Hamil Tua!!

Auchhh!!
My baby is kicking very hard!

Ni sekarang minggu kehamilan 35-36,jd kira2 umur baby ku 33 minggu an kali ya. N meanwhile, teman2nya yg lain udah pada lahir. Azzam, anaknya Kiki udah lahir 3 mg yll, 3 mg lebih awal dari Tafsiran partusnya. Begitu juga baby nya Jupri jg lahir 2-3mg lebih awal dr tafsiran partusnya.

Jadi deg2an, gimana klo si jabang bayi jg lahir lebih cepat drpd HPL (Which is 4 Desember 2009), makanya niy buru2 mu pulang ke Purwodadi aja. Secara... emang udah rencana mu partus disana aja, jd ntar ada yg ngrawat aku n baby ku.

Sampai sekarang, aku baru 3x ANC+USG. Terakhir kemarin ama dr Aloysius Sp.OG di Kopo. N well, baby nya msh sungsang, beratnya udah 2642 gr, JK cowok, n diperkirakan lahir akhir Nov (berdasar BPD??kyknya klo udah hamil tua, marker gt ga bs dijadiin patokan lg deh, tp wallahu alam...).

Hmm, kok msh sungsang ya??pdhal mamanya udah hobi jalan2 keliling mall lho he3. Penginnya sih ntar partus spontan n lancar, klo bs ga SC (Amiennn!!). Lgan so far si baby msh suka puter2, kyk kemarin tu tendanganya banyakan dibawah, eh tadi pagi udah nyodok2 diafragma mamanya. Lucu!!

Persiapan??

Hmm... Udah mule hunting baju bayi, perlengkapan bayi n ibu post partum. Ga kalap2 amat sih, soalnya perlengkapan newborn kepake jg bentar, jd ga usah stok banyak2. Lgan ntar pasti dapet kado juga (*ngarep MODE ON * :P).

Oh ya, i am 57kg now! Naek 13 kg, tambah chubby, item n jerawatan. Huahhh... Dan cuma 2 celana yg muat, 1 celana hamil n 1 legging. Ndak eye catching deh... Mana jd males dandan n perawatan pula, jd buthek abis, jauh bgt ma sebelum hamil. Apa gara2 babynya cowok ya? (halah, ngeles :P ).

Trus, udah mule sakit2 pinggang + punggung. Kaki sempet bengkak juga, tapi Alhamdulillah tensi normal. Tidur juga udah mule ga nyaman, harus miring kanan or kiri, klo bobo telentang, kadang2 jadi sesek. Kontraksi Braxton-Hicks juga jadi semakin sering. Lucu juga klo pas baby nya gerak gerak gitu, keliatan di dinding perut hi3
, cute!! Cant wait to hold and caressing my baby soon...

Ups, udah hampir jam 3, gotta go, catch the bus. Wanna homecoming to Purwodadi!

Have a good day!

When There Is A Will, There Is A Way

Aku barusan baca blog salah seorang kenalan yg judulnya "Nothing to Lose", isinya tentang kenekatan dan keberanian dalam mengambil keputusan.

Klik banget.


My situation now : aku dan suamiku akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang PTT

Bukan dengan sukarela, tapi karena terpaksa. Semula kami berencana untuk memperpanjang masa ptt sampai aku mulai mkdu. Plan yang cukup menarik waktu itu, bisa bekerja berdua 1 puskesmas, sembari menabung untuk biaya PPDS mandiri.

Berhubung masa tugas selesai per akhir September ini, sejak 2 bulan yang lalu pun kami sudah mengajukan surat perpanjangan kami ke Dinas. Dinas blg ok, ga ada masalah, akan diuruskan.

Tapi yang membuat kami kaget, sehari sebelum Lebaran ada teman yang memberitahu bahwa perpanjangan kami ditolak.

Shocked!! Whats up?

Rumornya, ada yang melaporkan kami ke dinas berkaitan dengan jadwal yang kami pasang di depan pintu rumah dokter 3 bulan yll (terlalu panjang untuk diceritakan), yang sebenarnya bermuara pada sentimen pribadi seorang perawat senior di pkm kami, yang mana juga dekat dengan kapus kami.

Intinya sih, sentimen pribadi yang dibesar2kan...

Selain itu, sampai sekarang pun kami tidak pernah menerima surat pemberitahuan pertidakperpanjangan kami, ataupun surat peringatan.

Kami mengajukan perpanjangan sejak 2 bulan sebelumnya, jadi bila memang masalah 3 bulan yang lalu itu yang dijadikan dasar, harusnya sejak awal kami diberitahu tentang adanya penolakan. Atau lebih prosedural lagi, kami seharusnya dipanggil terlebih dahulu untuk dimintai keterangan atau konfirmasi lebih lanjut.

Sama sekali tidak ada pemanggilan atau pemberitahuan sebelumnya. Keputusan langsung dijatuhkan berdasar informasi sepihak tanpa ada pembelaan diri atau keterangan dari kami.

Mengecewakan.

Apalagi saat itu, kadin sedang tidak ada di tempat, dan masih cuti Lebaran. Kami cuma bisa protes via telpon.

Kami berpikir, apakah hendak memperjuangkan perpanjangan kami, atau sekalian pulang saja. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Keadaan sudah terlanjur tidak enak, dan tingkat trust kami ke dinas sangatlah minim seusai kejadian itu.

Rabu, tanggal 30 September pagi, kami menemui kadin sebelum berangkat ke Sorong. Kami menjelaskan panjang lebar tentang permasalahan yang dijadikan dasar pertidakperpanjangan kami. Walaupun beliau mendengarkan dengan baik, tapi responnya tidak seperti yang kami harapkan (kami tidak mengharapkan diperpanjang, tapi at least ada pengakuan bahwa prosedur yang dilakukan dinas itu kurang sesuai, dan sangat tidak menghargai kami sebagai dokter yang telah bertugas disitu selama 6 bulan. Dan juga harusnya permasalahan tersebut diusut dengan memanggil pihak yang terlibat).

Kadin mengatakan, kenapa kami tidak tinggal lebih lama dulu (mungkin give chances buat ngurusin masalahnya ya). Tapi kami sudah bertekad bulat untuk pulang. Ya su... kami pulang...

Dengan adanya kejadian tersebut, otomatis mengubah plan kami untuk PPDS mandiri. Tabungan kami pas-pas an untuk modal spesialis mandiri, apalagi sebentar lagi kami akan mempunyai anak. Another option yang muncul (aku menyebutnya Plan B terpaksa), setidaknya salah satu dari kami mengambil PPDS BK, ato at least one of us...

Kadang sempat terbersit, apakah keputusan untuk tidak memperjuangkan perpanjangan itu salah?? Dengan perpanjangan, kami bisa menabung untuk biaya PPDS kami. Tapi, sebenarnya itu bukanlah satu2nya jalan kan?

Aku berpikir, its meant to be like that. Sepertinya situasi kami memang di-desain sedemikian rupa sehingga kami harus pulang. Perpanjangan mungkin bukan jalan terbaik buat kami berdua.

Tapi dari setiap permasalahan, pasti ada sisi positifnya (walopun bisa aja baru keliatan ntar2). Sisi bagusnya : akhirnya Bafit bisa memutuskan tentang prodi PPDS apa yang akan diambil, juga ada kesempatan baginya untuk menyaksikan kelahiran anak pertama kami, n...??? Aku bisa menikmati "civilization" sebentar lagi (hahaha :D )

Yahh... Aku sih percaya, when there is a will, there is a way. Saat satu pintu tertutup, pintu yang lain akan terbuka. Who knows if its a better chance, better opportunity, better life??

Life is like a box of chocolate. U wont know what you will get...

Now, we just can pray and hope for the best, do our best too...

Bismillah...



Ke Raja Ampat Tapi Ga ke Raja Ampat



(Pemandangan pualu Saonek dari kejauhan)

Ke Raja Ampat Tapi Ga ke Raja Ampat
Kok bisa???

Hehehe...

Iya, judulnya kemarin kita emang pergi ke Raja Ampat, but kita bener2 kunjungan superfisial, bukan explore kayak yang lainnya.

So... critanya... kita kan akhirnya ke Raja Ampat naek Geovani, turun di Waisai, ibukotanya Kab. Raja Ampat di pulau Waigeo.

Pertama kali datang, bengong abis. In our mind, Raja Ampat tuh dah rame, kan namanya udah banyak kesebar ke penjuru dunia. But ternyata... sepiii... Sampai celingukan n akhirnya nanya tukang ojek, "bener ga nih Waisai?". Si tukang ojek mengiyakan, gubrak!! jauh dari bayangan. Mana lagi Waisai sendiri pemandangannya ga seindah yang ada di foto2 Raja Ampat itu.Waisai tuh pantainya berpasir hitam... mana kota Waisai-nya kecil, masih baru banget.


Nyeselnya... pas kami berangkat naek Geovani itu, ternyata si kapal cepat Marina Express juga berangkat ke Raja Ampat, cuma dia berlabuh di Saonek, pulau di sebelah Waisai. Nhaaa... si Saonek ini walo kecil, tapi lebih bagusan daripada Waigeo. Pantai di Saonek berpasir putih...

