Info PPDS Penyakit Dalam Unair

Bagi rekan-rekan sejawat dokter yang berminat untuk mengikuti seleksi PPDS Ilmu Penyakit Dalam di Unair, aku ada info nih...

Berdasar Buku Panduan PPDS I FK Unair - RSU Dr. Soetomo, ini gambaran dari Program Studi Ilmu Penyakit Dalam :
1. Daya tampung : 6 orang per semester (tapi pas kemarin aku seleksi, kuota penerimaan naik menjadi 12 orang / semester).
2. Lama pendidikan : 4 tahun ( 8 semester )
3. Kriteria Penerimaan :
- Batas usia saat masuk pendidikan : 35 tahun
- Lulus tes : Kemampuan Akademik, Psikologi, Kesehatan, Wawancara
- Nilai Penunjang : Lokasi PTT / WKS, IPK, IQ, Rekomendasi
4. Jadwal test 2 kali / tahun : April dan Oktober, sementara Pengumuman Test dilaksanakan 1 bulan setelah test ( prakteknya sih lebih dari sebulan )
5. Ujian Nasional ( Board Examination ) 2 kali / tahun, April dan Oktober

N now... Persyaratannya apa aja ya??

Persyaratan dan Prosedur Permohonan PPDS I di FK UNAIR - RSU Dr. Soetomo Surabaya :
1. Wajib punya sertifikat Toefl minimum 500
2. Fotocopy STR dari Kolegium
3. Fotocopy ijazah dan transkrip akademik ( IP Kumulatif dan IP Profesi ) yang dilegalisir oleh dekan FK yang bersangkutan.
4. Surat keterangan :
A. Selesai masa bakti ( SMB PTT, bagi yang post PTT)
B. Atau surat keterangan sedang menjalani masa bakti dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau kota tempat melaksanakan PTT ( Bwt yg masih aktif melaksanakan PTT )
C. Penundaan masa bakti PTT
5. SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kelakuan dari Polres/Polsek setempat [ maybe to make sure klo caRes nya bukan kriminal hehehe, ada2 aja hihihi... ]
6. Pas foto 3 x 4 sebanyak 8 lembar, ditempel di formulir ntar n ditandatangani
7. Materai 6000, buat ditempel pada surat permohonan menjadi calon PPDS 1 n pada formulir isian [lembar pertama ajah].

Formulir PPDS I bisa diperoleh di Diklat TKP RS Dr. Soetomo, dengan membayar sebesar 150 rebu atau 200 rebu [lupa e...]. Bagi yang belum tau Diklat TKP, letaknya di sebelah kanan kompleks RS Dr. Soetomo [masuk lewat pintu samping kanan RS Soetomo, gampangnya sih tanya ajahh...].

Formulir itu nanti diisi [pke mesin ketik], 4 rangkap pertama termasuk yang asli yang suah diisi lengkap plus dengan berkas-berkas persyaratan yang lain plus surat permohonan dari calon peserta dimasukin ke map formulir pendaftaran n dikirimkan ke Dekan FK Unair. Sedangkan 4 lembar berikutnya, persyaratan yang melengkapinya boleh fotocopy ajah, n ntar dikirim ke KKI, Kolegium, Biro Kepegawaian DepKes RI n Divisi PPDS AIPKI [udah ada alamat masing-masing di buku panduan].

Oh ya, klo bisa masukin formulis n berkas2 nya 2 bulan sebelum jadwal seleksi. So, misal aku kemarin seleksi Oktober, aku udah masukin berkas2 ku sejak Agustus, jadi klo ada yang salah atau ada yang kurang ntar bisa disusulkan...

Klo udah ok semua, tinggal nunggu panggilan ujian dari Interna [dont worrry, ntar di sms kok...] Ntar dikasi tau kapan ujiannya, disuruh ambil surat pemanggilan juga [klo jauh dari Sby ya ga usah diambil, diambil pas mau ujian aja].

Ujiannya dibagi dalam 4 tahap, yakni tes akademik [tes sesuai jurusan n tes potensi akademik], wawancara, psikotest n tes kesehatan. Biasanya sih dilaksanakan dalam 4 hari, tapi klo pesertanya banyak ya bisa molor...

Untuk tes akademik, kita harus bayar 150 rebu. Psikotes dilaksanakan di bagian Psikiatri RS Dr. Soetomo, bayar 250 rebu. Sedangkan tes kesehatannya gratis.

Habis itu... Pulang deh... n berdo'a plus deg-deg an nungguin pengumuman hehehe :D Pengumumannya agak lama, aku kemarin selang 2 bulan gitu. Jadi ya... sabar aja...

Oke, Gud luck buat temen2 yang berminat ke PPDS Penyakit Dalam Unair

Numfor in Memories

Iseng-iseng buka CD foto, n i decide to post it in my blog...

Okay... see this picture carefully...


Oke, ini adalah satu-satunya toko obat berijin di Numfor [tepatnya di daerah Yenburwo, owned by Klasis], wlopun jarang bukanya hehehe. Sebenarnya nothing special yah, tapi klo diliat-liat lebih teliti plangnya, u must be laughing...

Di plang didepan tokonya tuh bertuliskan : Toko Obat Berijin "Bethesda", (Tidak menerima resep dokter).

