Sekilas Biak-Numfor


Biak Numfor, merupakan salah satu kabupaten kepulauan di provinsi Papua. Kabupaten Biak-Numfor ini terdiri atas pulau utama Biak, pulau Numfor dan sekitar 40-an pulau-pulau kecil di kepulauan Padaido.

Menurut situs resmi Pembak Biak-Numfor, awalnya daerah Biak-Numfor ini bernama kepulauan Schouten Eilanden hingga awal tahun 1960-an. Daerah ini berada di Teluk Cendrawasih, di bagian kepala burung dari Papua. Biak-Numfor mempunyai luas wilayah 21.672 Km2, 10 distrik dan jumlah penduduk 21.672 Km2 (data tahun 2003). Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik di sebelah utara dan timur, di sebelah selatan berbatasan dengan selat Yapen, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Supiori.

Karena letak geografinya yang dekat dengan garis katulistiwa dan dikelilingi oleh samudera Pasifik, maka pola iklim dipengaruhi oleh monsoon dan maritim. Sehingga, curah hujannya merata sepanjang tahun. Dan cuaca seringnya "unpredictable". Sering turun hujan dengan tiba-tiba, namun sesaat kemudian, cuaca menjadi cerah kembali.

Biak merupakan salah satu daerah yang maju di Papua. Jadi wajar saja kalau terdapat bandar udara disini, yakni bandar udara Frans Kaisiepo yang berada didekat daerah Mandala. Bandara ini terletak di pinggir pantai lho. Jadi begitu keluar dari bandara, kita bisa langsung melihat laut. Dari Biak, ada flight langsung ke Makassar, Jakarta atau Surabaya. Jadi, transportasi kesini "available" everytime [asalkan ada seat yang kosong aja].

Selain bandara, ada juga pelabuhan untuk kapal. Setahuku ada 2 pelabuhan. Pelabuhan Utama, yang berada di dekat DinKes Kabupaten, tapi yang bersandar disini hanyalah kapal-kapal perintis [macam Papua Lima, Yapwairon, etc]. Sedangkan kapal feri [ASDP] bersandar di Pelabuhan Mokmer di daerah Bosnik

Secara umum kota Biak ini lumayan ramai. Hampir seperti di Jawa, jadi kadang-kadang tidak terasa kalau aku sedang berada di Papua. Penduduknya pun beragam, banyak pendatang juga, baik dari Jawa, Manado, Bugis, Batak etc. Pekerjaan bermacam-macam, mulai dari PNS, pedagang, nelayan, etc. Plural, dan karena Biak sendiri juga merupakan basis militer TNI AD dan TNI AL, so pasti... banyak tentara disini

Pusat dari Biak-Numfor berada di distrik Biak-Kota. Hampir seluruh kantor pemerintahan berada di distrik ini, begitu pula aktivitas perekonomian. Jalan protokol berada di jl Imam Bonjol, yang mana merupakan "pusat keramaian" kota Biak

Jl Imam Bonjol ini hanyalah seruas jalan pendek, sekitar 1 km. Banyak toko-supermarket-bank-hotel-restoran berada di jalan ini dan sekitarnya. Toko terbesar di Biak "Supermarket Hadi" berada diujung jalan ini. Well, inilah "mall"-nya Biak, walaupun kalau di Jawa, hanya masuk kategori swalayan biasa.

Di sekitar Imam Bonjol pun ramai, seperti jalan Selat Makassar, Selat Madura, etc. Banyak pula toko-toko disini. Entah kelontong, elektronik, dll. Namun sayangnya aku tak melihat ada toko buku di Biak

Ada 2 pasar utama di Biak. Yakni Pasar Inpres yang berada di dekat DinKes, seperti layaknya pasar kabupaten, menjual hampir semua bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga. Rata-rata pedagangnya pendatang, kebanyakan orang Bugis-Makassar. Sementara di jl Wolter Monginsidi, didekat bank Mandiri, ada Pasar Ikan. Kita bisa membeli berbagai macam hasil laut disini. Biasanya kita dapat membeli ikan, udang, cumi, dll dengan harga yang jauh lebih murah daripada di Jawa [mana fresh pula!]. Cuma... pada musim seperti ini [cuaca sedang buruk], hasil laut susah didapat, jadi harganya cukup melambung tinggi

Selain Pasar Ikan di kota, ada pula Pasar Ikan Bosnik yang berada di wilayah Bosnik [sekitar 30 menit dari kota]. Ikan-ikan dan hasil laut di pasar ini rata-rata disuplai dari nelayan di kepulauan Padaido. Tapi pasar ini hanya ada pada hari-hari tertentu, yakni hari Selasa-Kamis-Sabtu

Bila hendak bepergian, sarana tranportasi yang tersedia ialah taksi dan ojek. Taksi disini bukan seperti layaknya taksi yang kita kenal di Jawa. Lebih menyerupai angkot, namun dengan 7 tempat duduk, dengan kapasitas maksimal 8-9 orang. Ongkos taksi disini sangat murah, hanya Rp 2000, dan enaknya lagi, kita bisa diantar sampai depan rumah [asal sesuai trayek saja].