So akhirnya kami putuskan nginep di Penginapan Waisai Indah (yang ada di iklan koran hehe). Letaknya di dekat Pantai WTC, di "downtown" Waisai. Penginapannya kecil, cuma 10 kamar. cuma ada 2 tipe, tipe 1 pake AC plus kamar mandi dalam seharga 225k klo sendiri, 275k klo berdua. Sementara yang tipe 2, sangat "ekonomis", cuma fasilitas fan aja, kamar mandi luar, harga 200k klo sendiri, 225k klo berdua.

Selain Waisai Indah ini, ada penginapan lain tak jauh dari situ, Penginapan Marci, tampilan luarnya sih lebih oke daripada si Waisai Indah...

Oleh teman, kami disarankan untuk menyewa ketinting pergi putar2 pulau lainnya, seperti Saonek etc. Setelah ngobrol ma pegawai penginapan, dia bilang lebih oke an pantai Waiwo, bisa dijangkau naek motor, sewa motor per hari 100k. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa motor dan pergi ke Waiwo keesokan harinya. Mikirnya, nanti klo pengen ke Saonek, besoknya bisa nyewa ketinting lagi buat ke Saonek.

Esoknya kami melihat sunset di pantai WTC (Tak tau apa tuh kepanjangannya). Pantainya lumayan deket dari penginapan, cuma jalan kaki 5 menitan. Pantai ini sudah dibangun lumayan ok. Tampilannya agak mirip dengan pantai Losari di Makassar, cuma sayangnya dibeberapa tempat bangunannya sudah mulai retak.

jam 9 pagi kami mulai jalan ke Waiwo. Si mas nya bilang, Waiwo deket, sekitar setengah jam an naek motor. Jalanannya sih udah lumayan ok, cukup rata walopun naek turun melewati perbukitan. Banyak tanjakan tinggi, sampai-sampai aku terpaksa turun n jalan kaki saking takut jatuh. Bafit malah sempet jatuh pas nurunin tanjakan! hihihi

Setengah jam terlewati, kok ga nemu pantai Waiwo ya?? mana ga ada panunjuk jalan lagi... Ga ada juga rumah penduduk... Kesasar nihhh???

Akhirnya setelah hampir 1 jam an, ada warga lagi jalan kaki, waktu kita tanya, ternyata kita sudah nglewati Waiwo! katanya, jalan ke Waiwo emang agak tersembunyi, sehabis tanjakan tinggi tempat Bafit jatuh.

Akhirnya sampai juga di Waiwo. N... not as magnificent as Sinaga said. Biasa ajahhh... Habis... aku kan sempet tinggal 5 bulan didaerah pantai. N i can say, pantai di Numfor jauh lebih bagus dari Waiwo!

Dari Waiwo kita bisa lihat Saonek dari kejauhan. Not so big... paling segede pulau Manem di Numfor, bisa dikitarin dengan 1-2 jam jalan kaki. Tampak pula perkampungan di Saonek.

Kita sempet bimbang, mau stay lagi 1 hari n besoknya ke Saonek dkk ato langsung pulang ke Sorong aja hari itu. Akhirnya dengan pertimbangan bahwa kami ke Saonek dkk paling-paling cuman buat foto2 aja, yang mana pantainya juga ga jauh beda dengan pantai2 lain yang kami kunjungi, akhirnya kami putuskan buat kembali saja.

Mengecewakan ya? Rugi besar?? karena udah ke Raja Ampat tapi ga explore furthermore?

A bit... tapi mu gimana lagi... aku ga bisa renang, diving, juga keadaanku lagi hamil 7 bulan. Bafit juga ga terlalu interest buat renang n diving. Mana untuk explore tu kita harus naek ketinting or speed, ah malas.... repottt... Ntar ntar aja lah... another family vacation ketika infrastruktur di Raja Ampat sudah jauh lebih mudah :)

But at least... we can say that we've visited Raja Ampat!!

Heading to Raja Ampat

Akhirnya kesampaian juga cita2ku buat pergi ke Raja Ampat!

Right now, im on Geovani Ship, heading to Raja Ampat.

Dulu rencananya ke Raja Ampat Oktober tahun depan. But something unexpected happened... I must go back to Java, so ya... Ke Raja Ampat nya sekarang ajah! Jalan2 dulu sebelum meninggalkan Papua Barat tho...

Aku dan suami berangkat dari Bintuni hari Rabu pagi dengan kapal Elizabeth II, nyampe Sorong pagi2, trus nyari info tentang kapal ke Raja Ampat.

Sempet search di Google, katanya dulu transport ke Raja Ampat susah, transport publik kapalnya Pemda tuw cuma 2x sebulan, klo ga, musti sewa speed ato longboat. Tapi sekarang transport dari Sorong ke Raja Ampat gampang, tiap hari ada kapal cepat dari Pelabuhan Rakyat, Sorong ke Raja Ampat (macamnya Geovani ini), it takes 3 hours, ongkosnya 100rb.

Liburan ke Raja Ampat tuw tergolong liburan mahal, palagi klo dari Jawa. Udah tiket pesawat rata2 1,7jt an, udah gt untuk menikmati Raja Ampat jg butuh biaya ga dikit.

Temenku, Herdi n Tammy jg pergi ke Raja Ampat (few days ago), cuma mereka "niat", mau ngeluarin expense lebih buat menikmati Raja Ampat. Mereka sempet maen n nginep ke Kri Resort di pulau Kri. Waktu aku tanya permalam berapa, Herdi bilang "100".
"Wah, murah dung"
"100 euro! Itu yg plg murah"
"WHATTT?? Hampir 1,5 jt!! Buat semalem aja. Nggak deh, makasih"

Klo aku sih yang penting pernah ke Raja Ampat aja he3, ga pake diving-snorkeling etc. Cukup nginep di Waigo nya aja he3

Hmmm...ya su... Nanti disambung lg crita tentang Raja Ampat nya

Ke Sorong Tanpa ke Raja Ampat! Arghhh...

Yap, betul!! Im on the ship back to Bintuni now...

What a waste...
Aku sudah berada di Sorong, selama 4 hari pula! tapi ga mengunjungi Raja Ampat yang tersohor itu yang jaraknya cuma 2,5 jam perjalanan naik kapal dari Sorong. Hiks hiks... T_T

Regret it so much...

Tapi memang sih kami pergi ke Sorong tanpa ada niatan untuk pergi ke Raja Ampat. Karena awalnya kami mengira cuma punya waktu 2 hari di Sorong. Jadi rencananya, Sabtu pagi nyampe Sorong, berangkat lagi ke Bintuni hari Minggu sore by Elizabeth ship.

Tapi ternyata... Kapal Elizabeth sedang masuk dok untuk perbaikan... Klo mau pulang naik pesawat, bisa pulang Bintuni hari Selasa, tapi tiketnya mehel, sekitar 1,1 jt / orang. Sementara kalo mau pulang naik kapal lagi, ya berarti naik kapal Getsemani lagi hari rabu [sekarang]. Terpaksalah akhirnya kami stay di Sorong.

Jadi... sebenarnya kami punya waktu luang di Sorong cukup lama, 4-5 hari an. Tapi dasar orang udik, kalap tour de supermarket keliling Sorong! Saban hari ngiderin toko-toko di Sorong, karena di Bintuni ga ada little mall / supermarket hahaha.

Baru kemarin pas kami ngecek Getsemani, baru tau jadwal baru Getsemani, ternyata tiap senin Pagi, si Getsemani ini berlayar menuju Waisai, Raja Ampat, dan baru kembali besoknya [ Selasa] jam 2 dari Waisai ke Sorong lagi. Ah!! sip banget kan jadwalnya padahal!! Tiketnya juga cuma bayar 100 rebu per orang [terhitungnya mahal siyyy, soalnya Mnaokwari - Numfor yang 5 jam perjalanan aja cuman 30 rebu hehehe]

Hmmm, sebelumnya, sempet sihh aku merengek ke Bafith buat pergi ke Raja Ampat, toh deket aja. Tapi Bafit nya enggan, karena barang bawaan kita terlanjur banyak [ah, dia emang males ajah, sebenernya kan bisa dititipin ke hotel].

Tapi yah... nasi udah jadi bubur... maybe next time i'll have a chance to visit Raja Ampat [ma my baby juga dung...].

Bubye Sorong...
Raja Ampat!! wait for me!!


ANC Pertamaku


Ini nih print-print an USG kandunganku :)


Salah satu alasanku ke Sorong emang untuk ANC kandunganku. Karena di Bintuni ga ada Sp.OG, jadi option ANC nya di Manokwari ato Sorong. Jadi sampai usia kehamilan 22 minggu, aku belum pernah ANC ke Sp.OG.Cuma pernah sekali aku USG sendiri di Pkm Bintuni pada UK 19 minggu [yang USG Bafit, tapi berhubung kita sama2 blank soal USG, kita udah seneng ngeliat janinya gerak n jantungnya berdenyut].

