Cacingan nggak ya??

Bila suatu hari, anda mendapati anak anda kurang nafsu makan, berat badan menurun, aktivitas meninggi, insomnia [susah tidur]dan terlebih lagi merasa gatal di skeitar anus pada malam hari, maka perlu diwaspadai adanya kemungkinan terkena Enterobiasis.

Enterobiasis (atau kremien, Jawa) merupakan penyakit dari Enterobiasis vermicularis (Oxyuris vermicularis,Linnaeus,1785), atau biasa disebut juga pinworm atau cacing kremi.Cacing ini merupakan salah satu Nematoda usus, dan merupakan parasit umum bagi manusia (manusia adalah satu-satunya hospes bagi cacing ini) terutama anak-anak.

Habitat dari Enterobiasis vermicularis :
1. Cacing muda & dewasa terdapat di ileum terminal, tapi cacing dewasa betina gravid [hamil] hidup di colon, terutama rectum [usus besar]
2. Telur diletakkan di daerah perianal [daerah antara genital dan anus]
3. Larva infektif ditemukan di daerah sekitar anus beberapa jam setelah dilepaskan

Penyebaran cacing ini kosmopolit, dan lebih banyak ditemukan di daerah dingin daripada daerah panas (berkaitan dengan tebal pakaian yang dipakai), dan distribusinya lebih luas daripada cacing lain & lebih banyak ditemukan pada golongan ekonomi lemah, walaupun dapat mengenai semua golongan sosial ekonomi.


Infeksi ini lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa, terutama pada usia sekolah. Infeksi dapat terjadi pada suatu kelompok-kelompok yang hidup pada suatu lingkungan yang sama (keluarga, asrama, sekolah, dll. Bila tidak dilakukan kontrol dan pemeliharaan, infeksi bertendensi penularan dari satu orang ke orang lain sehingga infeksi dapat mengenai seluruh keluarga, asrama atau sekolah.

Penularan cacing ini dapat terjadi secara :
1. Autoinfeksi (penularan dari tangan ke mulut, sesudah menggaruk daerah perianal baik ke diri sendiri maupun ke orang lain), sangat sering.
2. Retrofeksi (larva migrasi kembali ke usus besar)
3. Inhalasi debu
4. makanan/minuman/tanah yang terkontaminasi

Infeksi cacing kremi terjadi bila menelan telur matang. Cacing betina gravid, mengandung 11.000 – 15.000 butir telur, lalu migrasi ke daerah perianal untuk bertelur. Seseorang kadang-kadang dapat merasakan adanya cacing yang merayap dalam ususnya. Telur cacing ini jarang dikeluarkan di usus, sehingga jarang ditemukan di tinja.Pada suhu badan, telur menjadi matang +/- 6 jam setelah dikeluarkan. Dan telur yang telah dikeluarkan dapat tersebar di pakaian, kain sprei, tangan & pada tubuh orang yang terinfeksi, bahkan pada debu kamar. Telur ini resisten terhadap desinfektan & udara dingin. Dan telur ini bisa tahan selama berbulan-bulan. Daur hidup cacing ini, mulai dari tertelannya telur matang sampai menjadi cacing dewasa sekitar 2 mg – 2 bulan.

Sebenarnya Enterobiasis ini relatif tidak berbahaya, karena jarang menimbulkan lesi yang berarti. Tapi gejala klinis yang sangat mengganggu adalah adanya pruritus lokal (gatal)yang disebabkan adanya iritasi sekitar anus, perineum & vagina oleh cacing betina gravid yang bermigrasi ke daerah anus & vagina. Cacing betina sendiri dapat menginfeksi saluran genital hospes wanita. Sehingga pada anak perempuan, dapat terjadi adanya vulvovaginitis [radang pada vulva dan vagina], infeksi sekunder saluran urin & eneuresis sekunder.

Pruritus ani yang terjadi menyebabkan penderita sering menggaruk daerah sekitar anus, sehingga timbul luka garuk di sekitar anus. Keadaan ini membuat penderita menjadi terganggu, karena gejala ini sering timbul di malam hari.

Penderita menjadi kurang tidur, dan karena kualitas kuantitas tidur terganggu, maka penderita tidak dapat berisitirahat dengan semestinya dan mempengaruhi aktivitas harian. Misal pada anak usia sekolah, dapat terjadi penurunan kemampuan menerima pelajaran.

Diagnosis "cacingan" ini ditegakkan dengan cara menemukan telur dan cacing dewasa. Telur dapat mudah diambil dengan cara "Anal swab", spatel ditempelkan di sekitar anus pada pagi hari sebelum anak buang air besar dan cebok. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan 3 hari berturut-turut untuk memperkuat diagnosa.

