Super Nanny

Now im watching Super Nanny. I like to watch it (sometimes, klo inget he3, im not a TV addict). Aku perempuan, n ngeliat Super Nanny, jadi bisa ngintip trik2nya untuk mendidik anak [ntar, i hope so].

I prefer Super Nanny than Nanny 911. Hostnya Super Nanny, Jo, kayaknya punya basic psikologi, n bisa menganalisa solusi yang bisa dipakai untuk memecahkan problem "bandel kids" in the house sesuai dengan kepribadian anak [mmm, dia pake model reward gitu].

Kadang-kadang kalo nonton Reality Show ini, sempat terpikir
, masak sih ada anak-anak sebandel itu. But i guess, there are many rebellious kids like that.

Aku pribadi berpendapat, bila ada anak bermasalah, there's something wrong dengan pola pengasuhan dan pendidikan sehari-hari oleh orangtuanya [kecuali klo kelainan genetik kayak kelainan kromosom XXY ya]. Bisa jadi terlalu dimanjakan-dibiarkan semau gue-dicuekin atau malah terlalu dikekang sama ortunya, sehingga anak menjadi semau gue, egois dan kurang respek sama ortunya.

Aku ga bilang mendidik anak tu gampang [belum ngrasain sih :P ], tapi kebangetan juga kalo ortu ga bisa mendidik anak agar respek sama mereka.

Kayak beberapa hari yang lalu, ada pasien anak laki-laki umur 11 tahun, post KLL dengan luka robek menganga di jempol kaki kanannya. Anak ini meronta2 hebat pas lukanya dijahit [udah di Lidocain 2 ampul padahal]. U know, its a bit difficult to do some stitch if the patient keep moving. Bu Pri bilang ke ayahnya untuk menyuruh anaknya diam. Si bapak menyuruh diam tapi anak itu tetap memberontak. Waktu bu Pri mengulangi perkataannya tadi, ayahnya bilang "Dirumah juga gini, ga mau nurut omongan orangtuanya, nakalnya ampun-ampun, ga bisa dibilangin"
.

Aku, dr Santi dan bu Pri langsung saling pandang. Aku bilang "Lha orangtuanya gimana, kok anak sampe ga nurut orangtua". Si bapak diem aja.


Lack of respect. Thats what we see in that boy

Moral cerita [halah, Andrea Hirata-an :P ], menjadi orang tua tuh harus punya ketegasan. Ketegasan bukan berarti otoriter, ngga juga menegakkan disiplin pake tangan [Hare gene, KDRT?? No way Jose!]. Klo anak berbuat salah ya dikasi tau klo salah n should ask sorry, n mungkin some detention if its needed [di Super Nanny sih pake ruang refleksi?? Hmm... boleh juga...]. Orang tua juga gitu, klo emang salah ya harus mau nerima kritik n mau minta maaf. Be fair.

Aku suka ngliat proses gimana Jo menangani anak-anak tersebut. Love, respect each other, discipline and rewards. Hohoho... Sounds perfect yah? But i hope, i [or we, me and my hubby] can raise our children later in that way.

1 Comment:

  1. Andri Journal said...
    Hmm..Udah berpikir soal anak. :) yg paling repot itu kalo punya anak cewek,terutama pas menginjak masa puber. ;)

Post a Comment