Sebenarnya dulu disarankan ma dr Condro agar aku USG+ANC saat usia kandungan 24 minggu, tapi 24 minggu ku itu sekitar pertengahan Agustus. Berhubung saat itu udah mau deket deket puasa, plus mulai tanggal 10 Agustus kegiatan TMC [Team Mobile Clinic] di puskesmasku udah mau mulai, ya sudah... akhirnya pergi diakhir Juli disaat usia kandungan sudah 22 minggu.


Dari salah satu pasienku, ahli Obgyn yang direkomendasikan di Sorong itu dr Jemmy Chandra di RS Mutiara.
Awalnya aku berniat ANC di RSUD Sorong sekalian mengantar pasienku, pak Selamet, tapi ternyata poli tutup pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur. Aduh... Ya akhirnya kepikiran ke RS Mutiara itu.

Setelah cari2 info dimana letak RS Mutiara, ternyata RS Mutiara ini terletak di kawasan belakang Masjid Raya - Basuki Rahman.
Akhirnya demi alasan kepraktisan, kami memutuskan untuk menginap di Hotel You & Me [hmm, memang namanya agak norak, tp hotelnya lumayan kok] yang terletak di depan Masjid Raya.

Jam 10 an kami pergi ke RS Mutiara [sekitar 5 menit jalan kaki dari Masjid Raya]. Setelah tanya2 di pendaftaran, eh dr Jemmy nya lagi pergi n baru ada tanggal 9. Oh no... What a long long time...

Kebetulan pas jalan tadi kami melihat 1 RS swasta lagi, RS Kartini namanya, di plangnya sih ada Sp.OG nya. Tapi ternyata ga ada praktek reguler Sp.OG di RS Kartini, dan oleh resepsionis kami disarankan untuk periksa di dr Fiel di RS Herlina ato ke dr Edwell di kawasan RSUD.

Akhirnya kami iseng-iseng ke RS Herlina untuk melihat jadwal dr Fiel. RS Herlina ini terletak di dekat pasar, RS kecil tapi lumayan rame.

Disebelah RS Herlina, berdirilah tempat praktek dr Filvanus Jabiy, Sp.OG. Dari luar kelihatan kumuh dan tidak meyakinkan, tapi yang antre didalem.. Weuhh... Rame!

Ternyata kebetulan dr Fiel praktik pagi mulai jam 10 WIT sampai selesai, so akhirnya aku sekalian daftar.

Pas periksa, dr Fiel langsung nanya aku lulusan mana n bla bla bla [emang di pendaftaran aku ditanyain pekerjaanku apa n alamat]. Trus dia USG kandunganku. Dia nanya, mau tau jenis kelamin nggak?

I said we do. Trus dia bilang klo calon bayiku cowok, "pasti cowok"!. Kemudian dia nunjukkin bayangan scrotum di monitor. He3, sudah aku duga sebelumnya, karena selama aku hamil aku jadi malas dandan n keliatan hitam [katanya siy klo gitu, kemungkinan besar anaknya cowok].

Then he said that my baby is okay, semua normal, beratnya sekitar 440 gram. Dan aku dianjurkan awal November udah pulang ke Jawa buat persiapan melahirkan [aku senyum aja, soalnya bos Andreas kan susah buat dimintain ijin], n agar hati2 selama kehamilan, trus disuruh telfon dia klo ada apa2. Baeknya... [digratisin juga lho... Karena sesama TS kali ya :D makasih dr Fiel!]

Keluar dari ruang praktik, cengar cengir senang... Pokoknya Alhamdulillah banget deh. So far so good...Dan muga2 kehamilanku berjalan lancar dan anakku nanti lahir dengan lancar dan sehat sempurna. Amien...

Pasien Yang [Hampir] Ditelantarkan

Hari Jumat pagi, aku dan Bafith pergi ke Sorong untuk merujuk pasien, Pak Selamet [dengan Suspek Ca Nasofaring], sekalian untuk ANC kandunganku yang sudah jalan 22 minggu. Perjalanan Bintuni ke Sorong ditempuh dengan kapal Getsemani dalam jangka waktu sekitar 19 jam dan sempat berlabuh di Pelabuhan Babo dulu selama 1 jam.

Perjalanan Bintuni – Sorong via kapal adalah perjalanan laut terlama yang pernah kualami. Mana pemandangannya yang monoton pula [Laut di Teluk Bintuni berupa mangi-mangi alias laut berwarna coklat/hijau dan tidak berpantai  tidak indah]. Cuaca cukup bagus, tapi pas tengah malam, ombak cukup kencang, jadilah kami mengalami “kapal laut- lag”, sampai akhirnya aku muntah 2 kali hahaha [padahal selama aku hamil muda aku ga pernah mual muntah lho].

Akhirnya nyerah deh, diusahain tidur dalam kapal. Goyangan ombaknya wuihhh… mantapppp!! Serasa tidur dalam kora-kora raksasa hehehe :D

Pagi-pagi jam 5. 30 WIT, kapal Getsemani yang kutumpangi sudah berada di Pelabuhan Rakyat Sorong. Tapi karena ada angin kencang semalam yang mengacaukan posisi kapal lain yang berlabuh, Getsemani baru bisa bersandar jam 07.00 WIT.

Dengan membawa Pak Selamet, pasien Suspek Ca Nasofaring yang hendak kami rujuk ke RSUD Sorong, kami keluar dari kapal dan menyewa taksi untuk ke RSUD. Waktu tawar menawar, si supir taksinya bilang 80 rebu. Wahh.. ogah banget!! Minggu lalu aja, Diana, perawat kami juga menyewa taksi untuk merujuk pasien cumin bayar 50 rebu.
Setelah tawar menawar akhirnya dapet 55 rebu [plus ongkos angkut barang pasien]. Si supir nanya, RSU mana?yang di KM 12 kah??

Berhubung kami semua nggak tau Sorong, kami iyain aja, “Pokoknya ke RSUD deh”. Soalnya setau kita, RSUD di Sorong kan cuma satu.

Perjalanan ke RSUD itu cukup lama, dan keluar Kota Sorong [selama perjalanan gw terbengong-bengong ngeliat Sorong ; rame, padat, jalan 2 lajur, banyak toko pula!! Kayak Kota di Jawa aja]. Begitu nyampe, lhadalah.. .Lha kok RS Sele Be Solu???
Emang sih tulisannya tuh RSU Pemerintah Sele Be Solu, tapi bukan RSUD ini yang kita maksud. Kami nanya lagi ke supir taksinya, eh dia juga ga tahu [gimana siy!!].

Akhirnya aku nelpon Heny, n Bafith nelpon Agung temennya. Dari mereka, baru kami dapat info klo RSUD nya ada di dekat Tembok Berlin aka dekat pelabuhan. Wuahhhh… akhirnya balik lagi deh ke kawasan pelabuhan itu. Ternyata si RSUD Sorong itu deket ma pelabuhan… Hayahhh… gara-gara kami kurang info, pake acara nyasar pula deh…
Emang rujukan kami alamatkan ke RSUD Sorong, walaupun si RS Sele Be Solu ini juga punya pemerintah. Tapi setau kami, spesialis di RSUD Sorong lebih banyak, makanya kami milih ngrujuk kesana aja.

Nyampe RS, n masuk IGD, eh ada dokter jaga cewek yang begitu ngeliat ada pasien baru langsung tereak-tereak ma perawatnya.

“Bukannya ruangan udah penuh, ga bias terima pasien lagi?? Mau ditaruh dimana?”. Perawatnya binun, dan aku shock. Kok dia kasar banget sih???

Trus dia bilang ke aku [without knowing that I am a doctor too], “ sini ga bisa terima pasien lagi, liat nih IGD penuh, ruangan juga penuh, ke RS lain aja” katanya dengan nada tinggi.

“Lhah, ini udah jauh-jauh dari Bintuni masak pulang?”
“Mau gimana lagi??liat sendiri kan penuh, masak mau ditaruh di lantai??!?. Ke RS Sele Be Solu aja!”
“Pasien ini Jamkesmas”
“Sana juga terima Jamkesmas kok”

Aku bete, masak dia udah ngeliat pasien datang dalam keadaan terinfus dan sekali lihat juga pasti tahu klo ada malignancy pada pasien tersebut, dia tanpa ngeliat surat rujukan ku, langsung nolak kami dan nyuruh pindah RS lain.

Aku dan Pak Selamet keluar , aku bilang ke Bafit klo dokter jaganya nolak Pak Selamet. Didalam pun Bafit berdebat sama dokter jaga yang rese itu, tapi dia tetep ga mau terima pasiennya. Bafit ngotot klo ke Sele Be Solu, harusnya ambulans RSUD Sorong mau nganterin pasiennya kesana, karena alamat rujukannya kan ke RSUD Sorong. Si dokter jaga itu cuek.

Kan kita males juga klo langsung ke Sele Be Solu, tau2 disana juga penuh dan ga mau terima pasiennya, mau dikemanain pasiennya?? Bawa pulang lagi ke Bintuni?? NONSENSE!
Sementara aku diluar, aku ngobrol sama perawat yang ada diluar.