Infeksi cacing ini dapat sembuh sendiri, bila tidak ada reinfeksi, tanpa pengobatan pun infeksi akan berakhir. Obat pilihan untuk infeksi ini adalah pemberian Pyrantel Pamoat, Mebendazol. Pengobatan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh pada kelompok tempat tinggal dan dilakukan secara periodik.

Tapi bagaimanapun juga lebih baik melakukan pencegahan daripada melakuakn pengobatan. Hal terpenting adalah menjaga kebersihan pribadi. Sebagai contoh, biasakan anak untuk menjaga kebersihan tangan dan kaki, memotong kuku pendek, mencuci tangan dan kaki sebelum makan dan tidur, sering membersihkan daerah perianal, dan bagi penderita, disarankan untuk memakai celana panjang sewaktu tidur, supaya kasur tidak terkontaminasi.

BanDung dung dung...


Minggu lalu, akhirnya kesampaian juga keinginanku untuk melihat Bandung 
Yappp, seumur-umur… baru kali itulah aku menginjak tanah Bandung. Dari Semarang aku menuju Bandung dengan kereta Harina. Kereta eksekutif ini rutenya memang PP Bandung-Semarang saja, only for Rp. 120.000. Not so expensive…

Berangkat dari Stasiun Tawang jam 20.30 WIB, sampai di Stasiun Bandung kota jam 04.45 WIB. Begitu keluar dari kereta… Brrrr… dingin sekaliii... Aku dijemput Bafith, n then… started my journey around Bandung.

Setelah istirahat beberapa jam, siangnya kami ke BSM, nonton!! Perjalanannya cukup jauh, setengah jam-an gitu deh [haha, gitu kok jauh... :D ], abis panas banget!! [Well, Bandung kok panas ya?] Hmmm… tapi Indiana Jones-nya cukup keren… Terus , cuma ngiterin mall aja… mencicipi latte di J.Co [Intinya sih… ke Bandung buat wisata mall n kuliner :P]

Esoknya, kami ke Tangkuban Perahu. Ampun… juaaaaauuuuhhhhh banget dari Bandung Selatan. Melewati daerah Paris van Java… terus Lembang yang crowded… akhirnya kearah Tangkuban Perahu. Tapi akhirnya aku merasakan daerah Bandung yang dingin!!. Well, begitu sampai di gerbang masuk, kami membayar tiket masuk seharga @ rp 12.500, dan mulai memasuki jalanan menuju kawah. Wah, amit amit deh jalannya… rusak parah!! Udah gitu, jauhhh banget, berdebu pula.. A bit miserable gitu…


Sampai di kawasan kawah, wow… terbayar deh lelahnya. Yah meskipun cuma melihat kawah gersang dan berbau belerang, tapi keren juga… Karena hari itu hari Minggu, maka kawasan Tangkuban Perahu ramai sekali dipadati pengunjung. Kami disana cuma sekitar 1-2 jam saja, berjalan-jalan mengitari kawah. Ketika pulang, kami memutuskan untuk mengambil jalan yang berbeda dengan arah kedatangan kami. Dan akhirnya kami mengerti… kami tadi salah jalan!! Karena jalanan yang satunya ternyata pendek dan mulus, sangat berbeda dengan jalanan yang pertama tadi. Aduhh… nasiiibbb…

Terus, pas pulang, niatnya sih mau makan di Lembang dulu, sekalian mencicipi yoghurt Lembang, eh tak dinyana ternyata sudah kebablasan… Aih aih...

Hah… akhirnya diputuskan ke Ciwalk saja deh… Hmm... ternyata begini suasana daerah Cihampelas yang sangat terkenal itu… di kanan kiri jalan banyak terdapat Factory Outlet yang dipenuhi pengunjung [maklum hari libur]. Begitu masuk Ciwalk sendiri, aku suka ma suasananya… cozy banget… Pas ada pertunjukan musik pula diluar, jadi bisa makan sekaligus menikmati sajian music live… Dan disana juga aku mencicipi YoFruit… Yoghurt rasa buah. Hmm… Yummy…!! Pulangnya mampir ke Comic Corner andalannya Bafith [persewaan buku Zoe itu lhoh… yang ada cabangnya di Depok juga]. Aku suka dengan konsepnya si Zoe ini… Berhubung aku doyan baca, feel like home lah… hehehe :D

Hari ketiga [Senin]… kali ini hendak mencoba Batagor Riri di Burangrang… Awalnya salah jalan… akhirnya kami ke Pasar Buku Palasari, cariin titipan bukunya orang Biak. Aih… berat sekali… Pak Yance nitip 4 buku, si Pera nitip 2 buku. Huwahhh… dari Palasari, akhirnya ketemu juga si batagor Riri. Lumayan yummy… Dessertnya es durian, sayangnya duriannya kurang begitu mak nyusss…

