Kasumasa Nabor


Itulah judul email yang aku terima semalam. "Kasumasa Nabor..." Bahasa Biak yang artinya "terimakasih banyak". Email kiriman dari seseorang [Mr X] yang mungkin saja berasal dari Numfor, atau pernah tinggal di Numfor [atau Biak?Papua?]. Isinya singkat saja :

"membaca blog nona dokter ttg PTT di numfor, saya terus menerus menangis..saya senang tapi jg sedih...tdk tau mau mengucapkan apa...tapi cuma satu kata itu..."kasumasa"...Tuhan yang kami sembah akan menolong nona dokter dalam tugas2 selanjutnya dan studi yang lebih tinggi...."

Dan... entah kenapa, seusai aku membacanya, aku jadi ikut-ikutan nangis [cengeng euy...]. Terharu, senang, sedih, campur aduk pokoke... [plus efek PMS kali yaaa].

Semalaman aku jadi inget Numfor [suatu tempat yang bahkan aku enggak tahu setahun yang lalu]. Dan ternyata apa yang sudah aku lakukan disana, sangat dihargai oleh orang lain.

Email Mr X tadi juga mengingatkanku akan email-email serupa yang datang semenjak aku menceritakan pengalaman PTT ku di Biak Numfor, khususnya di pulau Numfor. Dan juga suatu percakapan dengan seorang awak kapal Yapwairon yang kebetulan dulu pernah tinggal di Numfor.

Aku lupa nama Bapak tersebut, tetapi dia menghabiskan masa kecilnya di kampung Namber di distrik Numfor Barat. Kami bercakap-cakap tentang banyak hal, tentang pengalamannya menjelajah Jawa, dan juga tentang apa yang beliau lihat selama menjelajah pelosok Papua, beliau melihat hanya dokter yang tetap bertahan bertugas di pedalaman, bahkan ketika para petugas distrik kebanyakan tidak mau tinggal di tempat tugas. Di akhir cerita beliau berkata [kira-kira ya seperti ini] "Saya doakan Budok selalu sukses seusai PTT dari PTT dan kembali ke Jawa. Orang-orang yang sudah kembali dari Papua biasanya sukses. Kami yakin apa pun yang Budok lakukan akan sukses dan didoakan masyarakat Papua. Kami yakin Papua itu tanah yang terberkati Budok, tanah suci yang dibebaskan dengan darah dan perjuangan. Budok yang sudah rela mengabdikan diri di Papua, saya yakin akan mendapatkan balasannya. Terimakasih"

Waktu itu aku tersenyum dan cuma bisa bilang "terimakasih", terharu banget!

Aku sendiri, pribadi merasa bahwa apa yang udah aku lakukan disana tuh belum cukup banyak. Jadi belum selayaknya aku menerima ucapan terimakasih itu. Tapi terimakasih sekali atas penghargaan masyarakat Papua sedemikian besar yang sudah diberikan kepada kami, dokter-dokter serta paramedis lainnya yang telah bersedia melayani masyarakat Papua.

Dan mungkin terimakasih dan doa tersebut bisa juga disampaikan kepada dokter-dokter yang telah bertugas di Numfor waktu lampau [dr Frans, dr Boksa Edo, dr Fahri, dr Novi, dr Mela, dr Heny, dr Iis, dr Grace, dll], juga kepada paramedis yang telah bekerja-keras [sangat keras sekali, karena Numfor sempat tidak memiliki dokter beberapa lama], dan kepada para dokter yang saat ini bekerja melayani masyarakat Numfor [dr Hendri Ginting, dr Mariska, Dr Albafith, dr Eva, dr Tri Pera].

Dan atas semua tanggapan dan juga doa-doanya, saya hanya bisa mengucapkan "KASUMASA NABOR" kembali...

5 Comments:

  1. Anonymous said...
    gusih ceritanya, walau agak berlebihan hehehe. Yah kalo bisa, kejadian itu bisa mjd refleksi kpd kita utk max dlm berkarya, sayangnya, tidak detail dlm "kenapa dia bisa segitunya mengucapkan terima kasih"
    Luluch The Cinnamon said...
    Berlebihan??lha wong kenyataannya emang gt kok :P ak jg g tau knp tb2 beliau krm imel gt ke aku, n emang isi imelnya cmn segitu aj,tapi daleeeeeemmm...means a lot for me...
    Andri Kusuma Harmaya said...
    Lha km kerja di sana 6 bulan aja dah dihargai banget luch..Kalau saja km maw kerja di sana selama 20 tahun..Bisa2 km dapet nobel lho luch..hehe..Aku ke papua mungkin masih 2 tahun lg..Maw cari buah merah. ;D
    Anjang said...
    Ehem..
    Numfor aman-aman saja..
    Padaido ni yang ribet..
    Anonymous said...
    Hallo Nona Dokter.
    Apa kabar???
    Kasumasa Be Au (terima kasih buat nona dokter) atas segala sesuatu yang telah diceritakan dalam blog nona. sebagai orang biak, saya sangat terharu disaat membaca cerita nona dokter tentang pulau numfor dan biak.
    Kalau boleh, Nona bisa saya sebut "insos" yang dalam bahasa biak artinya Perempuan Biak. Kasumasa Nabor be au mansren infnok au ro rasine isof fyoro ro pekerjaan bedi (Terima kasih banyak Tuhan Akan Selalu Menyertai Nona Dari Sekarang Dan Selamanya Dalam Menjalani Pekerjaan Nona).

    Laurens Wader, Opiaref-Biak.

Post a Comment