Dia bilang, “Rumah sakitnya memang penuh, ke Sele Be Solu aja, sana juga terima Jamkesmas kok”

“Saya ini sudah datang jauh-jauh dari Bintuni antar pasiennya, dan saya sendiri juga dokter. Masak dokternya ga mau terima”

“Ya mau gimana lagi klo RS nya penuh?” katanya lagi.

Aku ngeliat jam, baru jam 8 pagi WIT. “ Ini kan masih pagi, Spesialis belum visite kan?? Klo udah visite kan pasti ada yang pulang, saya mau tunggu sampai siang”.

Si perawat itu masuk lagi kedalam, entah dia ngomong apa ama si dokter rese itu [mungkin bilang klo kita juga dokter kali ], akhirnya Pak Selamet disuruh masuk.

Disana baru dia buka rujukannya, dan nanya ke aku klo aku dokter. Aku bilang iya, baru deh dia agak ngelunak ngomongnya ke kita.

“Ruangan sini penuh”

“Ya tapi masak kami bawa pulang lagi?”

“Kenapa ga dirujuk ke Manokwari, bukannya lebih deket?”

“Ongkosnya lebih mahal. Soalnya Manokwari cumin bisa dijangkau dengan naik pesawat atau Hard Top. Jelas keadaan pasien tidak memungkinkan untuk naik Hard Top, sementara klo naik pesawat, dia butuh 3 seat karena dia harus berbaring, belum lagi seat buat pengantarnya. Lebih mahal” jawab Bafit.

“Bukannya mahalan ke Sorong?”. Dia ngeyel [dalam hati aku bilang, sok tau lo!”

“Ke Sorong bisa naik kapal, habisnya jauh lebih sedikit daripada ke Manokwari”

Baru deh dia nyuruh perawat buat nelpon ruangan, cari ruangan yang kosong. Ternyata yang masih kosong Ruangan Imunodefisiensi dan Ruangan TB. Kebetulan pasien ini ku Suspek TB.

“Rontgennya kearah TB” kataku

“Udah periksa sputum?”

“Belum, ga ada dahak keluar, dia juga ga batuk”

Dia ngeliat pasiennya yang kebetulan lagi meludah [Pasien ini ga bisa menelan, jadi terpaksa meludah terus karena tidak bisa menelan ludahnya sendiri], trus dia bilang “Tuh ada lendirnya”.

Hah, ateng bener siy ni orang, aku jawab “ itu bukan dahak, itu ludah, dia ga bisa nelen ludah”

Akhirnya, dia nerima pasien itu juga.

Lega… Pak Selamet akhirnya bisa masuk RSUD Sorong.

Rese gak sih klo dipikir2?

Coba itu tadi pasiennya datang sendirian, pasti langsung ditolak mentah-mentah ma dokter jaganya. Mana lagi yang nganter Pak Selamet tuh istrinya yang juga udah sama sepuhnya. Aku ngerti klo emang RS nya penuh, tapi setidaknya dia ngomong baik-baik dong, dan kasih solusi. Suruh nunggu kek ampe ada pasien yang dipulangin abis visite, ato klo ga, minimal bantuin nelponin ke Sele Be Solu buat mastiin ada tempat ato gak, biar pasiennya ga terlantar.

Heuhh!!

What do you think??

Hot Wetnesday!

Sekarang aku lagi nongkrong makan es pisang ijo di Bintuni Kota sambil nungguin pasienku di rontgen n urinalisa. What a relief in this hot day in hot city!!

Thanks God, aku masih tahan2 aja di Bintuni-Manimeri. N alhamdulillah, my pregnancy goes on very well... Ga pake mual muntah, ga pake acara ngidam yang aneh2... [cuma suka temper tantrum aja, gampang emosi an he3 :D ]

Betenya, kemarin udah minta dikirimin susu, vitamin, baju hamil, dll dr rumah. eh... Udah lebih 1 bulan nih, paketanya ga sampe2 juga... Udah bayar mahal mahal juga... Masak sampe sekarang pun blm sampe Manokwari.. HOW COME?? [PT. Pos!bagaimana ini??]. Tapi untunglah, gaji lancar hahaha :D

Hmm..gotta go now... Kembali lagi ke daerah yang tak bersinyal...

Hottest Place i ever met

Dipikir-pikir, sudah lama juga ternyata ga posting blog.hmm... Hampir sebulan!

He3, sibuk sih (deu... Sok sibuk :D )

Udah 1 minggu ini aku pindah ke puskesmas Manimeri n starts to work in there.

Kabupaten Teluk Bintuni ini punya 15 puskesmas dan pustu, 4 diantaranya DTP (Dengan Tempat Perawatan) yakni pkm Bintuni Kota, pkm Manimeri, pkm Babo dan pkm Aranday.

Pkm Manimeri berada di distrik Manimeri, cuma berjarak sekitar 15 km dr Bintuni. Karena distrik Manimeri ini merupakan tempat transmigran, maka banyak pendatang disini.

Bisa dibilang 2/3 pasien yang datang kebanyakan pendatang, n mostly Javanese. Kadang2 bertukar sapa dalam bahasa Jawa juga lho, serasa di Jawa aja he3 :D

Ternyata disini banyak juga transmigran dan perantau dari daerah asalku, Purwodadi. Bahkan 2 perawatku berasal dari Godong dan Purwodadi. What a small world...

Selain di Manimeri, kdg2 aku juga ikut bantu jaga di Pkm Bintuni Kota, karena 2 dokternya sedang keluar daerah. Mayan aneh2 juga pasienya, bervariasi, ga cuma malaria aja. Ada yg efusi pleura, ada yg pneumothorax, n the fallen mabok'ers of course :D

Kmrn juga, untuk pertamakalinya aku ngelakuin punksi pleura n manual placenta sendiri (bukan narik spuit doang :P ), bahkan tadi ada yg minta phlebotomy juga. Seru :D

Yah, so far...cukup betah di Manimeri sih, wlo panasnya amit2... Muga2 keadaannya tetap kondusif :D

My Journey to West Papua

Tgl 3 April, jam 7 WIT, di pesawat Batavia Air tujuan Manokwari, aku terbangun karena silau terpaan matahari. Dari ketinggian 33000 kaki, aku melihat hamparan panorama Papua Barat yang terbentang menakjubkan.

Pegunungan hijau nan rapat dan luas. Benar2 hijau! Nggak seperti view klo lg naik pesawat melintasi Jawa yg didominasi sawah dan pemukiman. Di beberapa tempat di pegunungan itu kadang2 ada rumah2 dan kompleks2 berbentuk kubus-kubus kecil. Ga kebayang deh, how to get there??

5 menit kemudian, pramugari mengumumkan pesawat akan mendarat di bandara Rendani, Manokwari.

Pegunungan itupun kemudian berubah menjadi pemandangan laut, dan pesawat melakukan manuver turun. Agak seram, waktu mau landing, pesawat tu udah dekat bgt ma laut (kirain mu jatuh he3) baru kemudian mendarati landasan bandara. Fyuhhh... Lega.. Pesawat mendarat dengan aman.

Dokter yang berangkat dari Bandung ada 12, termasuk aku. Mereka lulusan Unpad, Unjani dan Maranatha. Dari sana dijemput pihak Dinkes Prov. Papua Barat dan diantar ke hotel Billy Jaya Manokwari (its very good service indeed...). Setelah mengurusi berbagai macam administrasi dengan pendamping dari Depkes, akhirnya kami berempat (aku, Bafit, Herdi dan Tammy) ditempatkan di losmen Langgeng.

Seneng, bisa liat Manokwari lg! Terakhir kesana, setahun yang lalu, itupun cuma sebentar. Sepertinya Manokwari tambah rame, banyak pertokoan baru yang dibangun, tapi teteup... Puanasnya ampun ampun deh...

Setelah tepar sesiang itu (pd jetlag sehabis penerbangan 5,5 jam :P ), malamnya kami ke Billy Jaya lagi. Ada briefing sebentar tentang pemberangkatan ke kabupaten penugasan, n pembagian SK, SPPD n tiket.

Woah..ternyata aku dan Bafit harus berangkat ke Teluk Bintuni keesokan harinya,pagi2 jam 7!

Agak2 bete juga sih, karena ga sempat liat2 Manokwari, tapi ya su... Mau gimana lagi tho?? Berangkatlah kami keesokan harinya ke Teluk Bintuni via Twin Otter nya Merpati.

Eugh... Jadinya ga jadi mampir ke Numfor deh (padahal cuma 5 jam perjalanan naek kapal lhoh..). Sedih... Kan pengen liat beautiful view in Numfor ( TB isn't as beautiful as Numfor n Biak! ).

Hope that we have chance to go there..

Rainy Sunday

Oke, hari ini hari Minggu, yang seharusnya cerah [seharusnya...], but no... unfortunately its rainy here...

Deras!!

And, where am I now??

