Sun block… Papua tuh panas banget
7. Payung or jas hujan [terutama pada bulan2 begini… penting!]
8. Kamera… wuahh… Papua niy cantik banget… rugi klo ndak diabadikan
9. Mp4 player or Ipod, berguna!! Laptop juga boleh [klo ada listrik ya…]
10. Barang2 elektronik, macem setrika, rice cooker kecil. Abis mahal2 klo di Papua…
11. Vitamin2, suplemen, or obat2an gitu… sekali lagi, itu barang mahal di Papua…
12. Boleh juga bawa pemanas air elektrik yang batangan/spiral itu, sangat2 berguna!! [klo di Biak sih di Hadi juga jual]
13. Bawa termos, yang kecil aja cukup... barang gini mahal di Papua...

Oh ya... klo bawa hp yang udah ada JAVA or midp2 nya... aku saranin, aktifin koneksi internetnya... Di Papua ada GPRS kok [Di Jayapura n Biak sih], tinggal download Operamini 4 ma aplikasi instant messenger. Sangat2 berguna n murah sekali... tetep dapetin berita yang up to date [koran mahal disini!], dan tentu aja biaya komunikasi via chating kan lebih murah daripada sms. Telkomsel maupun Indosat bisa...

Hemmm.. rata2 provider yang ok disini tuh Telkomsel [halo, Simpati, AS] ama Indosat [Mentari, Im3], ada juga Flexi...

What else lah… yah segitu aja cukup deh buat sekarang hehehe ...

Intinya… siap2lah dengan perbedaan kultur disini, perbedaan kemajuan yang jauh sekali dengan Jawa, siap2 ga ada sinyal, siap2 ga ada listrik, siap2 susah transportasi [nggak semuanya se”mengenas” kan itu sih… but ya… tabahkan hati lah… :P ]

Yah begitulah gambaran singkat tentang Papua, ntar aku bikin lagi Manual Guidance of PTT Biak Numfor hehehe. Jangan pikir semua PTT di Papua tuh "horor" ya... tidak tidak... [kami yang di Biak ini serasa di Jawa aja... anggap aja liburan 6 bulan :P ]

Ok deh. Gud Luck, semoga berguna. Kalau butuh info lebih lanjut, kontak aku aja di imel-ku hehehe...

5 Comments:

  1. Astri said...
    Good luck ya.... 6 bulan itu sebentar dan memperkaya jiwa. Hati2 selama di sana :D Selamat menimba pengalaman
    amelia sadiati said...
    saya rencana mo ptt ke papua...boleh tau alamat email or id ym? mo nany2 ni.. pls send to ameliasadiati@yahoo.com immediately yaa...tq
    Tukang Nggunem said...
    Selamat bertugas ya bu Dokter, jaga diri di tanah orang...jangan ikut2an maen panah2an lho ya...
    Salam hangat selalu
    coco said...
    tak bosan2nya aku baca tulisan2 di blog ini.. bener2 blog yg bagus..
    Ngebolang di Papua said...
    Salam Kenal dok...

    Saya termasuk orang yang terinspirasi oleh blognya dokter Lulu.... Inspirasi buat PTT ke Papua dan Inspirasi untuk membuat blogg...

    sukses selalu dengan PPDSnya, semoga nanti saya juga bisa mengikuti jejaknya....aminnn.

    Kunjungi blog saya juga dok, isinya tentang pengalaman menjalankan PTT di Papua:

    http://fuadthebolanger.blogspot.com/

    Matur Nuwunn dok...

Post a Comment