Sekolah Lagi...

I heard some rumours in hospital bout me few days ago... Menyangkut tentang lolosnya aku di Interna Unair. Ada beberapa pihak yang menyayangkan kenapa aku masuk Penyakit Dalam, kenapa ga bidang spesialisasi lain seperti Anak, ObGyn, Kulit Kelamin atau Bedah. Secara... di Purwodadi sudah ada 4 Sp. PD, sementara spesialis yang kusebutkan tadi malah sedikit, bahkan banyak yang sudah mendekati masa pensiun [di RSU].

I dont care ["Nggak ngebiayain kok ikut repot?"] :P

Spesialisasi buatku bukan sekedar materi [okay, its important too], tapi semacam ambisi pribadiku. Dan juga ketika aku memutuskan untuk mengambil spesialisasi, aku memilih sesuai dengan prinsipku, "Do things that u like"

Aku pikir, ngapain maksain ngambil di bagian yang bergelimang uang, tapi u dont like it, aduh... working with no passion in it?? jangan sampai deh. Jadi, ketika aku memutuskan untuk mengambil PPDS, itu harus bagian yang kusukai, because i will working into it, for whole of my life bahkan...

Dan memang sejak aku pre klinik, cita-citaku tuh pengen jadi Internist atau Cardiolog. Sesudah lulus dokter pun cuma 2 bagian itu yang sering kudiskusikan dengan teman-teman dan keluarga. Sebenarnya setahun yang lalu aku juga masih bimbang antara ingin mengambil Penyakit Dalam atau Jantung. Sama-sama menarik, sama-sama menantang, cuma beda scoop aja... Wilayahnya Penyakit Dalam jelas lebih luas, dan di daerah yang ga ada Cardiolog-nya, masalah Jantung tuh masuk dalam bagian Penyakit Dalam juga.

W
alo sempet denger gosip klo PPDS Interna Unair ga bakal menerima calon residen baru sampai 2012, akhirnya Juni 2008 aku memutuskan untuk mengikuti seleksi PPDS Penyakit Dalam Unair untuk periode Juli 2009.

Kenapa Unair?
Murah!! Dulu sih di TKP bilangnya gratis, kenalanku juga bilang gratis [Muga-muga... We'll see...]. Walaupun soal murah-murahan, IPD UI n UNPAD juga murah sih. Kata temenku yang udah masuk di Interna UI, uang masuk cuma 10 jeti, SPP 3-4 jeti. Cheap kan?? bahkan lebih murah daripada S1 Kedokteran nya hihihihi. Kata hubby, IPD UNPAD juga hampir sama dengan UI.

Tapi... ini juga ngomongin ambisi pribadiku :D Unair kan 1 of biggest Medical Centre in East Indonesia, guru2nya juga mumpuni, n i like Surabaya!! Aku rasa aku ga kuat hidup di Jakarta yang crowded kayak gitu. Well, Surabaya juga metropolis, tapi ga semacet Jakarta deh, n pokoknya, I Love Surabaya!! :D

Yap... Walaupun antre masuknya luamaaa... [ada kenalanku yang dalam waiting list selama 2 tahun], aku tetep ngebet Interna Unair. Apalagi, klo dipikir-pikir, cocok banget dengan kondisiku sekarang, isa beranak-pinak dulu hihihihi :D daripada langsung masuk tapi cuti hamil-melahirkan... Podo ae rak an...

Yah, Alhamdulillah... cita-citaku kesampaian...

Sebenarnya, ga cuma aku yang berbahagia di tahun 2008 ini. Kedua sahabatku, Uly dan Kiki juga telah lolos seleksi PPDS. Uly ketrima di PPDS Neurologi UI [seleksi April 2008 kemarin], dan sudah mulai masuk RSCM mulai bulan ini. Sedangkan Kiki ketrima di PPDS Paru UNS [seleksi Oktober 2008], masih dalam waiting list juga, n perkiraan masuk RSDM ntar Juli 2009.

Sementara itu 4 teman PTT ku juga lolos seleksi PPDS; Sony di Pediatri Unibraw, Nogie n Fathur di ObGyn Unpad, Arief di Bedah Anak Unpad.

Hmm.. Good luck for you guys... Semoga masing-masing dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan lancar





13 Comments:

  1. Andri said...
    Nah,pertanyaannya skr..enaknya si Andri ini jd juniornya siapa ya..haha...
    afie said...
    perjalanan masih panjang ya..tapi setidaknya sudah satu langkah pasti teraih...selamat...
    ala said...
    wah calon SpPD loh...
    ayahrafi said...
    Wah, dari purwodadi ya?
    Saya alumni FK Undip, asal dari sebuah desa kecil di Kecamatan Gubug, Grobogan [ndeso banget ye..]
    Isteri saya juga rencana ikut PPDS periode juli 2009 ini di UNDIP.
    Sukses selalu ya...

    Salam,
    doctorGROW said...
    SpPD bagus juga. Tapi kenapa ya? di Indonesia pemerintah belum tertarik mengembangkan dr umum sebagai spesialis seperti di Amerika, Inggris dll? mungkin doc Luluch bisa menjelaskan?
    - Yunan - said...
    wah selamet deh bu... SpPD nih...
    eki said...
    selamat jadi residen IPD,mudah2n kita ketemu di event ilmiah, hmm... menurutku,mbak luluch sangat tepat pilih penyakit dalam...because pasiennya tidak hanya mengeluh chest pain atau dispneu...tapi...segudang keluhan...good luck...
    Luluch The Cinnamon said...
    Makasih semua, semoga studi saya nanti lancar..
    Luluch The Cinnamon said...
    Makasih semua, semoga studi saya nanti lancar..
    djomomangunkaryo said...
    selamat bu, selamat atas pernikahannya(semoga barokah), dan selamat belajar dan belajar lagi di surabaya, aku "excited" sama cerita2mu di Pedalaman, apalagi gambar2nya, mangtaaap...
    NKY said...
    Bener itu... Sekolah itu harus sesuai dengan hati dan kesenangan kita... Karena kita akan mejalaninya sendiri tanpa bantuan orang lain... Menjalani sesuatu yang kita senangi tentunya akan lebih mudah daripada ngikutin kemauan orang laen...
    NKY said...
    Sekolah emang harus sesuai hati kita Jeng... Kan yang merumorkan gak akan ikut merasakan bagaimana rasanya menjalani pendidikan spesialis... Maju terus... (Andai saja Tuhan mengijinkan aku sekolah di UNAIR, dan ternyata TIDAK...)
    Levina said...
    Sama, mbak..
    Aku juga mau sekolah tapi kepentok di masalah bagian yang mau diambil...
    kepengen Interna, tapi ga ada yang mendukung.. rumah sakit tempat kerja aja sudah 'ultimatum' kalau ambil interna, mereka ga butuh lagi pas udah lulus nanti...
    tapi aku sukanya ya interna sama anak~~

    sukses yah~

Post a Comment