Aku sekarang berada di Bandung, tepatnya sekarang nongkrong di Zoe Comic Corner di dekat kawasan Unpad. This is one of my favourite place in Bandung beside Bandung's mall :D

I've passed a horrible week in Purwodadi 2 weeks ago... N now... just enjoy have-fun-day-in big-city sebelum menjelajah ke pedalaman lagi [Oh yes!! i'll go to Papua Barat next week!]


Whoahh... senanggg bangetttt di Bandung, isa borong buku di Palasari n Toga Mas [hmm, baru aja nemu Toga Mas di Bandung hehe]. Berhubung mu pergi... jadi stok buku... Aku beli Brisingr, The Magician, The Edge Chronicles dll... [Toga Mas bikin ngiler ajah... banyak buku-buku baru yang belum kubaca!!]. Masih ga cukup beli buku, pergi ke Zoe Comic Corner buat pinjem buku sepuasnya hehehe :D

Menyenangkan... Cuma sayangnya hari ini jalan-jalannya kurang memuaskan, bcoz of Bandung is rainy a lot... Hmmm... kayaknya habis ini mu ke Ciwalk deh, udah kangen ma Torabika Cafe [i'm coming soon!].

Ah...enough for now lahhh... udah kelaperan berattt...
Ciaooo

* Oh ya, i've bought new book from Jostein Gaarder, judulnya "Cecilia & Malaikat Ariel". Bukunya tipis, font nya pun macem bacaan buat anak-anak, tapi isinya... DALEM!! Its so Jostein Gaarder...Chit chat kecil tetang kehidupan, tapi cukup untuk memberikan cara pandang lain dalam melihat kehidupan kita. Hmmm... aku suka hampir semua bukunya Jostein Gaarder [except Putri Sirkus, bitter end... ]. Baca deh! :D

Info PPDS Penyakit Dalam Unair

Bagi rekan-rekan sejawat dokter yang berminat untuk mengikuti seleksi PPDS Ilmu Penyakit Dalam di Unair, aku ada info nih...

Berdasar Buku Panduan PPDS I FK Unair - RSU Dr. Soetomo, ini gambaran dari Program Studi Ilmu Penyakit Dalam :
1. Daya tampung : 6 orang per semester (tapi pas kemarin aku seleksi, kuota penerimaan naik menjadi 12 orang / semester).
2. Lama pendidikan : 4 tahun ( 8 semester )
3. Kriteria Penerimaan :
- Batas usia saat masuk pendidikan : 35 tahun
- Lulus tes : Kemampuan Akademik, Psikologi, Kesehatan, Wawancara
- Nilai Penunjang : Lokasi PTT / WKS, IPK, IQ, Rekomendasi
4. Jadwal test 2 kali / tahun : April dan Oktober, sementara Pengumuman Test dilaksanakan 1 bulan setelah test ( prakteknya sih lebih dari sebulan )
5. Ujian Nasional ( Board Examination ) 2 kali / tahun, April dan Oktober

N now... Persyaratannya apa aja ya??

Persyaratan dan Prosedur Permohonan PPDS I di FK UNAIR - RSU Dr. Soetomo Surabaya :
1. Wajib punya sertifikat Toefl minimum 500
2. Fotocopy STR dari Kolegium
3. Fotocopy ijazah dan transkrip akademik ( IP Kumulatif dan IP Profesi ) yang dilegalisir oleh dekan FK yang bersangkutan.
4. Surat keterangan :
A. Selesai masa bakti ( SMB PTT, bagi yang post PTT)
B. Atau surat keterangan sedang menjalani masa bakti dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau kota tempat melaksanakan PTT ( Bwt yg masih aktif melaksanakan PTT )
C. Penundaan masa bakti PTT
5. SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kelakuan dari Polres/Polsek setempat [ maybe to make sure klo caRes nya bukan kriminal hehehe, ada2 aja hihihi... ]
6. Pas foto 3 x 4 sebanyak 8 lembar, ditempel di formulir ntar n ditandatangani
7. Materai 6000, buat ditempel pada surat permohonan menjadi calon PPDS 1 n pada formulir isian [lembar pertama ajah].

Formulir PPDS I bisa diperoleh di Diklat TKP RS Dr. Soetomo, dengan membayar sebesar 150 rebu atau 200 rebu [lupa e...]. Bagi yang belum tau Diklat TKP, letaknya di sebelah kanan kompleks RS Dr. Soetomo [masuk lewat pintu samping kanan RS Soetomo, gampangnya sih tanya ajahh...].

Formulir itu nanti diisi [pke mesin ketik], 4 rangkap pertama termasuk yang asli yang suah diisi lengkap plus dengan berkas-berkas persyaratan yang lain plus surat permohonan dari calon peserta dimasukin ke map formulir pendaftaran n dikirimkan ke Dekan FK Unair. Sedangkan 4 lembar berikutnya, persyaratan yang melengkapinya boleh fotocopy ajah, n ntar dikirim ke KKI, Kolegium, Biro Kepegawaian DepKes RI n Divisi PPDS AIPKI [udah ada alamat masing-masing di buku panduan].

Oh ya, klo bisa masukin formulis n berkas2 nya 2 bulan sebelum jadwal seleksi. So, misal aku kemarin seleksi Oktober, aku udah masukin berkas2 ku sejak Agustus, jadi klo ada yang salah atau ada yang kurang ntar bisa disusulkan...

Klo udah ok semua, tinggal nunggu panggilan ujian dari Interna [dont worrry, ntar di sms kok...] Ntar dikasi tau kapan ujiannya, disuruh ambil surat pemanggilan juga [klo jauh dari Sby ya ga usah diambil, diambil pas mau ujian aja].

Ujiannya dibagi dalam 4 tahap, yakni tes akademik [tes sesuai jurusan n tes potensi akademik], wawancara, psikotest n tes kesehatan. Biasanya sih dilaksanakan dalam 4 hari, tapi klo pesertanya banyak ya bisa molor...

Untuk tes akademik, kita harus bayar 150 rebu. Psikotes dilaksanakan di bagian Psikiatri RS Dr. Soetomo, bayar 250 rebu. Sedangkan tes kesehatannya gratis.

Habis itu... Pulang deh... n berdo'a plus deg-deg an nungguin pengumuman hehehe :D Pengumumannya agak lama, aku kemarin selang 2 bulan gitu. Jadi ya... sabar aja...

Oke, Gud luck buat temen2 yang berminat ke PPDS Penyakit Dalam Unair

Numfor in Memories

Iseng-iseng buka CD foto, n i decide to post it in my blog...

Okay... see this picture carefully...


Oke, ini adalah satu-satunya toko obat berijin di Numfor [tepatnya di daerah Yenburwo, owned by Klasis], wlopun jarang bukanya hehehe. Sebenarnya nothing special yah, tapi klo diliat-liat lebih teliti plangnya, u must be laughing...

Di plang didepan tokonya tuh bertuliskan : Toko Obat Berijin "Bethesda", (Tidak menerima resep dokter).

Hihihi... geli banget!! Toko obat kok tidak menerima resep dokter. Waktu kutanyakan pada Paman kapisa, eh ternyata maksudnya tuh tidak menerima resep JPS/Askeskin yang dituliskan dokter di Puskesmas. Walah... tapi itu salah kaprah tho... Harusnya kan tulisannya "Tidak menerima Resep Askeskin/JPS ato apalah namanya"

Oke, lanjuttt...


Inilah gambaran "dowtown"-nya Numfor hehehe. View of Yenburwo. Yenburwo merupakan pusat keramaian n juga kampung terbesar di Numfor. Dan beginilah suasananya... jalanan beraspal, rumah-rumah tepi pantai yang kadang-kadang dihiasi parabola. Tapi tetep... sepi... [Ga tau ya sekarang, Numfor kan mau jadi kabupaten sendiri, mungkin sudah lebih rame daripada saat aku meninggalkannya].



Hmmm... yang ini nih lebih unik lagi. Satu-satunya "POM BENSIN" di Numfor!! Tapi Pom bensinnya ga kayak Pom Bensin biasanya. Katanya sih resmi dari Pertamina, tapi ga pake pompa kayak di pom bensin2 gitu, cuma bermodalkan drum-drum, pemompa manual plus corong and penakar literan hahaha. Udah gitu harganya jauuuhhhh banget ma harga di kota [Biak maksudnya, mungkin plus beban ongkos transport kali yaa]. Waktu itu aja harga bensin udah 7 ribuan... Sekarang?? kata Hubby udah 10 ribu an per liternya... Mehel pisannnn...



Hmmm... ini nih the only masjid di Numfor, Masjid Al Kautsar di desa Yenburwo. U know... mayoritas penduduk Numfor tuh Kristen Protestan, tapi berhubung banyak pendatang dari Makassar, Jawa, dll, maka ada juga suatu komunitas kecil muslim disini. yah eniwei... bagaimanapun, penduduk Numfor masih dapat sholat berjamaah disini... dan yang laki-laki ga kebingungan klo mau sholat Jumat hehe



Trus.. ini Wisma Indaismuren, punyanya Klasis juga. Salah satu wisma/penginapan di Numfor. Klo anda-anda berkunjung di Numfor, bisa nginep disini nih... belakangnya wisma tuh langsung laut lepas lhooo... Mantafff... hehehe

Aihh aihhhh... jaid makin kangen Numfor... [Wish that i can go there recently... :) ]

oto,

I dont know whats going on now. I dont understand
QUI SERA SERA

Super Nanny

Now im watching Super Nanny. I like to watch it (sometimes, klo inget he3, im not a TV addict). Aku perempuan, n ngeliat Super Nanny, jadi bisa ngintip trik2nya untuk mendidik anak [ntar, i hope so].