Hihihi... geli banget!! Toko obat kok tidak menerima resep dokter. Waktu kutanyakan pada Paman kapisa, eh ternyata maksudnya tuh tidak menerima resep JPS/Askeskin yang dituliskan dokter di Puskesmas. Walah... tapi itu salah kaprah tho... Harusnya kan tulisannya "Tidak menerima Resep Askeskin/JPS ato apalah namanya"

Oke, lanjuttt...


Inilah gambaran "dowtown"-nya Numfor hehehe. View of Yenburwo. Yenburwo merupakan pusat keramaian n juga kampung terbesar di Numfor. Dan beginilah suasananya... jalanan beraspal, rumah-rumah tepi pantai yang kadang-kadang dihiasi parabola. Tapi tetep... sepi... [Ga tau ya sekarang, Numfor kan mau jadi kabupaten sendiri, mungkin sudah lebih rame daripada saat aku meninggalkannya].



Hmmm... yang ini nih lebih unik lagi. Satu-satunya "POM BENSIN" di Numfor!! Tapi Pom bensinnya ga kayak Pom Bensin biasanya. Katanya sih resmi dari Pertamina, tapi ga pake pompa kayak di pom bensin2 gitu, cuma bermodalkan drum-drum, pemompa manual plus corong and penakar literan hahaha. Udah gitu harganya jauuuhhhh banget ma harga di kota [Biak maksudnya, mungkin plus beban ongkos transport kali yaa]. Waktu itu aja harga bensin udah 7 ribuan... Sekarang?? kata Hubby udah 10 ribu an per liternya... Mehel pisannnn...



Hmmm... ini nih the only masjid di Numfor, Masjid Al Kautsar di desa Yenburwo. U know... mayoritas penduduk Numfor tuh Kristen Protestan, tapi berhubung banyak pendatang dari Makassar, Jawa, dll, maka ada juga suatu komunitas kecil muslim disini. yah eniwei... bagaimanapun, penduduk Numfor masih dapat sholat berjamaah disini... dan yang laki-laki ga kebingungan klo mau sholat Jumat hehe



Trus.. ini Wisma Indaismuren, punyanya Klasis juga. Salah satu wisma/penginapan di Numfor. Klo anda-anda berkunjung di Numfor, bisa nginep disini nih... belakangnya wisma tuh langsung laut lepas lhooo... Mantafff... hehehe

Aihh aihhhh... jaid makin kangen Numfor... [Wish that i can go there recently... :) ]

oto,

I dont know whats going on now. I dont understand
QUI SERA SERA

Super Nanny

Now im watching Super Nanny. I like to watch it (sometimes, klo inget he3, im not a TV addict). Aku perempuan, n ngeliat Super Nanny, jadi bisa ngintip trik2nya untuk mendidik anak [ntar, i hope so].

I prefer Super Nanny than Nanny 911. Hostnya Super Nanny, Jo, kayaknya punya basic psikologi, n bisa menganalisa solusi yang bisa dipakai untuk memecahkan problem "bandel kids" in the house sesuai dengan kepribadian anak [mmm, dia pake model reward gitu].

Kadang-kadang kalo nonton Reality Show ini, sempat terpikir
, masak sih ada anak-anak sebandel itu. But i guess, there are many rebellious kids like that.

Aku pribadi berpendapat, bila ada anak bermasalah, there's something wrong dengan pola pengasuhan dan pendidikan sehari-hari oleh orangtuanya [kecuali klo kelainan genetik kayak kelainan kromosom XXY ya]. Bisa jadi terlalu dimanjakan-dibiarkan semau gue-dicuekin atau malah terlalu dikekang sama ortunya, sehingga anak menjadi semau gue, egois dan kurang respek sama ortunya.

Aku ga bilang mendidik anak tu gampang [belum ngrasain sih :P ], tapi kebangetan juga kalo ortu ga bisa mendidik anak agar respek sama mereka.

Kayak beberapa hari yang lalu, ada pasien anak laki-laki umur 11 tahun, post KLL dengan luka robek menganga di jempol kaki kanannya. Anak ini meronta2 hebat pas lukanya dijahit [udah di Lidocain 2 ampul padahal]. U know, its a bit difficult to do some stitch if the patient keep moving. Bu Pri bilang ke ayahnya untuk menyuruh anaknya diam. Si bapak menyuruh diam tapi anak itu tetap memberontak. Waktu bu Pri mengulangi perkataannya tadi, ayahnya bilang "Dirumah juga gini, ga mau nurut omongan orangtuanya, nakalnya ampun-ampun, ga bisa dibilangin"
.

Aku, dr Santi dan bu Pri langsung saling pandang. Aku bilang "Lha orangtuanya gimana, kok anak sampe ga nurut orangtua". Si bapak diem aja.


Lack of respect. Thats what we see in that boy

Moral cerita [halah, Andrea Hirata-an :P ], menjadi orang tua tuh harus punya ketegasan. Ketegasan bukan berarti otoriter, ngga juga menegakkan disiplin pake tangan [Hare gene, KDRT?? No way Jose!]. Klo anak berbuat salah ya dikasi tau klo salah n should ask sorry, n mungkin some detention if its needed [di Super Nanny sih pake ruang refleksi?? Hmm... boleh juga...]. Orang tua juga gitu, klo emang salah ya harus mau nerima kritik n mau minta maaf. Be fair.

Aku suka ngliat proses gimana Jo menangani anak-anak tersebut. Love, respect each other, discipline and rewards. Hohoho... Sounds perfect yah? But i hope, i [or we, me and my hubby] can raise our children later in that way.