Kadang-kadang trayek taksi tidak tertulis di body taksi, tapi kita bisa melihat pada plang warna yang ada diatas taksi, plang itu menandakan tujuan taksi. Tapi gampangnya, kadang aku menghentikan taksi dan menyebutkan tujuanku. Kalau oke, ya tinggal naik saja. Dekat ditujuan, tinggal bilang "depan", langsung deh berhenti taksinya... asyik kan. Taksi ini ada mulai dari sekitar jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Diatas jam itu, agak susah untuk mendapatkan taksi.

Selain taksi, ada alternatif lain, naik ojek! Banyak sekali terdapat pangkalan ojek di Biak. Bahkan tukang ojek ini sering lalu lalang dijalanan. Kita dapat mengenalinya dengan mudah, dengan penanda khusus "helm merah". Yap! bila ada orang menaiki motor dengan menggunakan helm merah, 90% bisa dipastikan dia tukang ojek. Tinggal hentikan, dan menyebutkan tujuan. Rata-rata sih ongkos ojek Rp 3000. Namun kalau malam hari atau dini hari, ongkosnya menjadi Rp 5000

***
Lucunya disini, kita susah mendapat koran yang up to date. Jadi koran-koran yang dijual itu biasanya terlambat sehari [kecuali koran dari pesawat terbang ya]. Majalah-majalah ataupun buku pun terbatas, biasanya bisa dibeli di Hadi, tapi ya gitu... not up to date

Tapi kita bisa mendapat informasi terbaru via TV [well, harus pakai parabola!], dan juga internet. Setahuku ada 3 warnet di Biak. Yakni Dibiak Com [didepan Sales office Garuda Biak], Wahyu Net [jl Imam Bonjol], dan Warnet Papua Makmur Computer [entahlah, tidka tertulis nama lengkapnya]. Yang terakhir ini juga berada di jl Imam Bonjol, di dekat hadi, dan rupanya 1 kompleks dengan semua properti Hadi. Warnet inilah yang sering kukunjungi, aksesnya lumayan cepat dan murah, tapi... ramainya minta ampun seusai waktu pulang sekolah, remaja bermain game-online! [well, sebelumnya tidak terbayangkan olehku kalau akan menemukan game CounterStrike di Biak :P ]

***
Potensi wisata di Biak sangatlah besar. Ada berbagai obyek wisata menarik di Biak. Selain pantai-pantainya yang cantik[Bosnik, Yendidori, Marau], juga terdapat Gua Jepang, Monumen Perang Dunia ke II[di desa Parai], ada Taman-taman anggrek, dan sebagainya.

Aku iseng-iseng browsing di internet, ada beberapa yang menyebutkan kalau Biak mempunyai keindahan bawah laut kelas dunia, salah satu spot menarik untuk diving dan snorkeling. Well, sayangnya aku belum pernah mencobanya.

Tapi aku pernah mengunjungi pantai-pantai di Biak, Numfor maupun disalah satu pulau di kepulauan Padaido. Dan benar, Biak memang sangat cantik. Pantai-pantainya masih bersih, pasir putih, dan enak sebagai tempat berenang. Selain itu lautnya sangat jernih, sehingga bila kita berada di dermaga, bila kita melihat kebawah, serasa berada di akuarium, kita dapat melihat jelas hewan-hewan laut berkeliaran kesana kemari. Menyenangkan sekali. Jauh sekali dengan pantai-pantai di Jawa

Kita bisa bepergian ke pulau-pulau di kepulauan Padaido dengan naik speedboat [Perahu kayu bermesin dengan semang [cadik kayu]]? seram? well ya... you will be exposed to Pacific Ocean [katanya sih banyak hiunya hehehe], pantas bila takut, tapi... sepertinya seru juga kan??

Come on here and try it!

3 Comments:

  1. Anonymous said...
    Waw,.. itu tempat kelahiranku..


    Lg PTT d Biak y?

    semoga betah dan suksek

    Ada YM ga? :)
    suis said...
    smailjumatiBIAK (Bila Ingat Akan Kembali) begitulah kami menyebut kota karang panas itu..... Kota terindah sepanjang Hidup q.. Heheheh.,^^
    Rindu sangat Biak,...!
    elyn said...
    kangennn BIAK,sdh 12 thun tinggalin kota klhiranq t4 q hbiskan masa kecil n masa remajaq .

Post a Comment