Sesudah itu kami pergi ke wilayah Jalan Merdeka… Wah… yang ini super crowded banget… Ke BEC dulu, cariin pesanannya anak-anak Biak. Macam-macam tuh titipannya, ada yang nitip flashdisk, memory card, etc… Sehabis itu, kami ke Gramedia yang berseberangan dengan BEC. Kebetulan, ada bazaar buku murah Mizan. Lumayan, aku dapat 2 novel dengen mengeluarkan uang Rp 13.000 hehehe. Setelah puas mengitari Gramedia, kami pergi ke BIP.

Yah, another wisata belanja… tapi sudah tidak nafsu untuk belanja lagi [barang bawaannya udah seabrek…]. Di BIP, akhirnya kongkow di Starbucks. Well, nemu 1 kopi yang enak banget!! Iced Frappe Dark Coffe … [lupa terusannya, tapi bener2 outstanding deh rasanya… sepadan ma harganya]. Pulangnya, tepar…

Selasa… niatnya hari itu aku mau ke Jakarta. Cuma karena siangnya Bafith sibuk ngurusin surat-surat ke klinik Wirayudha-nya Pertamina [bokapnya masuk RS lagi], so akhirnya batal deh ke Jakarta. Dari Pertamina, akhirnya ke Cisangkuey, hunting yoghurt! Setelah nyobain yoghurt-nya… Blehh… rasanya tajem banget!! Enakan si YoFruit…

Terus, dari Yoghurt Cinsangkuey, nyari Sop Buah mang Ewok. Tapi karena kayaknya sedang nggak jualan, ya udah akhirnya nongkrong di warung sop buah yang lainnya. Well… rasanya ya not bad lah… Abis itu ke Paris Van Java… Well, mall ini keren pas malam… show lampu… konsep mall-nya juga lucu… bagus! Lantainya ada kayu-kayunya gitu… tapi disana nggak lama, terus langsung pulang… harus packing!!

Rabu pagi jam 08.30 WIB, aku ke Stasiun Bandung. Sampai disana, eh ketinggalan kereta Parahyangan. Ya su… akhirnya naik Argo Gede yang jam 10.30 WIB. Tapi lumayan murah lho… eksekutif cuma Rp 45.000 aja… nyaman pula… Sampai di gambir jam 13.45 WIB, aku langsung menuju PGC Cililitan, tempatku janjian ma Uly.

Siang-siang gitu… Oh My God… antrean di bus way nya lama… mana bus way nya lama pula datangnya. Padahal aku sudah kerepotan dengan barang bawaan seabreg gitu… Capek… It takes over 1 hour to go to Cililitan from Gambir.

Di PGC, Uly dah menunggu cukup lama. Sesudah makan, kami keliling PGC. Yah… dasar mata ijo… akhirnya aku malah nambah barang bawaan lagi, belanja lagi! :D Sesudah Maghrib kami pergi ke tempat tinggalnya Uly di daerah Volvo. Aku Cuma 2 malam di Jakarta, esok paginya aku ke Bandung lagi. Bafith meng-cancel keberangkatannya dari Kamis menjadi Minggu. Asyikkk… masih bisa main ke Bandung lagi… lagian Oom ku nitip beliin jaket kulit domba! Aih… ngrepotin ajah…

Berangkat dari Gambir jam 08.30 WIB, aku sampai Bandung jam 12.00 WIB. Dari Stasiun bandung, kami jalan ke alun-alun Bandung, terus ke Pasar Baru. Wahhh… mata ijo banget… so many bags, shoes, clothes, etc… [Tuing-tuing-tuing...]. Cukup lama putar-putar di pasar Baru, kami kembali lagi ke Alun-alun, sekalian nunggu waktu Maghrib. Ramai banget suasana alun-alun pada sore hari… Mungkin karena dekat pusat perbelanjaan juga ya… [kalau di Solo, mirip dengan Alun-alun yang deket Pasar Klewer]

Esoknya, last day di Bandung… nyariin pesenanya Oom ku. Hunting jaket kulit domba di Cibaduyut. Alhamdulillah langsung dapat! Aku sendiri nggak sempet puter-puter Cibaduyut, jadi ya nggak puas hehehe :D Tapi apa mau dikata… harus pulang malam itu juga…

Akhirnya, Sabtu malam, aku kembali ke Semarang naik kereta Harina lagi… Sampai di Stasiun Tawang, dijemput Tiwik, trus langsung naik bus ke Purwodadi… yah… Berakhirlah jalan-jalanku… Tapi seneng :D