Gelap Lagi Ouch!!

Beberapa hari ini rumahku dan lingkunganku mengalami pemadaman listrik bergiliran. Baru 2 kali sih, sekitar 12 jam an, mulai dari jam 8 pagi sampai 8 malam.

Yap. Inilah salah satu efek dari kenaikan harga BBM. Aku baca di kran sih, dampak kenaikan BBM itu salah satunya ialah terlambatnya pasokan BBM untuk Pembangkit listrik sistem Jawa Bali. Habisnya BBM pada dua pembangkit listrik di Muara Tawar [Jakarta] dan Tambak Lorok [Semarang] menyebabkan kenaikan beban pada PLTGU Grati-Gresik, dan… akibatnya BBM di Grati pun habis sebelum jadwal pemasokan berikutnya. Dengan tidak beroperasinya beberapa pembangkit, otomatis terjadi defisit daya, sehingga untuk mengurangi beban puncak, PLN harus mengadakan pemadaman listrik bergiliran pada system Jawa-Bali.

Dan… itulah sebabnya 4 hari belakangan ini lingkungan tempat tinggalku mengalami pemadaman listrik bergiliran. Konon jaringan listrik rumahku ngikut yang Solo, sementara sekitar 500 meter dari rumahku, jaringan listriknya beda. Jadi lucu juga, kalau malam separo nyala, separo gelap. Ini hari ke empat sejak pemadaman listrik bergiliran tersebut, dan 2 hari sudah rumahku mengalami malam gelap [kebetulan hari ini giliran listrik ON]



A bit pathetic… ini Jawa gitu lhoh… kok ya masih ada kebijakan pemadaman listrik bergiliran?? Diatas Maghrib gelap gulita?aih… serasa berada di Numfor saja… [di Numfor, listrik Cuma nyala mulai dari jam 18.30 WIT sampai dengan pukul 22.30 WIT]

Menyebalkan juga sih pemadaman listrik ini, agak mengganggu aktivitas sehari-hariku, misalnya memasak air [aku sering water heater], aktivitas computer, nge-charge hp, nonton TV, etc. Buat aku saja yang notabene aktivitasku tidak terlalu tergantung listrik saja sudah merasa terganggu, apalagi pelaku usaha ya?

Kasihan juga ma pengusaha-pengusaha mikro ato UKM yang aktivitas usahanya tergantung ma listrik, misal pengrajin, atau buat kue, etc. Kalau tidak ada listrik so pasti usaha produksi mereka terganggu dong. Apalagi kalau mereka tidak punya genset pribadi, tidak bisa produksi [usaha] sehari, berarti juga kehilangan pendapatan. Kasihan kan…

Skala besar? wahh.. pasti lah kalau dihitung besar banget!kan di Jawa ini banyak banget perusahaan-perusahaan. Jika mereka tidak bisa berproduksi sehari saja, selain kerugian tidak berproduksi, cost yang ditanggung juga sangat banyak.

Apalagi kenaikan BBm biasanya dibarengi kenaikan harga bahan pokok, tranportasi, trus juga kenaikan tariff dasar listrik, kemungkinan air juga. Hah… bagi masyarakat, untung kalau ada penyesuaian gaji, kalau gajinya stagnan?atau yang lebih parah lagi bila tempat kerjanya tidak bisa menyesuaikan dengan kenaikan harga-harga tersebut dan memutuskan untuk melakukan PHK? Repot…

So, intinya kenaikan BBM ini merugikan banyak orang! Tapi melihat pengalaman-pengalaman tahun lalu, masyarakat Indonesia ini cukup adaptablae. Memang awal-awalnya kisruh, akhirnya juga nrimo. But do they have any choice then??

Indonesia dengan penduduk lebih dari 220 juta jiwa seharusnya kemungkinan mempunyai SDM [yang berkualitas] sangat banyak, SDM yang membantu meringankan beban bangsa. Pak?Bu?Mau kayak gini terus tha??

0 Comments:

Post a Comment