Stuck in Biak


Sudah cukup lama aku dan teman-temanku tertahan di Biak. Kami, dokter yang bertugas di pulau Numfor, tidak bisa kembali ke pulau Numfor segera. Karena tidak ada sarana transportasi menuju kesana.

Kapal Cendrawasih yang sedianya berangkat Selasa kemarin, membatalkan jadwalnya karena cuaca buruk. Ketika kami mencoba booking pesawat Twion Otter ke Bumfor. Its fully booked!!Antreannya gila-gilaan, sudah mencapai no 100, padahal seat-nya cuma 17...

Kapal perintis pun belum ada kabarnya. Ada rumor kalau besok Selasa, Papua Lima akan berangkat ke Numfor. tapi berita ini pun belum bisa dipastikan kebenarannya, harus dikonfirmasi tiap hari ke pelabuhan [yap, cek manual!]

Bisa dibayangkan... gimana nggak stress?? Aku sendiri sudah ingin kembali ke Numfor segera. Awalnya sih senang-senang saja... Tapi lama-lama... Bosan juga nggak ngapa-ngapain, i need to work, i need to do something.

Selain dokter Numfor, temanku yang bertugas ke pulau lainnya juga tidak bisa turun. Cuaca yang buruk, serta pasokan BBM yang tidak lancar... kombinasi buruk... Minyak tanah sulit didapat, padahal minyak tanah inilah bahan bakar Johnson. Minyak tanah langka, Johnson tidak bisa jalan, dokter pun tidak bisa ke pulau

:(

Semoga besok kami bisa segera berangkat ke tempat tugas masing-masing...

0 Comments:

Post a Comment