I prefer Super Nanny than Nanny 911. Hostnya Super Nanny, Jo, kayaknya punya basic psikologi, n bisa menganalisa solusi yang bisa dipakai untuk memecahkan problem "bandel kids" in the house sesuai dengan kepribadian anak [mmm, dia pake model reward gitu].

Kadang-kadang kalo nonton Reality Show ini, sempat terpikir
, masak sih ada anak-anak sebandel itu. But i guess, there are many rebellious kids like that.

Aku pribadi berpendapat, bila ada anak bermasalah, there's something wrong dengan pola pengasuhan dan pendidikan sehari-hari oleh orangtuanya [kecuali klo kelainan genetik kayak kelainan kromosom XXY ya]. Bisa jadi terlalu dimanjakan-dibiarkan semau gue-dicuekin atau malah terlalu dikekang sama ortunya, sehingga anak menjadi semau gue, egois dan kurang respek sama ortunya.

Aku ga bilang mendidik anak tu gampang [belum ngrasain sih :P ], tapi kebangetan juga kalo ortu ga bisa mendidik anak agar respek sama mereka.

Kayak beberapa hari yang lalu, ada pasien anak laki-laki umur 11 tahun, post KLL dengan luka robek menganga di jempol kaki kanannya. Anak ini meronta2 hebat pas lukanya dijahit [udah di Lidocain 2 ampul padahal]. U know, its a bit difficult to do some stitch if the patient keep moving. Bu Pri bilang ke ayahnya untuk menyuruh anaknya diam. Si bapak menyuruh diam tapi anak itu tetap memberontak. Waktu bu Pri mengulangi perkataannya tadi, ayahnya bilang "Dirumah juga gini, ga mau nurut omongan orangtuanya, nakalnya ampun-ampun, ga bisa dibilangin"
.

Aku, dr Santi dan bu Pri langsung saling pandang. Aku bilang "Lha orangtuanya gimana, kok anak sampe ga nurut orangtua". Si bapak diem aja.


Lack of respect. Thats what we see in that boy

Moral cerita [halah, Andrea Hirata-an :P ], menjadi orang tua tuh harus punya ketegasan. Ketegasan bukan berarti otoriter, ngga juga menegakkan disiplin pake tangan [Hare gene, KDRT?? No way Jose!]. Klo anak berbuat salah ya dikasi tau klo salah n should ask sorry, n mungkin some detention if its needed [di Super Nanny sih pake ruang refleksi?? Hmm... boleh juga...]. Orang tua juga gitu, klo emang salah ya harus mau nerima kritik n mau minta maaf. Be fair.

Aku suka ngliat proses gimana Jo menangani anak-anak tersebut. Love, respect each other, discipline and rewards. Hohoho... Sounds perfect yah? But i hope, i [or we, me and my hubby] can raise our children later in that way.

Tepu-tepu...



“Selamat! Anda memenangkan 1 unit mobil TOYOTA YARIS"

Begitulah tulisan yang terbaca dalam kupon yang ditemukan Bu Rofi [salah satu karyawan Puskesmasku] didalam bungkus sachet Attack Easy kecil. Disitu tertulis bahwa dia memangkan undian langsung dan mendapatkan hadiah 1 unit mobil Toyota Yaris dari PT. Kao Indonesia Tbk, dan STNK n BPKB telah diurus, si pemenang diminta menyetorkan uang sebesar xxx juta rupiah sebagai biaya ganti balik nama BPKB dan STNK tersebut.

Wah asyiknya dapet TOYOTA YARIS gratis!!
Tapi...
kok pake acara setor-menyetor segala?? Berhubung sudah banyak berita tentang kasus penipuan ber modus serupa, bu Rofi jadi cukup berhati-hati untuk tidak langsung mempercayainya. Dia mencoba menghubungi nomer telepon yang tercantum disitu untuk konfirmasi, well tidak nyambung. Trus mencoba mencari info langsung ke agen PT Kao di Semarang dan Surabaya, mendapat jawaban bahwa PT Kao tidak pernah mengadakan undian berhadiah seperti itu.

Wah wah… penipuan…

Bukan hanya Bu Rofi, Bu Wiwik pun beberapa hari yang lalu juga mendapatkan kupon HADIAH LANGSUNG TANPA DIUNDI, “berhadiah” HONDA JAZZ!!, juga dalam bungkus sachet sabun cuci. Kuponnya lengkap dengan tandatangan direktur KAO blablabla, bahkan nyatut nama Darmin Nasution sebagai Dirjen Pajak. Hebatnya lagi, didalamnya juga disertakan copy STNK atas nama PT. Kao Indonesia, tapi ya ujung-ujungnya juga diminta untuk menyetorkan uang.


Lucunya lagi, ada juga tulisan “hati-hati terhadap PENIPUAN yang mengatasnamakan PT. KAO INDONESIA Tbk. PT. KAO INDONESIA Tbk TIDAK PERNAH mengadakan UNDIAN BERHADIAH, TERKECUALI langsung dalam kemasan, bagi ana yang beruntung”

Hahahaha… Pake embel2 TERKECUALI pula…

Disutu juga terdapat nomer yang bsia dihubungi, 02171229123 n no hp 081210103427. Pas Bu Wiwik mencoba menghubungi, yang no 021 xxx tuh sibuk terus. Trus coba menghubungi yang no Simpati, diangkat, dijawabnya klo Pak Irwin [yang trecantum dalam kupon sebagai direktur PT. KAO] lagi sibuk, dan diharap menghubungi besok saja.

Halah, opo tumon… masak konfirmasi buat undian kok ke direktur… cukup ke CS saja tho [nek beneran :P ].

Lucunya lagi, di wilayah Klambu sudah ada sekitar 5 orang yang mendapat kupon serupa. Bah… Orang Klambu “beruntung” banget!! Modusnya pun sama… mendapat kupon didalam sachet sabun cuci. Untungnya sih ga ada yang tertipu…

Gila ya, ga kapok-kapok juga para penipu itu, makin licik aja. Pake acara bikin kupon palsu n dimasukkan langsung ke dalam sachetnya [manfaatin promo-promo hadiah langsung yang kayak di Tivi2 itu…]. Modal pisan hahaha :D

Pasti dia borong Rinso, Attack, Soklin, etc yang sachet trus somehow masukin kupon itu satu persatu, n diedarin lagi [dengan harga bawah standar mungkin??], trus tinggal nunggu ada orang yang cukup lugu untuk tertipu…

Who?? I hope it wont be you!!

Turut Berbelasungkawa...


Just heard today, bahwa ada 3 dokter meninggal di Asmat karena tenggelamnya kapal yang mereka tumpang [Kapal Motor Risma Jaya] di Muara Kali Aswet Distrik Agast Kabupaten Asmat, Papua]. Ketiga TS tersebut, yakni dr Wendyansah Sitompul, Sp.OG [Spesialis kandungan dari RSUD Mimika], dr Hendy Prakoso, dan dr Boyke Mowoka [Dua dokter PTT Kabupaten Asmat].

Berita selengkapnya bisa dibaca disini

Well, ingat musibah 2-3 tahun lalu... Dulu kenalanku, Hizwan yang ikut dalam tim survey UGM juga hilang di Agats [sampai sekarang tidak diketemukan], klo ga salah hampir barengan ama hilangnya kru Jejak Petualang atau apa itu yang dari Trans TV.

Trus pas ada peringatan hilangnya kru tersebut, diliput lagi tentang Asmat. Well.. jauh sekali dengan Biak! Ibu kota Kabupaten Asmat, Agats tuh dipinggir danau, dan berada diatas air, semacam kampung air, dan memang sebagian besar transportasi juga dilakukan via air. Bukannya aku ga pernah mengalami horor transportasi air. Aku pernah naik kapal Bintang 23 dari Biak menuju Numfor pas cuaca badai. Kapalnya kecil, mengenaskan dan tidak meyakinkan. Setelah dagdigdug 1 jam berusaha mengarungi Samudra Pasifik yang sedang bergolak, Alhamdulillah nakhoda menyerah dan mengarahkan kapal kembali ke Biak. Saat itu kedua temanku hampir yakin ajal sudah dekat [mba Heny n Mela pucet banget, cuma diem dan komat-kamit berdoa]. Alhamdulillah banget deh klo inget momen ini..

Oke... Back to Asmat, sekarang ini ada beberapa temanku yang juga sedang menjalani masa tugas di Asmat. Last info sih Ius n Alfons. Ius nih PTT Pusat trus nerusin ke PTT daerah. Well, wlo ada musibah kayak gitu, i hope that they will continue their duty there, but ya tetep take care..


