Hows Life Goin On in Numfor?


Its me in front of my Puskesmas… Puskesmas-nya not bad kan…

Aku dan Bafith bertugas di Puskesmas Kameri, distrik Numfor Barat. Puskesmas ini ber-lokasi di desa Pomdori. Desa ini berada di tepi pantai. Jadi Puskesmas dan kompleks perumahan pegawai Puskesmas ini berada di tepi pantai. Jadi kalau malam, suara latar belakang saat kami tidur tuh suara ombak. Keren hehe

Ombak ditepi Pomdori ini tidak sampai ke pantai, karena ada reef barrier sekitar 200-500 meter ditepi pantai. Jadi, lumayan untuk mengurangi abrasi, dan menunda waktu tsunami [bisa nyelametin diri ke darat dulu hehe :P]

Aku dan Bafith tinggal bersama perawat di kompleks Puskesmas. Sebenarnya untuk kami sudah disediakan 2 rumah dinas [rumdin], tapi masih dalam proses rehab. Sehingga, untuk sementara aku tinggal bersama 2 perawat pendatang [mbak Rosa dan Eka]. Sementara Bafith tinggal di rumah persis didepan rumah aku bersama pasangan suami istri Aho-Rani.



[rumahku yang sebelah kiri]

Rumah itu luasnya kurang lebih 50 m2, dengan 2 kamar dan 1 kamar mandi. Tapi sumur berada di luar. Ga ada pompa air maupun pipa, jadi tiap pagi dan sore aku harus olahraga, mengangkat air dari sumur ke rumah. Lumayan… jalan 10 meter sambil membawa 2 ember kanan-kiri hehehe

Secara teori, kami kerja mulai dari Senin-Sabtu, dengan jam kerja jam 08.00 WIT-14.00 WIT (kecuali Jumat dan Sabtu). Tapi pada kenyataannya, walaupun Pkm Kameri bukanlah Pkm DTP [Dengan Tempat perawatan], jam kerja bisa saja sampai kerja 7 hari seminggu, dan tetap harus siap-siap 24 jam. Karena pasien datang tidak tentu waktu

Tapi enak juga kalau tinggal didekat kompleks, tak perlu terburu-buru untuk berangkat kerja. Tinggal jalan 10 meter aja, udah nyampe Puskesmas. Kadang-kadang kalau sedang sepi pasien [paling rame cuma hari Senin], masih dalam jam kerja, kami pulang dulu, istirahat, nanti kalau ada pasien, baru dipanggil ma perawat..

Kadang-kadang juga kalau lagi nungguin pasien, kami duduk-duduk di depan Pkm, sambil menikmati pemandangan ke arah laut, diiringi angin sepoi-sepoi... menyenangkan sekali!

Kompeks-nya lumayan aman. Karena dikelilingi rumah penduduk desa Pomdori. Lagian Pak Kapuskes kami cukup disegani, jadi orang mau berbuat macam-macam dengan pegawai Puskesmas pun akan pikir-pikir.

Disini banyak sekali anjing!. Gila… jadi kalau habis makan n mau cuci piring di luar rumah. Dalam waktu sekejap, anjing-anjing akan merubung aku mengharapkan sisa makanan [apalagi kalau habis makan ikan]. Gimana nggak ngeri coba… Well, karena kami muslim, jadi yah lumayan “berhati-hati” dengan anjing-anjing itu.

Disini kan ga ada masjid, jadi ga ada adzan. Jadi kalau sholat, ngira-ngira sendiri waktunya. Yang lucu ya untuk nentuin waktu Maghrib, kami memakai patokan waktu listrik menyala. Jadi kalau listrik sudah menyala, well itulah saatnya Sholat Maghrib.

Makan… numpang sama perawat. Maksudnya, nebeng masak gitu… Aku sudah siapin beras di rumah sih, tapi sampai sekarang belum digunakan mbak Rosa [ :? ]. Karena aku tidak bisa masak [coba masak nasi kemarin pun gosong hehe], jadi ya ngikuuuuutttt aja… Tapi sepertinya kalau rumah dinas sudah jadi, dan aku tinggal sendiri, aku harus belajar masak sendiri deh… kan tidak ada warung makan disini…

Minum... kami memakai air kemasan [tak usah disebut merk-nya]. Tapi untuk masak, ya ngikut yang masak ya... pake air asli. Tapi sebenarnya lumayan kok, masih mendingan kalau dibandingkan air asli Purwodadi :)

Oh ya… karena sebentar lagi mau pindah rumdin sendiri, akhirnya aku beli peralatan-peralatan rumah tangga. Emang sih ada bekas peralatan-nya dokter periode kemarin, tapi sepertinya kurang, jadi ya belanja lagi deh.

Disini tidak ada pasar. Adanya cuma toko-toko kecil. Kalau perlu sesuatu, biasanya kami pergi ke Yemburwo, dimana ada toko-toko yang lumayan besar [untuk ukuran Numfor], yang menjual sembako, alat kelontong, peralatan rumah tangga sampai alat pertukangan. Rata-rata pedagangnya orang Makasar dan mereka sudah hafal dengan kami [orang baru di Numfor tuh ketauan deh… saking kecilnya…].

Tapi kami jarang belanja di Numfor. Kebanyakan bahan makanan kami beli di Biak, karena harga di Biak lebih murah dan persediaan barangnya lebih lengkap dan bervariasi. Jadi besok ketika kami kembali ke Numfor, bisa dipastikan bagasi kami banyak sekali. Karena itu ketika berada di Numfor, bisa dibilang pengeluaran kami tidak terlalu banyak.

Kami lumayan sering bepergian, naik motor [biar irit bensin, disini bensin 1liter = 7rb, mahal ], mengunjungi teman-teman dokter yang tinggal di Yemburwo, atau jalan-jalan mengitari Numfor. Numfor itu indah banget lhooo…

Ada beberapa spot-spot yang sudah kami tandai dan aku sudah bertekad untuk mengunjunginya lain waktu.



Didekat rumah kami pun ada sebuat tempat favorit untuk bermain. Jembatan. Jembatan ini menghubungkan desa Pomdori dan desa Yenmanu. Jembatan ini terletak diatas kali [tak tahu apa namanya, cuma disebut kali saja]. Kali ini sepertinya merupakan hulu dari sungai, jadi airnya merupakan campuran air laut dan air tawar, arusnya cukup kuat. Pemandangan di Jembatan ini sangat indah sekali. Anak-anak sering main disini, saling unjuk kebolehan berenang atau melompat dari jembatan. Aku pun sering main disitu, pemandangannya saat matahari terbenam sangat indah.

So far, hidup disini lumayan enak. Masih ada listrik, masih ada sinyal, dan lingkungannya enak :)

1 Comment:

  1. Andri Kusuma Harmaya said...
    Luluuuuuuuuch…Lama tak jumpa denganmu!! Walah…km ke tanah Papua yak! Jauh amat! Cewe lg…Ntar kulitmu jd item loh…Eh katanya Sondang abis dr sn jg yak? Trus km pulange kpn??
    BTW, I have read ur blog…Its nice blog. ;) Kabar terbaru: 650 prajurit TNI Batalyon 407 yg dikirim ke Papua dari Jawa, 80 persen terserang penyakit malaria dan satu orang bahkan meninggal….Sebegitu ngerinya kah nyamuk2 disana??
    Teman2 yg pas PTT mbok ya bikin blog kyk luluch ini lho…Ya ga luch?
    Last but not least, please visit my blog n give ur comment…I will appreciate that.Wokey????
    For more…see at: http://eharmayaku.blogspot.com

Post a Comment