DURIAN

Kemarin aku "pesta durian" dengan Betty. Well, sebenarnya tidka layak untuk disebut pesta sih, lha wong kita cuma makan durian 2 hehe, tapi mantappp dan puaaasss...

Di Biak sedang musim durian, dimana-mana ada yang jual durian. Tapi kulihat pusatnya disini di dekat Wisma Awan Jingga, sebelum bank Mandiri. Orang-orang menyebutnya "Pasar Durian". Ada 10-an kios yang menjual durian, tumpukan durian dimana-mana... Haruuummm... menggoda selera.

Sebelumnya, waktu di Numfor aku sudah diberitahu perawatku kalau di Biak sedang musim durian, wahh... langsung dehh... mata ijo...

Sesampainya di Biak, sore hari aku niatkan untuk membeli durian, 50rb dapat 4 buah. Dengan susah payah aku membawanya sampai tempat pemberhentian taksi, sampai kakiku tergores-gores terkena durinya. Ah, pengorbanan... Sesampainya dirumah, karena tak ada orang, aku memakan durian itu sendirian... Aduuuhh... nikmatnya... Tapi... karena im not so expert about how to choose durian, dari 4 buah itu, hanya 1 saja yang benar-benar masak... Hahaha...

Kemudian Betty datang, melihat durian-ku dia ketawa "Wah, aku tak akan membiarkanmu memilih durian lagi"

Akhirnya kemarin sore, kami jalan lagi. Betty membeli 6 durian seharga 100rb. 2 diberikan kepada dr Helena, yang 4 buat kami. Malam kemarin kami makan 2 buah, wah... masak sekali!! sampai mabok deh... enak sekali...

Well, sebenarnya di Numfor juga aku sempat makan durian. Benar-benar durian kampung, dan jatuh masak dari pohon. Di desa Rawar di Numfor Barat Jauh, terdapat 5 batang pohon duren. Tinggi-tinggi sekali... tapi yang berbuah hanya 1 pohon.

Waktu kami puskel di Saribi, Paman Simson ternyata telah memesan durian kepada orang Rawar. Waktu itu Paman hanya menunjukkan 4 buah durian di mobil, yah not bad...

Kemudian sehabis pulang dari Puskel, kami berhenti di jalan, untuk makan durian. Satu persatu durian dikeluarkan... 0_o ternyata ada 12 durian!! Kami ada bertujuh waktu itu, semua kebagian satu persatu. Wahhh... hepi banget... apalagi duriannya benar-benar enak sekali... Seneng deh waktu itu

Tapi malamnya... aku tidak bisa tidur, perutku terasa panas... Aku berpikir, wah ini mungkin gara-gara makan durian tadi... Kutahan-tahan, tapi tetap terasa panas... akhirnya aku minum Ranitidin...

Keesokan harinya, Bafith bercerita hal sama, dia juga tidak bisa tidur karena perutnya terasa panas setelah makan durian... Sementara Paman Simson tidak makan seharian, katanya sehabis makan durian itu tetap merasa kenyang [kenyang lama, begitu katanya]

Namun cerita serunya datang keesokan harinya. Pak Kauyan datang, kemudian bercerita "wah Budok, kemarin pulang, sepanjang jalan saya mulas, begitu saya turun dari motor , saya langsung muntah-muntah. Durian nih...". Ternyata biasanya Pak Kauyan tidak pernah makan lebih dari 2 biji durian... hmm... pantas saja...

Namun yang lebih tragis, selain Pak Kauyan, rupanya Pak Musa yang rupanya tidak terlalu suka makan durian, sesampainya dirumah jatuh sakit, muntah-muntah juga dan lemas selama 2 hari... Walaupun kasihan, tak urung juga kami menertawakan hal itu

Aduh-aduh... Intoksikasi durian... :D

1 Comment:

  1. konsultasikesehatan said...
    Durian..durian...
    sayangnya di kalimantan juga banyak.

    Salam kenal dari Balikpapan.

    salam PTT

Post a Comment