And, moga2 juga tidak menyurutkan niat TS yang ingin mengabdi di kabupaten Asmat

Wish u all the best in Asmat friends...

"WELKOM IN MALANG. TOKO "OEN" DIE SINDS 1930 AAN DE GASTEN GEZELLIGHEID GEEFT"

Tulisan itu terpampang di pintu luar dan di dekat kasir Toko Oen. Apa ya artinya kira-kira? hmm... dengan ilmu penerawanganku [keqkeqkeq :D ], kayaknya maksudnya tuh "Selamat Datang di Malang. Toko "OEN" berdiri sejak tahun 1930 dll..."

Yeah... In the end of 2008, aku pergi jalan-jalan ke Malang bersama hubby. Niatnya sih ke Bromo n goin around Malang. Dan salah satu point yang ingin kukunjungi di Malang ya si Toko "Oen" ini.

Hmm... klo ndak salah sih pernah masuk ke "Wisata Kuliner", trus juga sering disebut2 sebagai salah satu ikon n must visit place in Malang. Terkenal ma gaya resto-nya yang antik [hmm... klo berdiri sejak taun 1930, berarti umurnya dah 78 taun dung! tua nian...], n makanan2 Holland-nya plus es krim kuno-nya... Makanya... jadi ngebet pengen nyobain, gimana sih rasa steak n es krimnya yang terkenal itu...

Ketika akhirnya aku bisa mengunjungi Malang, aku nodong Sony temenku buat nganterin ke Toko Oen. Akhirnya sebelum ciao ke Surabaya, Sony berbaik hati mengantarkan kami ke Toko Oen. Sony bilang "hmm... es krimnya sih masih enakan toko depannya" --> aku belum mudheng maksudnya waktu itu.

Toko Oen ini berada di pusat keramaian kota Malang, tepatnya di jl. Basuki Rahmat, persis didepan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Kayutangan. Mungkin karena saat itu tengah dalam masa cuti bersama, parkirnya pun crowded... Dari luar, interiornya kuno! Masuk ke dalam, wah... suasana tempoe doeloe, kursi-kursi antik, kursi rotan [mirip Zangrandi Surabaya], interior toko juga kuno, n seragam pelayannya juga kuno [kayak foto2 jadul yang pake kemeja panjang putih gitu lhoh]

Didalam ramai sekali... mungkin karena sehabis Natal, banyak yang pulang kampung ke Malang n bernostalgia mencicipi makanan khas Toko Oen. Ga cuma pelanggan domestik, banyak pula bule-bule disana. Tua-muda, opa-opa n oma-oma, bahkan ada pula kumpulan ibu2 setengah baya berdandan lengkap [lagi reuni yah?] dan pelayan yang hilir mudik mengantar pesanan.

Kami segera searching tempat strategis, "pojok depan kiri!". Tapi rupanya aku salah perhitungan, gara-gara di pojok, pelayannya malah ga ngeliat kami [crowded sihhh...]. Akhirnya setelah menunggu agak lama, buku menu pun diantarkan ke meja kami.

Hmm... menunya menggoda... Steak, etc. Kebanyakan ala Eropa n masakan Indonesia. Aku bingung antara pengen makan winnerschietzel dengan steak lainnya [udah lapar berattt benernya!]. Kulirik Sony, dia cuma pesan es krim. Waktu aku tanya mau makan apa, dia cuma menggeleng ragu.

"Lo ga laper?"
"Ntar aja deh"
"Hmm, emang mau makan dimana?"
"Di Bakpao Telo juga ada makanan berat kok" jawabnya sambil menyebutkan tempat tujuan kami berikutnya.

Hmm... berhubung aku sudah kelaparan berat, aku pengen makan sekalian di Oen, sekalian pengen ngebuktiin kelezatan steak-nya. Tapi pas buka-buka menu, mataku tertumbuk pada satu menu
"Pork bla bla bla"

Oh No! Babai...
Aku langsung bilang "Gw ga jadi makan!", sambil melirik ke Sony. Sony tersenyum, "ya kan?"

Akhirnya kami batal makan di Toko Oen n memutuskan untuk makan es krim saja. Aku memesan Corn Ice Cream!!



N this is Corn Ice Cream... 1 scoop es krim coklat n vanila plus saus jagung. Setelah dicoba... mmm... rasanya biasa aja tuh. Tekstur es krimnya agak kasar [agak mirip es krimnya Zangrandi], rasa coklatnya agak pahit. Ahhh... akhirnya aku paham arti kata-kata Sony "masih enakan es krim cone toko depan" --> maksudnya es krim conenya Mc. D hihihihi :P

Tapi yo ndak popo... sekedar untuk memuaskan rasa penasaran hehehe. Nek liat TV ato koran n ada liputan ttg Toko Oen, kan aku bisa bilang udah nyobain es krimnya [n ternyata biasa saja :P ].

Pulang-pulang, bayar dikasir, 3 es krim habis hampir 100rb... Hmmm... mehel pisannn... Bisa beli es krim Walls 4 baskom, ato Paddle Pop seabreg, ato bahkan es krim Tentrem yang enak tuh dapet sepanci kali hehehe. Tapi ya su... yang dijual kan atmosfer resto nya[bukan rasanya :P ]

Halah... kok komplain terus... hehehe


Sekolah Lagi...

I heard some rumours in hospital bout me few days ago... Menyangkut tentang lolosnya aku di Interna Unair. Ada beberapa pihak yang menyayangkan kenapa aku masuk Penyakit Dalam, kenapa ga bidang spesialisasi lain seperti Anak, ObGyn, Kulit Kelamin atau Bedah. Secara... di Purwodadi sudah ada 4 Sp. PD, sementara spesialis yang kusebutkan tadi malah sedikit, bahkan banyak yang sudah mendekati masa pensiun [di RSU].

I dont care ["Nggak ngebiayain kok ikut repot?"] :P

Spesialisasi buatku bukan sekedar materi [okay, its important too], tapi semacam ambisi pribadiku. Dan juga ketika aku memutuskan untuk mengambil spesialisasi, aku memilih sesuai dengan prinsipku, "Do things that u like"

Aku pikir, ngapain maksain ngambil di bagian yang bergelimang uang, tapi u dont like it, aduh... working with no passion in it?? jangan sampai deh. Jadi, ketika aku memutuskan untuk mengambil PPDS, itu harus bagian yang kusukai, because i will working into it, for whole of my life bahkan...

Dan memang sejak aku pre klinik, cita-citaku tuh pengen jadi Internist atau Cardiolog. Sesudah lulus dokter pun cuma 2 bagian itu yang sering kudiskusikan dengan teman-teman dan keluarga. Sebenarnya setahun yang lalu aku juga masih bimbang antara ingin mengambil Penyakit Dalam atau Jantung. Sama-sama menarik, sama-sama menantang, cuma beda scoop aja... Wilayahnya Penyakit Dalam jelas lebih luas, dan di daerah yang ga ada Cardiolog-nya, masalah Jantung tuh masuk dalam bagian Penyakit Dalam juga.

W
alo sempet denger gosip klo PPDS Interna Unair ga bakal menerima calon residen baru sampai 2012, akhirnya Juni 2008 aku memutuskan untuk mengikuti seleksi PPDS Penyakit Dalam Unair untuk periode Juli 2009.

Kenapa Unair?
Murah!! Dulu sih di TKP bilangnya gratis, kenalanku juga bilang gratis [Muga-muga... We'll see...]. Walaupun soal murah-murahan, IPD UI n UNPAD juga murah sih. Kata temenku yang udah masuk di Interna UI, uang masuk cuma 10 jeti, SPP 3-4 jeti. Cheap kan?? bahkan lebih murah daripada S1 Kedokteran nya hihihihi. Kata hubby, IPD UNPAD juga hampir sama dengan UI.

Tapi... ini juga ngomongin ambisi pribadiku :D Unair kan 1 of biggest Medical Centre in East Indonesia, guru2nya juga mumpuni, n i like Surabaya!! Aku rasa aku ga kuat hidup di Jakarta yang crowded kayak gitu. Well, Surabaya juga metropolis, tapi ga semacet Jakarta deh, n pokoknya, I Love Surabaya!! :D

Yap... Walaupun antre masuknya luamaaa... [ada kenalanku yang dalam waiting list selama 2 tahun], aku tetep ngebet Interna Unair. Apalagi, klo dipikir-pikir, cocok banget dengan kondisiku sekarang, isa beranak-pinak dulu hihihihi :D daripada langsung masuk tapi cuti hamil-melahirkan... Podo ae rak an...

Yah, Alhamdulillah... cita-citaku kesampaian...

Sebenarnya, ga cuma aku yang berbahagia di tahun 2008 ini. Kedua sahabatku, Uly dan Kiki juga telah lolos seleksi PPDS. Uly ketrima di PPDS Neurologi UI [seleksi April 2008 kemarin], dan sudah mulai masuk RSCM mulai bulan ini. Sedangkan Kiki ketrima di PPDS Paru UNS [seleksi Oktober 2008], masih dalam waiting list juga, n perkiraan masuk RSDM ntar Juli 2009.

