From a Doctor to be an Artist?

Beberapa waktu lalu aku mendapat email dari temanku Gwen. Isi emailnya membuatku kaget, dia bilang kalau dia sekarang memutuskan untuk berhenti menjadi dokter, "stop practicing for a while, at least not here, and now" and decide to be an artist and now she's working in small hotel.

Hahhhh??? Shock juga dengernya

Si Gwen ini bule Swiss, alumni Universitèit de Geneve. Kukenal saat student exchange di Bagian Bedah Moewardi selama 2 bulan. Kami cukup dekat. She's so funny and witty, menyenangkan dan sedikit "pokil". She even taught me how to swim [thanks Gwendy!] :D

She already finished her study last year and become a doctor. Beberapa bulan lalu dia memberitahuku bahwa dia sedang magang di bagian Anak di RS di sono dan tertarik pada sub bagian Pediatric Infectiology, dan berniat datang ke Indonesia pada bulan Juli kemarin untuk mengikuti Summer School di UMY yang kebetulan topiknya tentang "New Emerging Tropical Disease".


Trus, bulan kemarin aku menanyakan apakah dia jadi datang ke Indo, eh ternyata jawabannya seperti itu...

Dia bilang, "I finished studies and worked in a hospital, but it just kills me and I don't believe in what we are doing here anymore. Of course it helps people, but really cure them? have big doubts. You have no idea of people's lifestyle here, it just doesn't make any sense! And Doctors don't have any life at all, so it's even worse..."

Wowww...

Yapp... doesn't need to explain, i know that feeling. Ketika ketika merawat pasien-pasien, kadang kita sudah tahu "prognosa" nya bakal enggak bagus. Sometimes we just can "help" not really "cure" [i always said, we do our best, but it depends on God...]. Havent deal with that feeling, tapi juga aku gak bakal sedrastis tindakan Gwen :D

Dan tentang working time nya, walaupun hidupku belum terlalu dikuasai oleh pekerjaanku, i know i will undergo things like that someday later, moreover after i become specialist... Hidup yang tersita oleh pekerjaan...

So, aku kagum dengan keberaniannya untuk "change direction"... She wants to become an artist and play in good movies! Dan untuk itu dia rela meninggalkan pekerjaan dokter-nya dan bekerja di hotel kecil di pegunungan. Gosh!

Kalau aku melakukan hal itu, pasti aku langsung diusir dari rumah :D Mungkin ortu ku bakal bilang "Buat apa disekolahin mahal-mahal, tapi begitu jadi dokter malah kayak gitu". Hoahhh...

Dulu aku pernah iseng bertanya sama temen-temen ku di FK, kenapa pilih masuk ke Kedokteran, rata-rata mereka bilang "disuruh ortu"[i did it also] :D Masuk Kedokteran dulu tuh = prestise [kayaknya sekarang juga masih deh, sampai-sampai ada yang rela bayar ratusan juta demi masuk ke FK]. Aku sendiri, yang awalnya nggak suka masuk ke Kedokteran, lama-lama enjoy juga. I like it. Semakin lama aku ingin tahu lebih banyak, n of course... Wanna help people better more...

Thats why i wont stop to be a doctor... I dont know with others...

Tapi aku rasa walaupun mereka tidak suka menjadi seorang dokter, mereka tidak akan serta merta memutuskan berhenti menjadi dokter dan berusaha menjadi artis! Mungkin karena kultur, keluarga, malas memulai dari awal lagi, serta pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Setelah memikirkan hal itu, aku menjadi semakin salut dengan Gwen. She's taking piano lessons now, want to go to New York to study drama, want to play in good movies!

Good luck dear...

6 Comments:

  1. Andri Kusuma Harmaya said...
    Luch,sampai kapan pun dokter tuh gak bakalan bisa nyembuhin orang..yg nyembuhin tuh Gusti Allah..Diare diterapi parasetamol bisa aja sembuh..Orang muntah2 disuntik dexametason bisa aja berhenti..Banyak hal di dunia medis yg tidak bisa dinalar..Mungkin dokter bukan jalan hidup Gwen.Bukankah life will find a way?
    halfian said...
    wow, nice. Meski ada niat juga buat change direction tapi sama kayak mbak luluch, aku gak bakalan ninggalin profesi ini. Bukan karena takut dimarahin atau gengsi, tapi biar bagaimanapun ada sesuatu di balik ilmu ini yang berefek magis buatku.

    Menolong orang memhuat kecanduan :-)

    Niatku,pengen cari duit dengan jalan lain, terus ilmu ini disumbangkan aja. Bisa kah ?????
    Ing said...
    Yup setuju dengan andri....dokter ga pernah nyembuhin Yang di Atas yang berkuasa...dunia kedokteran, dunia penuh doa dan dunia penuh magis. Tapi salut lah ama si Gwen, bukan apa2, yg namanya putar haluan profesi apapun pasti hebat bgt pertentangan batinnya
    Luluch The Cinnamon said...
    I think so... Kurasa bila kita menjalani sesuatu yg ga sreg ama passion kita, we cant give our best. Tapi aku harap dia ga menyia2kan ilmu dan kompetensinya begitu saja, tetep bisa nolong orang kok walo udah ga kerja sbg dokter, tapi dia tetap seorang dokter
    ifa said...
    mbak, aku juga pengen jadi artis...
    gimana kalo jadi presenter talkshow medis? hehehe =D
    aphied said...
    ortu aphied sbnrya pgn bgt aphied jd dokter,,
    tp tw klo putrinya cinta mati ma komunikasi,,rela jg tuh ortu,,
    *alhamdulillah*
    ita-cita...

Post a Comment