Louder than Words

Habis baca blognya Dee + komen, jd gatel pgn komentar :P

Tau kan... di infotainment banyak diberitakan ttg perceraiannya Dewi Lestari dengan Marcell. Menariknya...?? karena Dee tuh sosok fenomenal buatku. I like her books, suka dengan cara pandangnya menghadapi sesuatu. Dan ketika akhirnya dia memaparkan tentang perceraiannya di blog-nya [Barusan aku lihat juga di-publish di Mingguan cempaka --> Im not sure if it published with her permission], banyak reaksi bermunculan tentang point of viewnya [150 comments bo... ].

Aku tertarik, karena dia menyebutkan suatu hal yang hampir sama dengan pandanganku. Dia menuliskan bahwa "segala sesuatu itu punya masa berakhirnya, termasuk hubungan", hmmm... "punya masa kadaluarsa" gituuu...

Aku? Well... tidak tepat sama... Aku mempunyai anggapan bahwa "orang yang berjodoh dengan kita mempunyai jatah waktunya sendiri-sendiri". Toh begitu menjadi suami-istri [yang katanya sudah "jodone..." itu] tidak serta merta menjadi benar-benar jodoh.


Menurutku, kita mempunyai jodoh dengan jangka waktunya sendiri-sendiri. Yah, ada yang 1 tahun, 7 tahun, 5 bulan, 40 tahun, bahkan seumur hidup atau cuma 1 minggu. Itu proses. Ada yang beruntung langsung mendapatkan pasangan jiwa seumur hidupnya. Ada yang tidak beruntung, harus menjalani beberapa perpisahan dulu baru mendapatkannya, atau harus "berdarah-darah susah payah" dulu untuk menemukannya. Ya... seperti itulah, mungkin jatah waktunya Dee ma Marcell cuma beberapa tahun saja.

"Sudah waktunya"

Kita memang tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. karena kadang-kadang seberapa keras pun kita berusaha, bila memang suatu hal itu bukan "jatah" kita [lagi], kita memang tidak akan mendapatkannya. Begitu pula jodoh.

Hidup, jodoh, mati, ada ditangan Tuhan. Segala sesuatu berjalan sesuai kehendak-Nya. Qui sera sera... Yang terjadi, terjadilah...

1 Comment:

  1. halfian said...
    hmm sedikit inspirasi buatku nih hehehe

Post a Comment