Sementara itu 4 teman PTT ku juga lolos seleksi PPDS; Sony di Pediatri Unibraw, Nogie n Fathur di ObGyn Unpad, Arief di Bedah Anak Unpad.

Hmm.. Good luck for you guys... Semoga masing-masing dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan lancar





Pada Pindah-pindahan

Hari ini aku "fight" menghadapi pasien yang bejibun banyaknya. Kebetulan dr Santi sedang ada pemberkasan CPNS, n dr Titik sedang ada pelantikan apa gitu... So ya su... ditanganin sendirian.

Ya sebenernya biasa aja sih... Cuman tumben-tumbenan kok hari Sabtu gini pasiennya bejubel banget. Biasanya sih Puskesmas ramai pasien tuh klo pas hari pasaran [penduduk banyak yang turun ke pasar, n secara... pasarnya sebelahan ma Puskesmas :D ]. Biasanya pasien kan 50-60an, hari ini kayaknya lebih deh. Hard work pokoknya!! palagi pake acara re-hechting luka pula. Euhhh... tambah bikin laper!!

Trus... lagi santer nge-gosip... Gosip seputar pindah-pindahan... Ada 2 perawat yang sudah mengajukan pindah puskesmas. Terus, dr Titik [Kapuskes] ternyata hari ini dilantik secara resmi menjadi ... [lupa pastinya, tapi intinya pindah ke Dinas gitu], so lagi pada ribut tentang siapa kapuskes Klambu yang baru n pengganti perawat2 yang pindah itu.

Yahh... personilnya bakal berkurang nih... Padahal Klambu kan ada Rawat Inap nya...

Yah, walopun isu pergantian Kapuskes juga penting, tapi aku sih lebih concern ma penempatannya dr Santi :D hehehe. Klo dia tetep di Klambu, it means aku ga perlu pindah ke Klambu. Secara... Klambu kan rawat inap, harus ada dokternya... Tapi klo dr Santi ga ditempatin di Klambu, n ga ada dokter lain yang dipindah ke Pkm Klambu, wahhh... alamat pusing nih... kemungkinan aku harus menempati rumdin di Klambu [except, aku ngajuin resign...]

HHC!!

Harap-Harap Cemas... Abis... males juga tinggal di Klambu. Sepi... mana tinggal sendirian pula [husband kan di Bandung...]. Emang sih statusku kontrak, tapi juga sayang ngelepas Klambu [for now... biar ga nganggur-nganggur amat lah dirumah :D ]. Jadi maunya ya tetep kayak gini aja :D Tapi yah... go with the flow. Klo memang situasinya ga menguntungkan, mungkin bakal resign aja.

My Wedding Day



Its me n Hubby...

Okay... nih postingan tentang pernikahanku :D

My wedding day was held on Dec 14th 2008 in Gedung GAPENSI, Purwodadi Grobogan.

I am Javanese tulen, sementara Bafith tu campuran Palembang-Belanda-Sunda, so diputuskan bahwa pernikahannya akan memakai adat Jawa [dengan kostum Basahan Solo]. Bahkan untuk penetapan hari pernikahan kami tu juga melalui serangkaian perhitungan yang njelimet sesuai dengan hari weton kami [haduuuhhh... repot dehhh... coz keluarga besarku masih pegang adat Jawa tothok]

Oh ya, ada acara pingitan-nya segala lho :D aku n Bafith ga bole ketemu at least seminggu [teorinya... nyatanya ya ga isa hahaha :D ]



Seremonial-nya udah mulai semenjak tanggal 13 Desember. Sabtu siang, ada acara siraman. Sebelumnya kami sungkem dulu kepada orang tua kami... Trus aku n Bafith siraman memakai air dari 7 sumber air [repot carinya lho!]. Yang nyiram tuh 7 pasang suami istri dari keluarga kami, termasuk kedua orang tua kami. Brrr... dingin banget!! mana air masuk mata terus... kelilipan! --> ga bagus pas di shooting :PTrus, yang bikin aku ketawa, pake acara digendong bokap segala :D

Malemnya ada acara midodareni. Aku didandanin cantik, tapi cuma buat dikurung dalam kamar :( Saat tu, Bafith n keluarganya dateng ke rumah dengan membawa seserahan untukku. Seserahan ini berisi barang2 keperluan wanita n makanan, dll. Bete juga, ga boleh keluar kamar. But thanks God, Hani-temenku sudah datang pada sore itu, jadi aku ditemeni ngobrol... [ Thanks Han!]



14 Desember, jam 5 pagi, aku udah mulai didandanin. Weghhh...repottt... make up nya tebel banget!!, sanggul n segala perhiasannya juga berat! rasanya kayak mau ngglempang [jatuh] ke belakang terus :D

Akad dilaksanakan jam 07.15 WIB. Abis akad, lega banget...[intinya kan akad tho...] Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Kami langsung mendapatkan buku nikah kami, tapi gelinya, baru ketahuan klo buku kami belum di-cap in KUA hehehe :D


Abis itu, kami make up ulang n ganti kostum. Derengdhedheng... pake kostum Basahan Solo yang sebelumnya ditolak mati2an ma Bafith [Pornografi!] hahaha... Well... emang ribet sih pakainya... but i must admit, it looked good... Saat itu, jidatku udah di-paes hijau tua n ber-glitter, jadi kelap-kelip gitu :D

Kami kemudian memulai prosesi "panggih", bertemunya manten. Awalnya aku digandeng bapak-ibuku, kemudia didudukkan ke pelaminan, kemudian Bafith datang, dan mulailah acara balangan n injak telur.

Sesudah itu ada walimahan, kami disuapin nasi oleh orang tua, plus kakek-nenekku. yang lucu tuh pas aku disuapin air degan ole kakekku [maknanya biar panjang umur katanya!], kakekku maksa banget nyuapinnya, jadinya aku kesedak air degan hahaha :D

Very-very funny...

Sesudah itu, ada acara "adang-adang"-an [masak-masakan], katanya sih ini karena aku kebetulan ber-status anak sulung, dan Bafith anak bungsu [Adang-adang an ini diadakan bila salah satu dari pengantin merupakan anak sulung atau bungsu]



Kemudian sesudah itu, kami menuju gedung GAPENSI, disanalah resepsi diadakan, mulai jam 11.00-13.00 WIB. Sesampainya disana, ternyata para among tamu, pager ayu, pager bagus dan beberapa tau sudah hadir. Setelah session foto-foto dengan keluarga n semua "kru resepsi", mulailah kami memasang kaki dan memasang senyum kepada tamu-tamu yang hadir.

Well... berat juga!! udah capek dandanannya ribet, sanggul yang berat, masih harus berdiri n menyalami para hadirin dnegan ramah, n foto-foto!! Yeahhh... padahal kami belum makan saat itu :D Sementara yang lain menikmati hidangan sepuasnya, pengantinnya kelaparan!!

Saat acara selesai, kami lega banget!! langsung deh menyerbu hidangan hehehe :D



Alhamdulillah... pernikahan kami berjalan lancar...

Happy New Year


Happy New Year 2009!!

I spend Old n New accompanying my hubby in Alun-alun Purwodadi. Walaupun setengah ngantuk n bete gara2 males ma crowd-nya, tapi tak tega juga membiarkannya sendirian pergi...

So... What i did in along 2008??

Aku inget, tahun baru 2008 kurayakan di Biak bersama temen-temenku PTT n keluarga Oom Nano di acara Tahun Baru-annya Garuda Biak. It was fun!! aku dapet banyak door prize saat itu :D

Lets see my old post...

That time, I want... :
1. tetap beruntung dan sukses disegala hal :)
2. Selesai PTT di bulan April
3. Kerja di Perusahaan dengan gaji guedeee buat modal skul n buat usaha, n bantu2 ortu
4. Ikutan Kursus ATLS, EKG, tes TOEFL
5. Isa masuk PPDS Interna or Cardio Unair tahun ini
6. N of course... Married :)

N now... what I got in 2008...
1. Alhamdulillah... aku merasa tetap beruntung dan dimudahkan jalanku :)
2. Alhamdulillah, selesai PTT di bulan April beneran...
3. Hmmm.. yang no 3 ini belum kecapai :D
4. Alhamdulillah isa ikut ATLS n udah tes TOEFL juga
5. Alhamdulillah, aku keterima PPDS Interna Unair [walo belum tau kapan masuknya :D ]
6. Alhamdulillah, aku merit di penghujung tahun 2008

So... dikalkulasikan... hampir 85% keinginanku di tahun 2008 tercapai... So Thanks God, walaupun mungkin ada yang belum tercapai, tapi aku merasa jalanku sudah dipermudah...

N in this 2009, what I want??
1. Punya baby soon
2. Kami berdua lancar rejeki dan sehat selalu
3. Isa punya kediaman sendiri
4. Isa travelling sepuasnya
5. N keinginan2 yan muncul seiring dengan perjalananku di 2009 semoga dipermudah segalanya...

Hummm... whats ur year 2009's resolution [or target?] then??...

I hope we can make it happen all...

Happy New Year dear friends...