Women's Health!!

Women, hello! Posting kali ini tentang risiko penyakit yang dihadapi oleh perempuan [cowok juga boleh baca kok :) ]. Perempuan memang berbeda dari pria, tidak hanya dari segi fisik, namun juga dari segi fisiologis tubuh karena ada hormon-hormon yang berbeda.

Dari hasil statistik, usia harapan hidup perempuan di Indonesia ialah 70 tahun (tahun 2000), sedangkan pria "hanya" 65 tahun. So, tidaklah mengherankan jika penyakit atau kondisi yang terkait dengan usia seperti hipertensi, mempunyai pengaruh yang lebih besar pada perempuan.

Apa saja sih risiko penyakit yang dihadapi oleh perempuan???

1. Penyakit Alzheimer ;
Penyakit ini 2 x lebih byk diderita oleh perempuan dibanding pria, terkait dengan usia harapan hidup yang lebih tinggi [risiko Alzheimer meningkat dengan semakin bertambahnya usia], juga adanya perbedaan dalam hal ukuran, struktur, dan organisasi fungsional otak terkait dengan perbedaan jenis kelamin.

2. Penyakit Jantung Koroner [PJK] ;
Dimana rata-rata penyakit ini timbul pada usia 10-15 tahun lebih tua dibandingkan pria, serta berhubungan dengan faktor komorbid lain yakni ; hipertensi, DM, gagal jantung kongestif. Dengan "angina" sebagai gejala awal tersering pada perempuan, dan gejala lainnya atipikal [tidak khas], seperti mual, muntah, dan nyeri punggung bagian atas. Dan semakin muda perempuan mengalami infark miokard, semakin tinggi risiko mortalitasnya dibandingkan pria pada usia yg sama.

3. Diabetes Mellitus [DM] ;
Prevalensi [angka kejadian] DM tipe 2 lebih tinggi, salah satunya karena tingginya juga prevalensi obesitas pada perempuan. Sindrom Ovarium polikistik dan DM pada kehamilan pada saat premenopause juga menjadi faktor risiko timbulnya DM tipe 2 pada perempuan pascamenopause. Terus... Perempuan pramenopause dengan DM, akan mengalami gangguan fungsi endotel dan penurunan respons vasodilatasi koroner --> predisposisi terjadinya komplikasi kardiovaskular.

3. Hipertensi ;
Lebih banyak ditemukan pada perempuan, terutama setelah usia 60 tahun. Efektivitas berbagai obat antihipertensi sama antara perempuan dan pria, namun perempuan cenderung mengalami efek samping [misal ; batuk karena ACE Inhibitor].

4. Penyakit Autoimun ;
Sebagian besar menyerang perempuan, misalnya SLE, ITP, Multipel sklerosis, Artritis Reumatoid, Skleroderma, Peny. Hati dan Tiroid autoimun. Secara umum, terdapat perbedaan jenis kelamin dalam infeksi virus, karena adanya perbedaan terhadap pajanan dan imunisasi yang diperoleh. Mekanismenya belum jelas, mungkin karena efek estrogen ya?? [disebutkan kemungkinan karena stimulasi oleh estrogen dan penghambatan oleh androgen thdp imunitas selular], WALAU... Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa pemberian estrogen dan progestin eksogen dalam TSH atau kontrasepsi oral tidak mengubah insidens maupun aktivitas penyakit autoimun.

5. Penyakit Menular Seksual ;
Such as... Infeksi Klamidia dan Gonore [salah satu penyebab infertilitas pada perempuan], HIV [Perempuan beresiko 2 : 1], dimana perempuan yang terinfeksi HIV lebih cepat mengalami penurunan jumlah sel CD4 dan lebih sering mengalami kandidiasis.

6. Osteoporosis ;
Sering terjadi terutama pada perempuan pascamenopause, karena adanya defisiensi estrogen --> peningkatan aktivitas osteoklas dan penurunan jumlah unit pembentuk tulang --> kehilangan massa tulang.

7. Gangguan Psikologis ;
Dimana depresi, anxietas [kecemasan], serta ganguan afektif dan makan [bulimia dan anorexia nervosa] lebih sering terjadi pada perempuan. Faktor biologis dan sosial berperan ; dimana pria memiliki kadar neurotransmiter serotonin yang lebih tinggi. Steroid gonadal juga mempengaruhi mood, n fluktuasinya selama siklus menstruasi berkaitan dengan gejala PMS [Its all about hormon, girls...].

Selain hal-hal diatas, ada pula risiko farmakologi dimana perempuan cenderung mengalami reaksi efek samping obat dibandinkan pria ; disebabkan kecenderungan mengkonsumsi obat-obatan termasuk obat bebas dan suplemen, serta pengaruh hormon yang mengubah pengikatan dan metabolisme sejumlah obat [siklus menstruasi dan kehamilan dapat mengubah kerja obat]. Another facts ; perempuan membutuhkan dosis neuroleptik yang lebih rendah untuk mengontrol skizofrenia, dan lebih cepat terbangun setelah pemberian obat anestesi pada dosis yang sama dibandingkan pria.

Dan juga, merokok pada perempuan, meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular pada perempuan pramenopause dan juga berkaitan dengan terjadinya menopause dini. Perempuan perokok juga cenderung menderita PPOK [Penyakit Paru Obstruksi Kronis] dan kanker paru-paru dibandingkan pria meskipun pada tingkat pajanan terhadap rokok yang lebih rendah.

Thats it... Perempuan dengan risiko penyakitnya. No wonder ya, setoran asuransinya lebih besar :D karena usia perempuan lebih panjang, dan faktor risiko juga banyak. So... Girls, biar hidupnya lebih berkualitas, lebih baik kita aware dengan kesehatan diri kita sendiri. Investasi akan hidup yang berkualitas di kemudian hari :D

# mostly taken from Buku Ajar Interna PAPDI

1 Comment:

  1. draguscn said...
    Lho ganti ? The Nona Dokter?
    Kemaren apa ya .. ngobrol pada dunia?
    Apa udah nda mau ngobrol ke dunia lagi, non dokter?

Post a Comment